Website dan aplikasi digunakan oleh pengguna dari berbagai lokasi, sementara proses komputasinya dapat berlangsung jauh dari pengguna.
Jarak tersebut dapat memengaruhi waktu respons, terutama pada layanan yang membutuhkan kecepatan tinggi.
Oleh karena itu, edge computing memindahkan sebagian proses komputasi lebih dekat dengan pengguna atau sumber data sehingga data tidak selalu perlu dikirim ke server pusat untuk diproses.
Apa Itu Edge Computing?
Edge computing adalah pendekatan komputasi yang memproses data lebih dekat dengan pengguna atau sumber data, tanpa selalu mengandalkan server atau data center terpusat.
Pemrosesan dapat dilakukan melalui edge server, edge node, perangkat pengguna, atau perangkat lain yang berada dekat dengan sumber data untuk mengurangi jarak perpindahan data dan mempercepat respons.
Sebagai contoh, ketika pengguna di Jakarta mengakses aplikasi dengan server utama yang berada jauh, request harus menempuh jarak tersebut sebelum mendapatkan respons.
Melalui edge computing, sebagian proses dapat dilakukan melalui node yang lebih dekat dengan pengguna.
Dengan demikian, edge computing berfokus pada mendekatkan proses komputasi ke tempat data dibuat atau digunakan.
Baca juga: CDN untuk Website: Cara Kerja, Fungsi, dan Penggunaannya
Bagaimana Cara Kerja Edge Computing?
Secara umum, edge computing bekerja melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
1. Data atau Request Dibuat
Proses dimulai ketika pengguna atau perangkat menghasilkan data atau mengirimkan request.
Pada website, misalnya, pengguna membuka halaman, mengirimkan form, atau melakukan request ke API. Sementara pada IoT, data dapat berasal dari sensor, kamera, atau perangkat lain.
2. Request Diteruskan ke Edge Node
Request kemudian diarahkan ke edge node, yaitu titik komputasi yang berada lebih dekat dengan pengguna atau sumber data.
Alih-alih selalu mengirimkan seluruh request langsung ke server pusat, sistem dapat memproses kebutuhan tertentu di lokasi edge.
3. Data Diproses di Edge
Edge node dapat menjalankan proses yang sesuai untuk dilakukan di lokasi tersebut.
Misalnya, sistem dapat melakukan filtering data, menjalankan fungsi tertentu, memproses request, atau memberikan konten yang sudah tersedia di edge.
4. Hasil Dikirim ke Pengguna atau Sistem Pusat
Setelah proses selesai, hasilnya dapat langsung diberikan kepada pengguna. Jika dibutuhkan, data yang sudah diproses juga dapat diteruskan ke cloud atau server pusat untuk penyimpanan dan proses lanjutan.
Sebagai contoh, kamera keamanan dapat mendeteksi aktivitas tertentu di lokasi secara langsung, kemudian hanya mengirimkan hasil atau data yang relevan ke server pusat.
Pendekatan seperti ini dapat mengurangi kebutuhan untuk mengirim seluruh data mentah.
Dengan alur tersebut, edge computing mengurangi kebutuhan untuk selalu melakukan perjalanan data ke server pusat, terutama untuk proses yang membutuhkan respons cepat.
Apa Saja Komponen dalam Edge Computing?
Edge computing melibatkan beberapa komponen yang bekerja bersama untuk memproses data lebih dekat dengan pengguna atau sumber data, sebagai berikut:
1. Sumber Data
Sumber data merupakan perangkat atau sistem yang menghasilkan data maupun request.
Contohnya dapat berupa smartphone, kamera, sensor IoT, website, aplikasi, atau perangkat industri.
2. Edge Node
Edge node merupakan titik komputasi yang ditempatkan lebih dekat dengan pengguna atau sumber data.
Node ini dapat menjalankan proses tertentu sebelum data diteruskan ke sistem pusat.
3. Jaringan
Jaringan menghubungkan pengguna, perangkat, edge node, dan infrastruktur pusat. Kualitas jaringan berpengaruh terhadap seberapa cepat data dapat dikirim dan diproses.
4. Cloud atau Server Pusat
Cloud atau server pusat tetap dapat digunakan untuk kebutuhan seperti penyimpanan data, analisis yang lebih kompleks, pengelolaan aplikasi, dan workload yang tidak harus diproses di edge.
Karena itu, edge computing tidak berarti seluruh proses dipindahkan dari cloud ke edge. Keduanya dapat bekerja bersama berdasarkan kebutuhan workload.
Baca juga: AI Infrastructure: Peran, Manfaat, dan Komponen Utamanya
Apa Manfaat Edge Computing?
Dengan memproses data lebih dekat dengan pengguna atau sumbernya, edge computing dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut:
1. Mengurangi Latency
Semakin jauh data harus berpindah, semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengirim request dan menerima respons.
Edge computing dapat mengurangi jarak tersebut dengan memproses data di lokasi yang lebih dekat.
Latensi rendah penting untuk aplikasi yang membutuhkan respons cepat, seperti layanan interaktif, live streaming, gaming, dan aplikasi real-time.
2. Mempercepat Respons Aplikasi
Ketika sebagian proses dapat dilakukan di edge, aplikasi tidak selalu perlu menunggu server pusat menyelesaikan seluruh proses.
Contohnya, sebuah aplikasi yang membutuhkan pemeriksaan atau pemrosesan request secara cepat dapat menjalankan fungsi tertentu di edge sebelum request diteruskan ke sistem lain.
3. Mengurangi Beban Jaringan
Tidak semua data harus dikirim ke server pusat dalam bentuk mentah. Sebagian data dapat diproses atau difilter terlebih dahulu di edge sehingga jumlah data yang diteruskan dapat dikurangi.
