Layanan keuangan semakin banyak dilakukan secara digital, mulai dari pembukaan rekening hingga akses layanan pembayaran.
Perusahaan perlu memastikan identitas pengguna secara akurat sekaligus memberikan proses yang praktis.
Verifikasi biometrik dapat menjadi bagian dari proses verifikasi identitas untuk mendukung digital onboarding dan berbagai tahap customer journey.
Penerapannya juga dapat membantu proses verifikasi identitas secara lebih praktis, terutama ketika layanan dilakukan secara jarak jauh.
Apa Itu Verifikasi Biometrik?
Verifikasi biometrik adalah proses memverifikasi identitas seseorang menggunakan karakteristik biologis, seperti wajah atau sidik jari.
Dalam layanan keuangan, teknologi ini dapat digunakan untuk membandingkan karakteristik biometrik pengguna dengan informasi identitas yang telah didaftarkan.
Salah satu penerapannya adalah pada digital onboarding, seperti pembukaan rekening secara online.
Pengguna dapat mengirimkan dokumen identitas dan melakukan verifikasi wajah untuk membantu memastikan bahwa identitas tersebut sesuai dengan orang yang melakukan proses pendaftaran.
Peran Verifikasi Biometrik dalam Digital Onboarding Layanan Keuangan
Verifikasi biometrik dapat digunakan pada beberapa tahap digital onboarding. Penerapannya dapat mencakup beberapa proses sebagai berikut:
1. Pembukaan Rekening Digital
Calon nasabah dapat melakukan pembukaan rekening secara online dengan mengisi data, mengunggah dokumen identitas, dan melakukan verifikasi wajah.
Proses tersebut membantu perusahaan memastikan bahwa identitas yang digunakan dalam pendaftaran sesuai dengan pengguna yang melakukan onboarding.
2. Registrasi Layanan Finansial
Verifikasi identitas dapat digunakan ketika pengguna mendaftarkan layanan finansial digital, seperti e-wallet.
Proses ini membantu perusahaan memastikan identitas pengguna sebelum memberikan akses ke layanan yang membutuhkan verifikasi identitas.
3. Memastikan Kehadiran Pengguna
Liveness detection dapat digunakan untuk memastikan bahwa proses verifikasi dilakukan oleh orang yang benar-benar hadir.
Teknologi ini membantu mendeteksi upaya verifikasi menggunakan foto, video, atau representasi wajah lainnya.
4. Verifikasi pada Aktivitas Tertentu
Setelah proses onboarding selesai, verifikasi identitas dapat digunakan kembali pada aktivitas yang membutuhkan pemeriksaan tambahan.
Dengan demikian, identity verification dapat menjadi bagian dari beberapa tahap customer journey layanan keuangan sesuai kebutuhan dan tingkat risiko.
Manfaat Verifikasi Biometrik bagi Layanan Keuangan
Penerapan verifikasi biometrik dapat membantu perusahaan meningkatkan keamanan dan efisiensi proses layanan keuangan. Beberapa manfaatnya adalah sebagai berikut:
1. Memperkuat Keamanan Identitas
Verifikasi biometrik membantu memastikan bahwa pengguna yang melakukan proses verifikasi sesuai dengan identitas yang didaftarkan.
Hal ini dapat membantu mengurangi risiko penggunaan identitas yang tidak sesuai dalam proses onboarding dan layanan digital.
2. Mempercepat Digital Onboarding
Verifikasi identitas dapat dilakukan secara digital tanpa selalu membutuhkan pemeriksaan secara langsung.
Bagi perusahaan, proses ini dapat membantu mempercepat pembukaan rekening dan registrasi layanan sekaligus mengurangi proses pemeriksaan manual.
3. Mengurangi Risiko Identity Fraud
Face comparison dan liveness detection dapat digunakan untuk memeriksa kesesuaian identitas dan memastikan keberadaan pengguna selama proses verifikasi.
