agent
×

Apa Itu Typosquatting? Dampak dan Risiko Fake Domain bagi Brand

Home / All Articles / Cyber Security / Apa Itu Typosquatting? Dampak dan Risiko Fake Domain bagi Brand
Apa Itu Typosquatting? Dampak dan Risiko Fake Domain bagi Brand

Perusahaan menggunakan website dan domain sebagai bagian dari identitas digital untuk membangun kredibilitas serta kepercayaan pelanggan. 

Namun, aset tersebut juga dapat disalahgunakan melalui pembuatan domain palsu yang menyerupai website resmi.

Penelitian Wang et al. (2025) menemukan sekitar 2,3 juta domain berpotensi typosquatting yang telah terdaftar dan aktif mengarah ke alamat IP. Sebagian domain tersebut digunakan untuk aktivitas hosting konten berbahaya maupun monetisasi.

Maka dari itu, perusahaan membutuhkan brand intelligence dan protection untuk meningkatkan visibilitas terhadap fake domain dan mengambil tindakan mitigasi sebelum berdampak pada pelanggan maupun reputasi bisnis.

Apa Itu Typosquatting?

Typosquatting adalah praktik membuat domain palsu yang menyerupai domain resmi perusahaan dengan memanfaatkan kesalahan pengetikan, perubahan karakter, atau variasi nama domain tertentu.

Teknik ini bertujuan membuat pengguna mengira bahwa mereka sedang mengakses website resmi, padahal domain tersebut dikendalikan oleh pihak lain. 

Dalam konteks brand protection, typosquatting menjadi salah satu bentuk brand impersonation karena memanfaatkan kemiripan identitas digital perusahaan untuk melakukan penipuan.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki domain resmi company.com. Attacker dapat membuat domain seperti company-login.com, companny.com, atau variasi lain yang terlihat serupa untuk mengelabui pengguna.

Bagaimana Typosquatting Attack Dilakukan?

Typosquatting attack memanfaatkan domain palsu untuk meniru identitas brand dan mengelabui pengguna melalui tiga cara utama sebagai berikut:

1. Membuat Fake Domain yang Menyerupai Brand Resmi

Tahap awal typosquatting attack dilakukan dengan mendaftarkan domain yang memiliki kemiripan tinggi dengan domain asli perusahaan.

Attacker biasanya memanfaatkan perubahan kecil seperti mengganti karakter, menambahkan kata tertentu, atau menggunakan variasi domain yang terlihat menyerupai website resmi, dengan tujuan membuat pengguna sulit membedakan antara domain asli dan domain palsu.

2. Mengarahkan Pengguna ke Website Palsu

Setelah fake domain dibuat, attacker dapat menggunakannya untuk membangun website yang menyerupai halaman resmi perusahaan.

Website tersebut dapat digunakan untuk berbagai aktivitas seperti phishing, pengumpulan credential, atau penipuan transaksi. 

3. Menggunakan Domain untuk Domain Impersonation

Fake domain juga dapat digunakan untuk melakukan domain impersonation, yaitu ketika pihak lain mencoba menyamar sebagai organisasi resmi.

Melalui domain yang terlihat kredibel, attacker dapat membuat komunikasi palsu seperti email, customer support, atau notifikasi yang mengatasnamakan perusahaan untuk meningkatkan kemungkinan pengguna percaya.

Baca juga: Attack Surface Management: Cara Kerja, Manfaat, dan Kapan Perusahaan Membutuhkannya

Risiko Typosquatting bagi Brand Perusahaan

Typosquatting dapat berdampak pada reputasi dan keamanan bisnis melalui tiga risiko utama sebagai berikut:

1. Menurunkan Kepercayaan Pelanggan

Ketika pelanggan berinteraksi dengan website atau komunikasi palsu yang menyerupai perusahaan resmi, mereka dapat menganggap aktivitas tersebut berasal dari brand yang sebenarnya.

Kondisi ini dapat memengaruhi customer trust karena pelanggan mungkin mengalami kerugian akibat tindakan pihak yang menyalahgunakan identitas perusahaan.

Bagi perusahaan yang bergantung pada channel digital, menjaga kepercayaan pelanggan menjadi bagian penting dari perlindungan brand.

2. Meningkatkan Risiko Phishing dan Fraud

Fake domain sering digunakan sebagai bagian dari aktivitas phishing untuk memperoleh informasi sensitif seperti credential atau data pelanggan.

Dilansir dari Verizon (2026), penggunaan credential yang telah dikompromikan masih menjadi salah satu faktor yang ditemukan dalam berbagai insiden keamanan. 

Dalam konteks typosquatting, domain palsu dapat menjadi salah satu media untuk membuat serangan phishing terlihat lebih meyakinkan.

