Phishing kini tidak hanya terjadi melalui email palsu, tetapi juga melalui website, domain, media sosial, hingga penyalahgunaan identitas brand.
Seperti dijelaskan dalam Tech Insider (2026), phishing memanfaatkan manipulasi untuk membuat korban percaya dan melakukan tindakan tertentu, seperti membuka tautan atau memberikan informasi sensitif.
Karena itu, perusahaan membutuhkan phishing detection untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan mengambil langkah mitigasi sebelum berdampak pada bisnis.
Apa Itu Phishing Detection?
Phishing detection adalah proses untuk mengidentifikasi aktivitas, aset digital, atau komunikasi yang berpotensi digunakan dalam serangan phishing.
Pendekatan ini membantu perusahaan mendeteksi ancaman eksternal seperti email palsu, fake website, malicious link, dan domain yang menyerupai identitas resmi perusahaan.
Dengan phishing detection, perusahaan dapat memperoleh visibilitas terhadap potensi risiko, menemukan ancaman lebih awal, dan menentukan langkah mitigasi yang tepat.
Cara Mendeteksi Phishing dengan Phishing Detection
Phishing detection dapat membantu perusahaan mengidentifikasi ancaman phishing melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi Indikasi Phishing
Tahap awal dilakukan dengan menemukan aset atau aktivitas digital yang memiliki karakteristik mencurigakan.
Indikasi tersebut dapat berupa domain yang menyerupai brand resmi, website palsu, URL berbahaya, maupun komunikasi yang menggunakan identitas perusahaan tanpa izin.
2. Menganalisis Risiko dan Konteks Ancaman
Setelah menemukan potensi ancaman, phishing detection membantu memberikan konteks mengenai risiko yang ditemukan.
Analisis dapat mencakup hubungan aset dengan perusahaan, pola serangan, sumber ancaman, hingga potensi dampaknya terhadap bisnis dan pengguna.
3. Melakukan Monitoring Secara Berkelanjutan
Ancaman phishing dapat berubah dengan cepat sehingga perusahaan membutuhkan monitoring berkelanjutan untuk menemukan aktivitas mencurigakan.
Monitoring membantu mendeteksi fake website, phishing campaign, atau penyalahgunaan identitas digital sebelum berkembang menjadi risiko yang lebih besar.
4. Mendukung Proses Mitigasi
Setelah ancaman teridentifikasi, perusahaan dapat menentukan tindakan mitigasi yang sesuai berdasarkan tingkat risikonya.
Tindakan tersebut dapat mencakup investigasi, pelaporan aset berbahaya, penghapusan konten palsu, atau pemberian peringatan kepada pihak terkait.
Baca juga: Bagaimana Digital Risk Protection Menghadapi Ancaman Siber?
Jenis Phishing yang Perlu Dideteksi Perusahaan
Phishing dapat muncul melalui berbagai channel digital dalam beberapa bentuk, sebagai berikut:
1. Email Phishing
Email phishing menggunakan pesan yang terlihat berasal dari pihak terpercaya untuk mengarahkan korban membuka link berbahaya, memberikan informasi sensitif, atau melakukan tindakan tertentu.
2. Website Phishing
Website phishing meniru tampilan website resmi, seperti menggunakan logo dan identitas visual perusahaan, untuk mencuri informasi pengguna.
3. Domain Phishing
Attacker membuat domain yang menyerupai domain resmi, seperti typo domain atau look-alike domain, untuk meningkatkan kredibilitas serangan.
4. Brand Impersonation Phishing
Phishing juga dapat memanfaatkan identitas brand melalui akun palsu, komunikasi tiruan, atau aset digital yang terlihat berasal dari perusahaan resmi.
Risiko Phishing bagi Perusahaan
Phishing dapat berdampak pada keamanan, reputasi, dan operasional perusahaan. Risiko utama dari serangan ini antara lain sebagai berikut:
1. Credential Theft
Phishing dapat digunakan untuk mencuri username, password, atau informasi autentikasi yang kemudian dimanfaatkan untuk mendapatkan akses tidak sah.