Lapisan tersebut dapat membantu mengurangi risiko penggunaan identitas palsu atau manipulasi dalam proses onboarding.
4. Mendukung Kepatuhan Regulasi
Verifikasi biometrik dapat mendukung pemenuhan ketentuan verifikasi identitas dalam layanan keuangan.
Dalam POJK 21 Tahun 2023, bank yang menyediakan layanan digital wajib melakukan identifikasi dan verifikasi nasabah atau calon nasabah, termasuk menerapkan faktor biometrik “something you are” dalam verifikasi elektronik tertentu.
Penerapan biometrik dapat menjadi salah satu mekanisme untuk mendukung proses verifikasi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
5. Meningkatkan Customer Experience
Proses verifikasi yang dapat dilakukan secara online membantu pengguna menyelesaikan proses pendaftaran dengan lebih praktis.
Hal ini penting bagi layanan keuangan digital karena onboarding menjadi salah satu tahap awal dalam customer journey pengguna.
6. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Automated identity verification dapat mengurangi kebutuhan pemeriksaan identitas secara manual untuk proses yang dilakukan dalam volume tinggi.
Perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya operasional untuk aktivitas yang membutuhkan pemeriksaan dan pengambilan keputusan lebih lanjut.
7. Mendukung Skalabilitas Layanan
Ketika jumlah pengguna dan permintaan layanan meningkat, proses verifikasi digital dapat membantu perusahaan menangani volume onboarding yang lebih besar dengan proses yang konsisten.
Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Payment Fraud Pada Bisnis Digital?
Contoh Penerapan Verifikasi Biometrik dalam Customer Journey Layanan Keuangan
Verifikasi biometrik dapat digunakan sejak tahap pendaftaran hingga aktivitas tertentu setelah pengguna memiliki akses layanan. Beberapa contoh penerapannya adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan Rekening Secara Online
Calon nasabah ingin membuka rekening melalui aplikasi tanpa datang ke kantor cabang.
Data identitas dikumpulkan, dokumen diverifikasi, kemudian pengguna melakukan verifikasi wajah. Hasil verifikasi dapat digunakan sebagai bagian dari proses sebelum rekening dibuat.
2. Registrasi E-Wallet
Pengguna ingin membuat akun e-wallet untuk mengakses layanan seperti pembayaran, transfer, atau remitansi.
Identity verification dapat digunakan untuk memastikan identitas pengguna sebelum akun dan layanan finansial diaktifkan.
3. Verifikasi untuk Aktivitas Sensitif
Nasabah yang sudah memiliki akun dapat melakukan aktivitas tertentu yang membutuhkan pemeriksaan identitas tambahan.
Verifikasi biometrik dapat digunakan sebagai lapisan tambahan sebelum aktivitas tersebut dilanjutkan sesuai dengan tingkat risiko dan kebijakan perusahaan.
4. Layanan Keuangan Jarak Jauh
Beberapa layanan keuangan perlu melakukan verifikasi terhadap pengguna yang tidak dapat hadir secara langsung.
Verifikasi identitas secara digital dapat membantu perusahaan menjalankan proses tersebut dari jarak jauh sekaligus memberikan akses layanan yang lebih praktis bagi pengguna.
Teknologi yang Mendukung Verifikasi Biometrik
Biometrik merupakan faktor “something you are” yang menggunakan karakteristik fisik untuk membantu memverifikasi identitas. Teknologi ini dapat didukung oleh beberapa komponen berikut:
1. ID Document Recognition
Teknologi ini digunakan untuk membaca dan mengekstrak informasi dari dokumen identitas secara otomatis.
Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari proses verifikasi identitas pengguna.
2. Face Comparison
Face comparison membandingkan wajah pengguna dengan foto pada dokumen identitas untuk melihat kesesuaiannya.
Hasil pencocokan dapat digunakan sebagai salah satu indikator dalam proses verifikasi.
