Pengembangan software melibatkan berbagai proses, mulai dari pengujian, deployment, hingga pemantauan.
Proses ini dapat menjadi lebih kompleks ketika tim development dan IT operations bekerja secara terpisah.
Berdasarkan penelitian dari DORA Report 2025, sebanyak 90% profesional teknologi telah menggunakan AI dalam pekerjaan dan lebih dari 80% melaporkan peningkatan produktivitas.
Namun, teknologi saja tidak cukup. Proses kerja dan kolaborasi tim tetap berperan penting dalam mendukung software development.
Untuk menghubungkan proses development dan operations tersebut, perusahaan dapat menerapkan pendekatan DevOps.
Apa Itu DevOps?
DevOps adalah pendekatan yang menghubungkan development (Dev) dan IT operations (Ops) dalam proses pengembangan dan pengoperasian software.
Menurut Microsoft, DevOps menggabungkan ‘people, process, dan technology’ untuk mendukung seluruh siklus aplikasi, mulai dari perencanaan dan pengembangan hingga pengoperasian.
DevOps berkaitan dengan penggunaan tools, kolaborasi dan automasi. Misalnya, perubahan kode dapat diuji secara otomatis sebelum diterapkan, kemudian hasil monitoring digunakan sebagai masukan untuk pengembangan berikutnya.
Cara Kerja DevOps
DevOps bekerja dengan menghubungkan berbagai proses dalam software development lifecycle (SDLC). Secara umum, cara kerja DevOps terdiri dari beberapa tahap berikut.
1. Plan
Proses dimulai dengan menentukan kebutuhan pengguna, fitur, dan prioritas pengembangan.
Tim development dan operations dapat terlibat sejak tahap ini. Dengan demikian, kebutuhan aplikasi dapat mempertimbangkan aspek pengembangan, infrastructure, deployment, dan keamanan sejak awal.
2. Develop
Developer mulai mengembangkan kode berdasarkan kebutuhan yang telah ditentukan.
Version control seperti Git dapat digunakan untuk mengelola perubahan kode. Sistem ini juga memudahkan beberapa developer untuk bekerja pada proyek yang sama.
3. Build dan Automated Testing
Kode tersebut kemudian melalui proses build dan pengujian. Sebagian proses pengujian dapat dilakukan secara otomatis.
Automated testing membantu tim memeriksa perubahan kode secara konsisten sebelum masuk ke tahap berikutnya.
4. Release dan Deploy
Kode yang telah memenuhi persyaratan dapat dipersiapkan untuk deployment.
Pipeline CI/CD membantu mengotomatisasi proses build, test, dan delivery. Proses deployment pun dapat dilakukan dengan tahapan yang lebih konsisten.
5. Operate dan Monitor
Proses DevOps tidak berhenti setelah aplikasi digunakan. Tim tetap memantau performa, error, dan kondisi sistem.
Hasil monitoring kemudian digunakan sebagai masukan untuk pengembangan berikutnya. Siklus ini terus berulang selama aplikasi dikembangkan dan digunakan.
Baca juga: Application Security: Strategi, Peran, dan Implementasi Keamanan Software Sepanjang Lifecycle
Konsep Utama dalam DevOps
DevOps menggabungkan beberapa praktik untuk menghubungkan proses development dan operations. Berikut konsep utama yang digunakan:
1. Continuous Integration dan Continuous Delivery (CI/CD)
Continuous Integration (CI) mengintegrasikan perubahan kode secara rutin dan menjalankan proses build serta testing.
Sementara itu, Continuous Delivery (CD) mempersiapkan perubahan software agar siap dirilis. CI/CD membantu mengurangi proses manual dan mempercepat software delivery.
2. Infrastructure as Code (IaC)
Infrastructure as Code (IaC) adalah praktik mengelola infrastructure melalui kode. Konfigurasi server, jaringan, dan cloud resources dapat dibuat lebih konsisten serta diterapkan kembali pada berbagai environment.
3. Automation
Automation digunakan untuk mengurangi pekerjaan berulang dalam proses build, testing, deployment, infrastructure provisioning, dan monitoring.