Credential yang diperoleh attacker dapat menjadi pintu masuk menuju sistem atau data perusahaan.
2. Data Exposure
Melalui phishing, attacker dapat memperoleh informasi sensitif seperti data pelanggan, dokumen internal, atau informasi bisnis.
Data tersebut dapat digunakan untuk aktivitas fraud maupun serangan lanjutan.
3. Kerusakan Reputasi Brand
Ketika identitas perusahaan digunakan dalam phishing, pelanggan dapat kehilangan kepercayaan terhadap brand.
Fake website, email palsu, atau komunikasi yang mengatasnamakan perusahaan dapat memberikan dampak negatif terhadap reputasi bisnis.
4. Financial Loss
Phishing dapat menyebabkan kerugian finansial melalui pembayaran palsu, manipulasi transaksi, maupun akses tidak sah terhadap akun bisnis.
Baca juga: Executive Impersonation: Risiko, Dampak dan Cara Mencegahnya
Contoh Penerapan Phishing Detection
Salah satu skenario phishing terjadi ketika attacker membuat website yang menyerupai halaman login resmi perusahaan untuk mencuri informasi pengguna.
Dalam kondisi ini, phishing detection membantu perusahaan:
1. Menemukan Website atau Domain Mencurigakan
Monitoring membantu mengidentifikasi aset digital yang menyerupai brand resmi dan berpotensi digunakan untuk phishing.
2. Menganalisis Potensi Ancaman
Threat intelligence membantu memahami tingkat risiko dan keterkaitan aset tersebut dengan aktivitas phishing.
3. Mendukung Mitigasi
Perusahaan dapat mengambil tindakan seperti melaporkan website palsu, melakukan takedown, atau memberikan peringatan kepada pengguna.
Baca juga: Brand Intelligence: Cara Melindungi Identitas Digital Perusahaan dari Ancaman Siber
Cara Mencegah Phishing Attack
Perusahaan membutuhkan pendekatan berlapis untuk mengurangi risiko phishing. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:
1. Meningkatkan Awareness Karyawan
Karyawan perlu memahami ciri-ciri komunikasi mencurigakan, terutama yang meminta informasi sensitif, pembayaran, atau akses tertentu.
Awareness membantu mengurangi risiko serangan yang memanfaatkan faktor manusia.
2. Melakukan Monitoring Aset Digital
Perusahaan perlu memantau bagaimana identitas brand dan aset digital digunakan di luar channel resmi.
Monitoring membantu menemukan fake website, domain tiruan, maupun aktivitas phishing yang mengatasnamakan perusahaan.
3. Menggunakan Threat Intelligence
Threat intelligence membantu perusahaan memahami pola serangan, sumber ancaman, dan indikator risiko.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan keamanan secara lebih proaktif.
Cyble Brand Intelligence untuk Mendeteksi Phishing dan Penyalahgunaan Brand
Phishing sering memanfaatkan identitas perusahaan untuk membangun kepercayaan korban. Karena itu, perusahaan membutuhkan visibilitas terhadap bagaimana brand digunakan di berbagai platform digital.
IDstar merupakan partner resmi Cyble dalam menghadirkan solusi Brand Intelligence untuk membantu perusahaan mendeteksi penyalahgunaan identitas digital.
Solusi ini membantu perusahaan:
- mendeteksi aset digital yang berpotensi digunakan untuk phishing
- memantau penyalahgunaan identitas brand
- memperoleh threat intelligence terkait potensi ancaman
- mendukung proses mitigasi risiko
Didukung oleh 7+ tahun pengalaman, 400+ proses bisnis yang berhasil diotomatisasi, 80+ enterprise customers, serta sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001, IDstar membantu perusahaan memperkuat perlindungan digital melalui solusi cybersecurity bersama Cyble.
References:
Cyble. “Brand Monitoring, Intelligence & Protection Solutions.”
News from Google. “How to spot scams, and what to do if you encounter one.” 2024.
Tech Insider. “How to Spot Phishing Scams in 2026: Red Flags.” 2026.