3. Liveness Detection
Liveness detection membantu memastikan bahwa pengguna yang melakukan verifikasi merupakan orang yang benar-benar hadir.
Teknologi ini dapat membantu mendeteksi penggunaan foto, video, atau representasi wajah lainnya dalam proses verifikasi.
4. Device Risk Control
Device risk control dapat digunakan sebagai lapisan tambahan untuk menilai risiko dari perangkat yang digunakan dalam proses verifikasi.
Penilaian ini dapat membantu perusahaan menerapkan tingkat keamanan yang sesuai dengan karakteristik dan risiko aktivitas.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Implementasi Verifikasi Biometrik
Penerapan verifikasi biometrik perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan customer journey. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Tentukan Tahap Verifikasi
Tentukan pada tahap mana identity verification diperlukan, seperti saat pembukaan rekening, registrasi layanan, atau aktivitas tertentu setelah onboarding.
2. Sesuaikan dengan Tingkat Risiko
Kebutuhan verifikasi dapat berbeda berdasarkan jenis layanan dan aktivitas. Proses dengan risiko lebih tinggi dapat membutuhkan lapisan verifikasi tambahan.
3. Perhatikan Customer Experience
Proses verifikasi perlu mudah dipahami dan dilakukan agar pengguna dapat menyelesaikan onboarding dengan lancar.
4. Pastikan Integrasi dengan Sistem Existing
Solusi verifikasi perlu dapat terhubung dengan aplikasi dan sistem yang sudah digunakan perusahaan agar proses berjalan sesuai workflow yang ada.
5. Perhatikan Perlindungan Data
Data identitas dan biometrik perlu dikelola dengan mekanisme keamanan yang sesuai serta memperhatikan kebutuhan regulasi dan perlindungan data yang berlaku.
6. Pertimbangkan Lokasi dan Data Residency
Lokasi server perlu dipertimbangkan untuk menentukan di mana data identitas dan biometrik diproses serta regulasi atau yurisdiksi yang berlaku.
Perusahaan juga perlu memastikan pengaturan data residency, transfer data lintas negara, dan kebijakan penyimpanan sesuai dengan kebutuhan bisnis dan regulasi yang berlaku.
Optimalkan Verifikasi Biometrik untuk Layanan Keuangan bersama IDstar
Verifikasi biometrik dapat memperkuat identity verification dalam berbagai tahap customer journey, terutama digital onboarding, sekaligus meningkatkan keamanan, efisiensi, dan pengalaman pengguna.
IDstar menyediakan solusi eKYC dari Tencent Cloud yang menggabungkan ID document recognition, liveness detection, dan face comparison untuk mendukung verifikasi identitas secara digital.
Beberapa kapabilitas yang dapat mendukung kebutuhan perusahaan meliputi:
- ID Document Recognition: membantu membaca dan mengekstrak informasi dari dokumen identitas.
- Face Comparison: mencocokkan wajah pengguna dengan foto pada dokumen identitas.
- Liveness Detection: membantu memastikan pengguna yang melakukan verifikasi merupakan orang yang benar-benar hadir.
- Device Risk Control: menambahkan lapisan penilaian risiko untuk kebutuhan keamanan tertentu.
Kapabilitas tersebut mendukung pembukaan rekening digital, registrasi e-wallet, dan verifikasi aktivitas keuangan, serta dapat diintegrasikan dengan layanan Tencent Cloud lainnya.
IDstar, sebagai partner resmi Tencent Cloud, siap membantu perusahaan menentukan kebutuhan, memilih skenario penggunaan, hingga mendukung integrasi dan implementasi solusi eKYC sesuai customer journey dan environment bisnis.
References:
Otoritas Jasa Keuangan. “POJK 21 Tahun 2023. Layanan Digital oleh Bank Umum.” 2023.
Tencent Cloud. “eKYC Documentation – Use Case.”
Finextra. “How can banks improve their onboarding processes?” 2025.



