Perangkat yang digunakan untuk bekerja dapat menjadi target malware yang berjalan secara diam-diam.
Salah satunya adalah spyware, jenis malware yang dapat memantau aktivitas dan mengumpulkan informasi dari perangkat tanpa diketahui pengguna.
Bagi perusahaan, keberadaan spyware dapat meningkatkan risiko pencurian credential, kebocoran informasi, hingga akses tidak sah ke sistem.
Maka dari itu, perusahaan perlu memahami cara kerja dan langkah pencegahan yang efektif.
Apa Itu Spyware?
Spyware adalah jenis malware yang dirancang untuk memantau aktivitas dan mengumpulkan informasi dari perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.
Data yang dikumpulkan dapat mencakup aktivitas internet, credential, pesan, hingga informasi lain yang tersimpan pada perangkat.
Berbeda dengan malware yang langsung menimbulkan kerusakan, spyware umumnya bekerja secara diam-diam di latar belakang.
Informasi yang dikumpulkan kemudian dapat dikirim kepada pihak yang tidak berwenang untuk berbagai tujuan, termasuk pencurian identitas atau fraud.
Dalam lingkungan perusahaan, spyware menjadi perhatian karena perangkat karyawan dapat menyimpan atau mengakses informasi bisnis, credential, dokumen internal, dan sistem perusahaan.
Baca juga: Brand Intelligence: Cara Melindungi Identitas Digital Perusahaan dari Ancaman Siber
Bagaimana Spyware Bekerja?
Serangan spyware umumnya berlangsung tanpa disadari pengguna. Secara sederhana, prosesnya dapat terjadi melalui beberapa tahap berikut:
1. Spyware Masuk ke Perangkat
Spyware dapat masuk melalui software yang tidak tepercaya, website berbahaya, atau attachment email yang mencurigakan.
Malware juga dapat menyamar sebagai software yang terlihat sah agar pengguna bersedia menginstalnya.
2. Berjalan Secara Diam-Diam
Setelah terpasang, spyware dapat berjalan di latar belakang tanpa menunjukkan tanda yang jelas.
Kondisi ini membuat pengguna dapat terus menggunakan perangkat tanpa menyadari adanya aktivitas berbahaya.
3. Mengumpulkan Informasi
Spyware kemudian dapat memantau aktivitas dan mengambil informasi tertentu, seperti credential, riwayat browsing, pesan, keystroke, screenshot, atau data lain yang tersedia pada perangkat.
4. Mengirimkan Data
Informasi yang berhasil dikumpulkan dapat dikirim kepada attacker atau pihak lain yang mengendalikan spyware.
Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk pencurian informasi, fraud, atau aktivitas berbahaya lainnya.
Jenis-Jenis Spyware
Spyware dapat memiliki fungsi yang berbeda bergantung pada informasi yang ingin dikumpulkan. Beberapa bentuk yang umum ditemukan adalah sebagai berikut:
1. Keylogger
Keylogger merekam aktivitas keyboard yang dilakukan pengguna, termasuk informasi seperti username dan password.
Misalnya, keylogger dapat merekam password saat pengguna login ke aplikasi perusahaan.
2. Password Stealer
Password stealer dirancang untuk mengambil credential yang tersimpan atau digunakan pada perangkat. Sebagai contoh, malware dapat mengambil password yang tersimpan di browser.
3. Banking Trojan
Banking trojan menargetkan informasi yang berkaitan dengan aktivitas finansial, seperti credential perbankan dan informasi transaksi.
Misalnya, malware dapat mencuri informasi login saat pengguna mengakses layanan perbankan.
4. System Monitor
System monitor dapat memantau berbagai aktivitas pada perangkat, seperti aplikasi yang digunakan, komunikasi, atau aktivitas internet.
Contohnya, spyware dapat merekam screenshot atau aktivitas pengguna pada perangkat.
