Pengembangan software melibatkan berbagai tools, infrastruktur, dan proses yang semakin kompleks seiring meningkatnya kebutuhan teknologi.
Selain mengembangkan aplikasi, developer juga perlu menangani berbagai konfigurasi teknis. Kebutuhan untuk menyederhanakan proses tersebut mendorong adopsi platform engineering.
Berdasarkan riset Google Cloud dan ESG 2025, 55% organisasi telah mengadopsi platform engineering dan 90% di antaranya berencana memperluas penggunaannya ke lebih banyak developer.
Platform engineering membantu perusahaan menyediakan kebutuhan teknis melalui platform internal agar developer dapat lebih fokus pada pengembangan aplikasi.
Apa Itu Platform Engineering?
Platform engineering adalah praktik dalam software engineering untuk membangun dan mengelola platform internal yang menyediakan tools, infrastruktur, dan workflow bagi developer.
Platform ini sering disebut Internal Developer Platform (IDP). Melalui IDP, developer dapat mengakses kebutuhan teknis secara self-service tanpa harus mengelola infrastruktur secara langsung.
Platform engineering membantu menyederhanakan proses development agar kebutuhan developer dapat dikelola melalui platform yang lebih terstruktur.
Konsep Platform Engineering
Penerapan platform engineering didasarkan pada beberapa konsep untuk memudahkan developer mengakses dan menggunakan kebutuhan teknis. Konsep utamanya meliputi:
1. Platform sebagai Produk
Dalam platform engineering, platform internal diperlakukan seperti sebuah produk, sedangkan developer menjadi pengguna utamanya.
Artinya, platform dibangun untuk menyediakan tools dan infrastruktur, sekaligus memudahkan developer menjalankan proses development.
Setelah digunakan, platform terus dievaluasi berdasarkan penggunaan dan feedback developer. Hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan untuk memperbaiki atau menambahkan layanan sesuai kebutuhan development.
2. Developer Self-Service
Selain berorientasi pada kebutuhan developer, platform engineering memberikan akses terhadap environment, infrastruktur, dan layanan secara mandiri.
Dengan demikian, developer tidak harus selalu bergantung pada tim operasional untuk memenuhi kebutuhan teknis.
3. Standardisasi
Untuk mendukung proses yang lebih konsisten, platform menyediakan template, konfigurasi, dan workflow yang dapat digunakan oleh berbagai development team.
Hal ini membantu mengurangi perbedaan proses dan konfigurasi antar tim.
4. Automation
Selain standardisasi, proses teknis yang dilakukan berulang seperti infrastructure provisioning dan deployment dapat diotomasi melalui platform.
Automation membantu mengurangi pekerjaan manual dalam proses development.
Konsep-konsep tersebut kemudian diterapkan melalui serangkaian proses dalam cara kerja platform engineering.
Baca juga: RPA Developer: Skill, Peran, dan Kontribusinya dalam Automation Bisnis
Cara Kerja Platform Engineering
Platform engineering menyediakan platform yang menghubungkan developer dengan infrastruktur dan perangkat yang dibutuhkan melalui beberapa tahap sebagai berikut.
1. Mengidentifikasi Kebutuhan Developer
Sebagai tahap awal, platform team mengidentifikasi kebutuhan dan hambatan yang dihadapi developer.
Hasilnya digunakan untuk menentukan perangkat, infrastruktur, dan alur kerja yang perlu tersedia melalui platform.
2. Membangun Internal Developer Platform
Berdasarkan kebutuhan tersebut, platform team membangun Internal Developer Platform (IDP) yang menggabungkan berbagai layanan untuk mendukung development.
Platform dapat menyediakan environment, template, CI/CD pipeline, infrastruktur, dan perangkat lainnya.
3. Menyediakan Developer Self-Service
Setelah platform tersedia, developer dapat mengakses environment dan resource melalui layanan self-service.
Dengan demikian, developer tidak harus selalu bergantung pada tim operasional untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur.
4. Mengotomatisasi Proses Development
Untuk menyederhanakan penggunaan platform, proses berulang seperti infrastructure provisioning, konfigurasi environment, testing, dan deployment dapat diotomasi.