Pendekatan ini dapat membantu mengoptimalkan penggunaan bandwidth, terutama pada lingkungan yang menghasilkan data dalam jumlah besar.
4. Mendukung Aplikasi Real-Time
Edge computing cocok untuk kebutuhan yang membutuhkan respons dalam waktu singkat karena proses dapat dilakukan lebih dekat dengan sumber data.
Contohnya mencakup analisis video, monitoring perangkat, otomasi industri, hingga layanan digital yang membutuhkan interaksi secara real-time.
5. Mendukung Pengalaman Pengguna
Untuk website dan aplikasi dengan pengguna yang tersebar di berbagai wilayah, pemrosesan dan delivery melalui lokasi yang lebih dekat dapat membantu menjaga performa layanan.
Dengan demikian, edge computing dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung pengalaman digital yang lebih responsif.
Baca juga: Cloud Security: Manfaat dan Cara Melindungi Infrastruktur Cloud
Edge Computing untuk Website dan Aplikasi
Edge computing dapat diterapkan pada website dan aplikasi untuk mendekatkan proses tertentu dengan pengguna, sebagai berikut:
1. Mempercepat Akses Website
Website dapat memanfaatkan infrastruktur edge untuk menangani delivery dan request dari pengguna di lokasi yang berbeda.
Sebagai contoh, pengguna di Jakarta dapat dilayani melalui titik edge yang lebih dekat dibandingkan harus selalu berkomunikasi langsung dengan server utama yang berada jauh dari lokasi pengguna.
Dalam konteks ini, istilah edge website dapat digunakan untuk menggambarkan website yang memanfaatkan infrastruktur edge untuk meningkatkan performa atau menjalankan proses tertentu lebih dekat dengan pengguna.
2. Menangani Request Aplikasi
Tidak semua request aplikasi harus diproses sepenuhnya di server pusat. Fungsi tertentu dapat dijalankan di edge, misalnya routing, autentikasi, validasi, atau pemrosesan request tertentu.
Pendekatan ini dapat membantu aplikasi yang membutuhkan respons cepat dan memiliki pengguna yang tersebar secara geografis.
3. Mendukung Traffic Tinggi
Distribusi request melalui berbagai titik edge dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu lokasi pusat ketika website atau aplikasi menerima traffic tinggi.
Contohnya dapat ditemukan pada e-commerce ketika terjadi peningkatan kunjungan selama kampanye atau periode promosi.
Contoh Penerapan Edge Computing
Edge computing dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan yang membutuhkan pemrosesan cepat atau distribusi layanan, sebagai berikut:
1. E-Commerce
E-commerce dapat menggunakan edge computing untuk mendukung akses website, API, personalisasi, dan proses lain yang membutuhkan respons cepat.
Misalnya, ketika traffic meningkat selama flash sale, infrastruktur edge dapat membantu menangani request pengguna yang tersebar di berbagai wilayah.
2. Live Streaming
Layanan live streaming membutuhkan delivery data secara cepat dan stabil karena keterlambatan dapat langsung memengaruhi pengalaman penonton.
Edge infrastructure dapat membantu mendekatkan proses delivery kepada pengguna dan mendukung kebutuhan dengan latency rendah.
3. Gaming
Game online membutuhkan komunikasi cepat antara pengguna dan layanan game. Edge computing dapat digunakan untuk mendekatkan proses tertentu kepada pemain sehingga respons aplikasi dapat lebih cepat.
4. IoT dan Monitoring
Perangkat IoT dapat menghasilkan data dalam jumlah besar yang perlu dianalisis dengan cepat.
Edge computing memungkinkan sebagian data diproses di dekat perangkat sebelum diteruskan ke cloud atau server pusat.
Contohnya adalah kamera yang menganalisis video secara lokal untuk mendeteksi aktivitas tertentu, kemudian hanya mengirimkan informasi yang relevan ke sistem pusat.
5. Aplikasi Real-Time
Aplikasi yang membutuhkan keputusan atau respons dalam waktu singkat dapat memanfaatkan edge computing untuk memproses data lebih dekat dengan sumbernya.
Contohnya mencakup monitoring kendaraan, otomasi industri, analisis video, dan layanan yang membutuhkan interaksi real-time.
Baca juga: Apa Itu e-KYC? Tujuan, Cara Kerja, dan Penerapannya untuk Bisnis
Optimalkan Layanan Digital dengan Tencent Cloud EdgeOne
Edge computing membantu bisnis mendekatkan proses dan delivery data kepada pengguna untuk mendukung performa aplikasi, mengurangi latency, dan menangani kebutuhan digital yang tersebar.
Penerapannya dapat dikombinasikan dengan cloud computing sesuai kebutuhan workload dan arsitektur bisnis.
Tencent EdgeOne dapat membantu perusahaan untuk:
- Meningkatkan performa website dan aplikasi melalui edge acceleration.
- Meningkatkan keamanan layanan digital melalui kemampuan edge security.
- Mendukung pemrosesan lebih dekat dengan pengguna melalui infrastruktur edge untuk membantu mengurangi latency.
Sebagai partner resmi, IDstar siap untuk mengevaluasi hingga menerapkan solusi Tencent cloud dan edge sesuai kebutuhan bisnis, termasuk kebutuhan untuk meningkatkan performa, keamanan, dan pengalaman pengguna.
References:
Forbes. “What About Edge AI?” 2024.
Tencent EdgeOne. “What is Edge Computing?”
Spiceworks. “Edge computing vs. centralized cloud: Where should inference live?” 2026.