Dengan automation, tim dapat menjalankan proses tersebut secara lebih konsisten.
4. Monitoring dan Observability
Monitoring dan observability membantu tim memantau performa dan kondisi aplikasi setelah deployment.
Data seperti metrics, logs, dan traces dapat digunakan untuk mendeteksi masalah dan menentukan perbaikan.
5. Kolaborasi Development dan Operations
DevOps menghubungkan tim development dan operations agar tidak bekerja secara terpisah.
Keduanya berkolaborasi dari pengembangan hingga pengoperasian aplikasi untuk mempercepat koordinasi dan penyelesaian masalah.
Konsep-konsep tersebut membantu perusahaan menjalankan software development secara lebih terintegrasi dan memberikan berbagai manfaat bagi operasional bisnis.
Baca juga: DevOps Engineer: Pengertian, Tugas, dan Manfaatnya untuk Bisnis
Manfaat DevOps bagi Perusahaan
Penerapan DevOps dapat mendukung proses pengembangan software sekaligus kebutuhan bisnis melalui beberapa manfaat sebagai berikut.
1. Mempercepat Software Delivery
DevOps menghubungkan development, testing, deployment, dan operations dalam satu siklus.
Automated testing dan CI/CD juga dapat mengurangi proses manual. Perubahan aplikasi dapat diuji dan dipersiapkan untuk deployment dengan lebih cepat.
2. Meningkatkan Kolaborasi Tim
DevOps mendorong tim development dan operations untuk bekerja dalam proses yang saling terhubung.
Setiap tim dapat memahami kebutuhan aplikasi sejak tahap pengembangan hingga pengoperasian.
Hal ini dapat mengurangi hambatan koordinasi ketika aplikasi perlu diperbarui atau mengalami masalah.
3. Menjaga Kualitas dan Keandalan Software
Kecepatan deployment perlu diimbangi dengan kualitas dan keandalan aplikasi.
Automated testing membantu menemukan masalah sebelum aplikasi digunakan. Sementara itu, monitoring membantu tim mengetahui masalah yang muncul setelah deployment.
4. Membuat Proses Lebih Konsisten
Proses manual dapat menghasilkan langkah atau konfigurasi yang berbeda pada setiap deployment.
Automation dan Infrastructure as Code membantu menstandarkan proses tersebut.
Tim dapat menggunakan prosedur dan konfigurasi yang sama pada proses yang dilakukan secara berulang.
5. Mendukung Pengembangan Software dalam Skala yang Lebih Besar
Kebutuhan pengelolaan software akan meningkat seiring bertambahnya aplikasi, developer, environment, dan deployment.
DevOps membantu perusahaan membangun proses yang dapat diterapkan secara konsisten pada kebutuhan pengembangan yang semakin besar.
Baca juga: Apa Itu SaaS? Cara Kerja, Manfaat, dan Contohnya
Optimalkan Transformasi Digital Bersama IDstar
DevOps membantu perusahaan menghubungkan development dan operations melalui kolaborasi, automasi, serta proses yang lebih terintegrasi.
Penerapan yang tepat dapat mendukung pengembangan dan pengoperasian software sesuai kebutuhan bisnis.
Melalui layanan Digital Transformation Consulting, IDstar membantu perusahaan menentukan solusi DevOps dan kebutuhan teknologi perusahaan, mulai dari:
- Mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan teknologi.
- Mengevaluasi proses dan sistem.
- Menentukan teknologi yang sesuai.
- Mendukung perencanaan solusi digital.
IDstar telah dipercaya oleh 80+ perusahaan, dan didukung oleh 1.200+ jaringan talenta IT, serta meraih UiPath Platinum Partner dan Fast Track Partner dalam mendukung transformasi digital perusahaan Anda.
References:
Google Cloud. “Announcing the 2025 DORA Report: State of AI-Assisted Software Development.” 2025.
IBM. “What is DevOps?” 2025.
Microsoft Learn. “What is DevOps?.” 2026.