3. Menyebabkan Brand Impersonation

Typosquatting merupakan salah satu bentuk brand impersonation karena attacker menggunakan nama dan identitas digital perusahaan tanpa izin.

Selain domain palsu, penyalahgunaan identitas digital dapat berkembang menjadi berbagai aktivitas lain seperti website tiruan, akun palsu, atau komunikasi yang mengatasnamakan perusahaan. 

Karena itu, perusahaan perlu memahami bagaimana brand mereka muncul di luar aset digital resmi.

Baca juga: Apa Itu Dark Web Monitoring? Peran, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk Keamanan Data

Cara Brand Protection Membantu Mendeteksi Typosquatting

Brand protection membantu perusahaan mendeteksi fake domain dan meningkatkan visibilitas terhadap penyalahgunaan identitas digital melalui beberapa pendekatan sebagai berikut:

1. Menemukan Look Alike Domain

Brand protection membantu perusahaan mendeteksi domain yang memiliki kemiripan dengan brand resmi, termasuk variasi nama, karakter, maupun domain yang berpotensi digunakan untuk impersonation.

Dengan mengetahui keberadaan domain mencurigakan lebih awal, perusahaan dapat melakukan evaluasi sebelum domain tersebut digunakan untuk aktivitas yang merugikan.

2. Memantau Digital Brand Exposure

Perusahaan tidak selalu mengetahui seluruh aset digital yang menggunakan nama atau identitas brand mereka.

Melalui monitoring berkelanjutan, perusahaan dapat memahami bagaimana brand mereka muncul di berbagai platform digital dan menemukan potensi penyalahgunaan identitas secara lebih cepat.

3. Mendukung Mitigasi terhadap Brand Abuse

Ketika ditemukan indikasi fake domain atau penyalahgunaan identitas digital, perusahaan membutuhkan informasi yang tepat untuk menentukan tindakan berikutnya.

Brand protection membantu memberikan insight mengenai aset mencurigakan sehingga perusahaan dapat melakukan investigasi, koordinasi penghapusan, atau langkah mitigasi lainnya.

Baca juga: Application Security: Strategi, Peran, dan Implementasi Keamanan Software Sepanjang Lifecycle

Lindungi Brand dari Typosquatting dengan Cyble dan IDstar

Perusahaan membutuhkan visibilitas yang lebih luas untuk mengetahui apakah terdapat aset digital yang meniru identitas brand mereka.

Melalui Cyble Brand Protection, IDstar membantu perusahaan mendeteksi potensi penyalahgunaan identitas digital, termasuk fake domain, look alike domain, dan aktivitas brand impersonation.

Solusi ini membantu perusahaan:

  • memahami potensi digital brand abuse;
  • menemukan aset digital yang menyerupai brand resmi;
  • memperoleh insight untuk menentukan langkah mitigasi.

Dengan dukungan Cyble melalui IDstar, perusahaan dapat memperkuat perlindungan identitas digital dan menjaga kepercayaan pelanggan.

References:

CISA. “Protecting Against Malicious Use of Remote Monitoring and Management Software. 2023.

Cyble. “Brand Intelligence & Protection Solutions.”

Verizon. Data Breach Investigations Report (DBIR) 2025.

Wang et. al. “Squatspotting: Towards the Systematic Measurement of Typosquatting Techniques.” 2025.

FAQ

1. Apa itu typosquatting?

Typosquatting adalah praktik membuat domain yang menyerupai website resmi dengan memanfaatkan kesalahan pengetikan, perubahan karakter, atau variasi nama domain untuk mengelabui pengguna.

2. Mengapa typosquatting berbahaya bagi perusahaan?

Typosquatting dapat digunakan untuk membuat fake website, phishing, fraud, dan brand impersonation yang dapat menurunkan kepercayaan pelanggan serta merusak reputasi perusahaan.

3. Bagaimana cara kerja typosquatting attack?

Typosquatting attack dilakukan dengan membuat domain yang mirip dengan brand resmi, mengarahkan pengguna ke website palsu, lalu memanfaatkannya untuk mencuri informasi atau melakukan aktivitas penipuan.

4. Bagaimana cara mendeteksi fake domain yang menyerupai brand resmi?

Perusahaan dapat menggunakan brand protection untuk menemukan look alike domain, memantau digital brand exposure, dan mendapatkan insight mengenai aset digital yang berpotensi digunakan untuk penyalahgunaan identitas.

5. Apa perbedaan typosquatting dan phishing?

Typosquatting berfokus pada pembuatan domain yang menyerupai domain resmi untuk menipu pengguna, sedangkan phishing merupakan aktivitas penipuan yang bertujuan memperoleh informasi sensitif melalui berbagai metode, termasuk penggunaan fake domain.

Share:
IDstar insights