5. Mercenary Spyware
Mercenary spyware dirancang untuk menargetkan individu atau organisasi tertentu dengan kemampuan pengawasan yang lebih canggih.
Bloomberg Technoz (2026) melaporkan bahwa jenis spyware ini dapat menggunakan zero-click attack, sehingga perangkat dapat menjadi target tanpa korban perlu mengeklik tautan atau membuka file terlebih dahulu.
Baca juga: Vulnerability Management: Proses, Jenis-Jenis, dan Contoh Penerapannya
Informasi Apa yang Dapat Dicuri Spyware?
Berikut beberapa jenis informasi yang dapat menjadi target spyware:
1. Credential
Spyware dapat merekam atau mengambil informasi login, seperti username dan password.
Credential yang diperoleh kemudian dapat digunakan untuk mencoba mengakses akun atau sistem perusahaan.
2. Aktivitas Online
Spyware dapat memantau aktivitas online pengguna, termasuk riwayat browsing, pencarian, dan website yang dikunjungi.
Informasi tersebut dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas dan kebiasaan pengguna.
3. Komunikasi
Bergantung pada kemampuannya, spyware dapat mengumpulkan informasi dari komunikasi pengguna, seperti email, pesan, atau bentuk komunikasi lain yang tersimpan pada perangkat.
4. Data dan Informasi Sensitif
Spyware juga dapat mengambil informasi yang tersimpan di perangkat, termasuk dokumen, data pribadi, maupun informasi bisnis.
Jika perangkat digunakan untuk pekerjaan, data yang terekspos dapat mencakup informasi internal perusahaan.
5. Aktivitas Perangkat
Beberapa spyware dapat merekam keystroke, mengambil screenshot, atau memantau aktivitas lain pada perangkat.
Kemampuan tersebut memungkinkan attacker memperoleh informasi mengenai aktivitas pengguna secara lebih detail.
Dampak Spyware bagi Perusahaan
Apabila spyware berhasil mengumpulkan informasi dari perangkat yang digunakan untuk bekerja, dampaknya dapat meluas ke lingkungan perusahaan seperti:
1. Kebocoran Data
Informasi perusahaan, pelanggan, atau karyawan yang dikumpulkan spyware dapat terekspos kepada pihak yang tidak berwenang.
2. Pencurian Credential
Credential yang berhasil dicuri dapat digunakan untuk mencoba mendapatkan akses ke akun, aplikasi, atau sistem perusahaan.
3. Gangguan Operasional
Spyware dapat memperlambat perangkat, menyebabkan aplikasi mengalami gangguan, atau membuat perangkat tidak bekerja secara normal.
Dalam lingkungan kerja, kondisi ini dapat menghambat karyawan saat mengakses aplikasi perusahaan, mengolah data, atau menjalankan pekerjaan sehari-hari.
4. Kerugian Finansial dan Reputasi
Pencurian data, penyalahgunaan credential, atau insiden keamanan lanjutan dapat menimbulkan biaya pemulihan sekaligus memengaruhi kepercayaan pelanggan dan partner.
Baca juga: Phishing Detection: Cara Mendeteksi, Mencegah, dan Melindungi Aset Digital
Ciri-Ciri Perangkat yang Terinfeksi Spyware
Spyware sering dirancang agar sulit diketahui. Namun, beberapa perubahan pada perangkat dapat menjadi indikasi adanya malware. Berikut beberapa ciri yang perlu diperhatikan:
1. Performa Menurun
Perangkat dapat menjadi lebih lambat, sering mengalami freezing, atau crash tanpa penyebab yang jelas.
Misalnya, aplikasi yang biasanya berjalan normal tiba-tiba membutuhkan waktu lebih lama untuk dibuka.
2. Muncul Perubahan yang Tidak Dikenal
File, pengaturan, atau aplikasi tertentu dapat berubah tanpa dilakukan oleh pengguna.
Contohnya, muncul aplikasi yang tidak pernah diinstal atau pengaturan perangkat berubah secara tiba-tiba.
