Human error dapat menyebabkan berbagai gangguan operasional, mulai dari kesalahan proses kerja hingga downtime yang berdampak pada biaya dan produktivitas perusahaan.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, perusahaan perlu memahami penyebab human error serta menerapkan prosedur kerja, monitoring, dan pengelolaan operasional yang terstruktur.
Apa Itu Human Error?
Menurut definisi umum, human error adalah kesalahan yang dilakukan oleh manusia, baik dalam tindakan, keputusan, maupun dalam proses berpikir.
Human error dapat dibagi ke dalam tiga tipe berdasarkan:
- Skill-based error: kesalahan karena keterampilan belum matang atau kurang teliti.
- Rule-based error: kesalahan saat mengikuti prosedur yang salah atau keliru interpretasi prosedur.
- Knowledge-based error: kesalahan dalam situasi baru akibat kurangnya pengetahuan atau pengalaman.
Tidak hanya pekerja baru, bahkan profesional sekalipun bisa melakukan kesalahan. Human error bukan soal “siapa” yang melakukan, melainkan “bagaimana sistem, proses, dan lingkungan kerja dirancang”.
Baca juga: Cara Mengatasi Human Error dalam Bisnis Paling Ampuh!
Dampak Human Error bagi Perusahaan
Human error dapat memengaruhi kualitas pekerjaan hingga mengganggu kelancaran operasional perusahaan. Berikut beberapa dampak yang perlu diperhatikan.
1. Penurunan Kualitas Pekerjaan
Menurut Wijayanti et al. (2025), tinjauan literatur pada proses manufaktur menunjukkan bahwa 70–90% cacat kualitas berkaitan dengan human error.
Kesalahan dalam menjalankan prosedur atau mengoperasikan peralatan dapat menurunkan kualitas hasil pekerjaan dan meningkatkan kebutuhan perbaikan.
2. Downtime dan Gangguan Operasional
Human error seperti kesalahan konfigurasi, pengoperasian sistem, atau pelaksanaan prosedur dapat menyebabkan gangguan operasional IT hingga downtime.
Menurut Atlassian, incident management membantu tim IT mengidentifikasi, menangani, dan memulihkan layanan yang mengalami gangguan.
Dalam penerapan Managed Services, pengelolaan insiden tersebut dapat didukung melalui monitoring dan penanganan gangguan berdasarkan Service Level Agreement (SLA).
3. Peningkatan Biaya Operasional
Kesalahan kerja yang berulang dapat meningkatkan biaya perbaikan, pengerjaan ulang, serta penggunaan sumber daya tambahan.
Menurut Health and Safety Executive (HSE), perusahaan perlu mengelola risiko human error melalui identifikasi faktor penyebab dan penerapan langkah pengendalian yang sesuai.
Pendekatan tersebut membantu perusahaan mengurangi potensi kesalahan berulang dan biaya tambahan yang ditimbulkannya.
Apa Penyebab Human Error Sering Terjadi?
Kejadian human error sering kali bukan karena kecerobohan individu, melainkan akibat desain sistem dan kondisi kerja. Beberapa faktor utama:
- Tugas berulang dengan beban mental atau fisik tinggi yang meningkatkan kemungkinan slip / lapse.
- Prosedur yang kompleks atau kurang jelas yang meningkatkan risiko mistake atau misinterpretasi.
- Tekanan waktu atau target tinggi yang memicu keputusan cepat dan kompromi kualitas, terutama dalam kondisi deadline.
- Lingkungan kerja tidak mendukung (ergonomi buruk, distractor, beban kerja tinggi) yang memperbesar kemungkinan kesalahan.
- Kurangnya pelatihan, dokumentasi, atau sistem kontrol yang memadai yang membuat proses sensitif human error.
Penelitian reliability di sektor manufaktur menunjukkan bahwa kombinasi faktor seperti desain tugas buruk + kondisi kerja tidak mendukung + prosedur lemah membuat human error hampir tak terhindarkan (Torres, 2021).
Contoh Industri yang Sering Mengalami Human Error
Human error dapat terjadi di berbagai sektor industri dengan penyebab dan dampak yang berbeda. Berikut beberapa contohnya dalam aktivitas operasional.
1. Industri Manufaktur
Di manufaktur, human error sering muncul pada entri data produksi, pencatatan stok, atau kontrol kualitas.
Sebagai contoh, human error terjadi ketika salah input jumlah bahan baku, atau keliru memasukkan spesifikasi komponen.
2. Bank & Fintech
Di sektor keuangan, human error bisa terjadi saat teller atau staf melakukan input transaksi, perhitungan, alias verifikasi identitas.
Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal, mulai dari salah transfer, pencatatan ganda, atau melanggar aturan compliance.