Automasi dapat membantu proses development berjalan lebih konsisten.
5. Memantau dan Mengembangkan Platform
Setelah platform digunakan, platform team memantau penggunaannya dan mengumpulkan masukan dari developer.
Hasilnya digunakan untuk memperbaiki dan mengembangkan layanan sesuai kebutuhan.
Manfaat Platform Engineering bagi Perusahaan
Platform engineering dapat menyederhanakan proses software development dan memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan sebagai berikut.
1. Meningkatkan Produktivitas Developer
Dengan kebutuhan teknis yang tersedia melalui platform, developer tidak perlu menangani konfigurasi dan infrastruktur secara manual.
Dengan demikian, developer dapat lebih fokus pada pengembangan dan perbaikan aplikasi.
2. Mengurangi Kompleksitas Development
Selain meningkatkan produktivitas, platform engineering membantu mengurangi kompleksitas development dengan menyediakan tools dan infrastruktur dalam satu platform.
Developer pun tidak perlu mengelola setiap komponen teknis secara terpisah.
3. Mempercepat Software Delivery
Proses development yang lebih sederhana juga dapat mempercepat software delivery. Self-service dan automasi membantu mengurangi proses manual dalam penyediaan environment, resource, dan deployment.
Dengan demikian, proses pengembangan hingga penerapan aplikasi dapat berjalan lebih cepat.
4. Meningkatkan Konsistensi Proses
Selain kecepatan, konsistensi proses juga dapat ditingkatkan melalui penggunaan template, konfigurasi, dan workflow yang sama oleh berbagai development team.
Hal ini membantu perusahaan menjalankan proses development secara lebih konsisten.
Baca juga: Apa Itu SaaS? Cara Kerja, Manfaat, dan Contohnya
Perbedaan Platform Engineering dan DevOps
DevOps merupakan praktik yang menghubungkan tim development dan operations melalui kolaborasi dan automasi dalam proses software development.
Sementara itu, platform engineering membangun platform internal yang menyediakan tools, infrastruktur, dan workflow yang dapat digunakan developer secara self-service.
Keduanya dapat digunakan bersama. DevOps mengatur cara tim development dan operations bekerja, sedangkan platform engineering menyediakan platform untuk mempermudah proses tersebut.
Misalnya, platform engineering menyediakan CI/CD pipeline dan environment yang diperlukan secara self-service untuk mendukung proses development dan deployment. Maka, DevOps menjalankan proses development dan operations dengan memanfaatkan platform tersebut.
Baca juga: IT Headhunter DevOps Engineer untuk Menemukan Talenta IT Terbaik Bagi Perusahaan
Dukung Kebutuhan Platform Engineering dengan IT Talent IDstar
Platform engineering membantu perusahaan menyederhanakan proses development melalui platform internal yang menyediakan kebutuhan teknis developer secara lebih terstruktur.
Untuk menerapkannya, perusahaan membutuhkan keahlian teknis yang sesuai, termasuk DevOps serta pengelolaan infrastruktur IT.
IDstar menyediakan IT talent DevOps serta IT Infrastructure & Support untuk mendukung kebutuhan perusahaan.
IT talent IDstar dapat mendukung kebutuhan seperti:
- Menjaga operasional infrastruktur IT.
- Mengurangi downtime melalui penanganan kendala.
- Membangun automated pipeline.
- Mendukung software delivery yang cepat dan andal.
Didukung oleh jaringan 1.200+ IT talent, 600+ talent yang telah ditempatkan, dan dipercaya oleh 80+ enterprise customers, IDstar siap melengkapi kebutuhan tim untuk mendukung platform engineering dengan IT talent yang tepat.
References:
CIO. “The enterprise AI race will be won by platform teams, not prompt engineers.” 2026.
Forbes. “The Real ROI Of Platform Engineering Is Less Coordination, Not More Tooling.” 2026.
Google Cloud. “Is your platform ready for 2025? New research on platform engineering reveals the secret to success.” 2025.