3. Aktivitas Perangkat Tidak Wajar
Penggunaan resource atau aktivitas jaringan yang tidak biasa dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Misalnya, penggunaan internet meningkat meskipun perangkat tidak sedang menjalankan aktivitas online yang berat.
4. Aktivitas Akun Mencurigakan
Login atau aktivitas akun yang tidak dikenali dapat mengindikasikan credential telah dikompromikan, meskipun penyebabnya tidak selalu spyware.
Contohnya, terdapat login dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenali oleh pengguna.
Catatan: Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti perangkat terinfeksi spyware. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk menentukan penyebabnya.
Cara Mencegah Spyware pada Perusahaan
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan dalam pencegahan spyware:
1. Perbarui Sistem dan Aplikasi
Pembaruan membantu memastikan perangkat menggunakan versi dengan perbaikan keamanan terbaru.
Oleh karena itu, perusahaan perlu memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala.
2. Gunakan Software dari Sumber Tepercaya
Aplikasi sebaiknya diperoleh dari sumber resmi atau tepercaya. Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap software, file, atau tautan yang berasal dari sumber yang tidak dikenal.
3. Tingkatkan Awareness Karyawan
Karyawan perlu memahami risiko phishing, attachment mencurigakan, website berbahaya, dan software yang tidak tepercaya.
Awareness yang baik dapat membantu mengurangi risiko malware masuk melalui aktivitas pengguna.
4. Gunakan Proteksi Malware
Perusahaan dapat menggunakan antivirus atau solusi keamanan endpoint untuk membantu mendeteksi dan menangani malware, termasuk spyware.
5. Terapkan MFA dan Batasi Hak Akses
Multi-Factor Authentication (MFA) menambahkan lapisan verifikasi saat pengguna login.
Sementara itu, pembatasan hak akses dapat mengurangi dampak jika credential pengguna berhasil dikompromikan.
6. Gunakan Cyber Threat Intelligence
Cyber Threat Intelligence (CTI) membantu perusahaan memahami perkembangan malware, threat actor, credential exposure, dan teknik serangan yang dapat memengaruhi bisnis.
Salah satu solusi CTI adalah Cyble Cyber Threat Intelligence, yang memantau ancaman dari surface, deep, dan dark web untuk mendukung tindakan keamanan secara proaktif.
Cyber Threat Intelligence untuk Mengantisipasi Ancaman Spyware
Spyware dapat mencuri informasi, credential, dan aktivitas pengguna secara diam-diam, sehingga perusahaan perlu menggabungkan perlindungan perangkat dengan awareness, pengelolaan akses, dan pemantauan ancaman.
Untuk memperkuat perlindungan tersebut, perusahaan dapat memanfaatkan Cyber Threat Intelligence (CTI) untuk memahami malware, threat actor, dan perkembangan ancaman yang relevan.
IDstar menyediakan Cyble Cyber Threat Intelligence untuk membantu perusahaan memperoleh visibilitas terhadap ancaman dari surface, deep, dan dark web.
Solusi ini dapat membantu perusahaan untuk:
- memantau aktivitas threat actor
- mengidentifikasi emerging threats
- memperoleh informasi mengenai malware
- memantau credential exposure dan aktivitas ancaman
- mendukung pengambilan tindakan keamanan secara lebih proaktif
Melalui kemitraan sebagai authorized partner, IDstar menyediakan Cyble Cyber Threat Intelligence. Telah dipercaya oleh 80+ perusahaan serta didukung sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001, IDstar siap membantu perusahaan memperkuat keamanan digital.
References:
Bloomberg. “Seluk Beluk Mercenary Spyware: Canggih & Incar Target Spesifik.” 2026.
CISA. “Spyware Allows Cyber Threat Actors to Target Users of Messaging Applications.” 2025.
Cyble. “Cyber Threat Intelligence.”