3. Retail / E-commerce
Dalam retail atau e-commerce, human error sering muncul di entri data pesanan, input harga, stok, atau pengolahan pesanan.
Misalnya salah input stok, salah harga, atau kesalahan picking & packing. Kesalahan ini bisa menyebabkan pelanggan kecewa, retur, atau kerugian margin.
4. Operasional Back-Office & Compliance
Banyak human error terjadi di bagian back-office: data entry, dokumentasi, pelaporan, compliance.
Kesalahan seperti salah kirim email, keliru mengunggah file sensitif, atau kelalaian prosedur menjadi sumber kebocoran data, penundaan proses, atau pelanggaran regulasi.
Baca juga: Sektor Mana yang Membutuhkan Digitalisasi? Mengapa?
Cara Mencegah Human Error
Untuk mengurangi risiko human error dalam operasional bisnis, perusahaan dapat menerapkan beberapa strategi pencegahan sebagai berikut.
1. Analisis Proses & Identifikasi Potensi Error
Lakukan audit terhadap seluruh workflow dan petakan langkah mana yang paling rawan human error.
Analisis seperti ini membantu perusahaan melihat titik kritis yang biasanya tersembunyi di aktivitas harian, terutama pekerjaan repetitif atau penuh variabel.
Dengan memahami pola kesalahan, Anda dapat melakukan redesign proses sehingga kompleksitas berkurang dan risiko error menurun secara signifikan.
2. Pelatihan Rutin & Standarisasi Prosedur
Pelatihan berkala membantu seluruh tim menguasai SOP dan best practices secara konsisten, terutama saat proses bisnis mengalami perubahan.
Standarisasi prosedur memastikan seluruh anggota tim bekerja dengan cara yang seragam, sehingga peluang kesalahan karena interpretasi berbeda bisa ditekan.
Dengan dokumentasi yang jelas dan mudah diakses, karyawan dapat merujuk kembali proses yang benar tanpa harus menebak atau mengandalkan ingatan semata.
3. Automasi Tugas Repetitif dengan IT Outsourcing & AI Automation
Pekerjaan repetitif seperti input data, validasi formulir, atau pengecekan rutin adalah jenis tugas paling rentan human error dan paling ideal untuk dialihkan ke automasi.
Dengan solusi RPA atau automation, perusahaan dapat menurunkan kesalahan ketik, salah input, dan step yang terlewat, sekaligus meningkatkan akurasi proses hingga mendekati 100%.
Bagi perusahaan yang ingin mempercepat transformasi digital, model IT outsourcing dari talenta berpengalaman juga dapat mempercepat implementasi tanpa beban rekrutmen dan training internal.
4. Monitoring dan Evaluasi Operasional
Monitoring dan evaluasi berkala membantu perusahaan mendeteksi kesalahan, mengidentifikasi penyebabnya, serta menentukan langkah perbaikan sebelum masalah berulang.
Dalam operasional IT, proses ini dapat mencakup pemantauan sistem, pencatatan insiden, hingga evaluasi waktu penanganan gangguan.
Penerapan Managed Services dapat membantu perusahaan menjalankan monitoring dan penanganan insiden secara terstruktur, dengan waktu respons dan penyelesaian yang mengacu pada Service Level Agreement (SLA).
5. Ciptakan Budaya Kesadaran & Lingkungan Kerja Sehat
Lingkungan kerja yang mendukung, mulai dari ergonomi, manajemen beban kerja, hingga komunikasi, berperan besar dalam menurunkan risiko human error.
Ketika karyawan merasa aman untuk melaporkan kesalahan tanpa takut disalahkan, perusahaan lebih mudah mengidentifikasi masalah dan memperbaikinya sejak dini.
Budaya ini bukan hanya meningkatkan keselamatan kerja, tetapi juga memperkuat keterlibatan dan rasa tanggung jawab seluruh tim terhadap kualitas.
Kurangi Risiko Human Error bersama IDstar
Human error dapat berdampak pada kualitas pekerjaan, biaya, dan kelancaran operasional perusahaan.
Oleh karena itu, diperlukan langkah pencegahan melalui standardisasi proses, automasi, serta pengelolaan operasional yang terstruktur.
Sebagai penyedia solusi teknologi, IDstar menghadirkan layanan Managed Services, IT Outsourcing, dan AI Automation untuk membantu perusahaan:
- Mengelola operasional IT secara lebih terstruktur melalui Managed Services.
- Mendukung kebutuhan tenaga ahli IT melalui layanan IT Outsourcing.
- Mengotomatisasi pekerjaan repetitif untuk mengurangi risiko kesalahan manual melalui AI Automation.
- Meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi dan pengelolaan proses kerja.


