Perangkat yang terhubung ke jaringan perusahaan dapat menjadi target computer worm, malware yang mampu menggandakan diri dan menyebar ke perangkat lain.
Seiring dengan maraknya perkembangan AI, kemampuan computer worm juga berpotensi berkembang.
Penelitian Guan et al. (2026) menunjukkan bahwa AI dapat memungkinkan computer worm menyesuaikan strategi serangan berdasarkan target yang ditemuinya.
Maka dari itu, perusahaan perlu memahami karakteristik dan risiko computer worm agar dapat menentukan strategi keamanan dan langkah mitigasi yang tepat.
Apa Itu Computer Worm?
Computer worm adalah jenis malware yang dapat menggandakan diri dan menyebar dari satu sistem ke sistem lain tanpa memerlukan interaksi pengguna.
Worm dapat memanfaatkan koneksi jaringan atau vulnerability untuk menemukan dan menginfeksi sistem lain.
Berbeda dari virus yang umumnya membutuhkan file atau program sebagai host, worm dapat beroperasi secara mandiri sehingga berpotensi menyebar lebih cepat, terutama pada jaringan dengan banyak perangkat.
Dalam sistem perusahaan, satu perangkat yang terinfeksi dapat menjadi titik awal penyebaran dan memperluas dampaknya terhadap jaringan maupun operasional.
Bagaimana Computer Worm Bekerja?
Computer worm dapat menyebar melalui beberapa cara. Secara umum, prosesnya dapat terjadi sebagai berikut:
1. Masuk ke Perangkat
Worm dapat masuk melalui vulnerability, file berbahaya, attachment email, atau koneksi jaringan yang tidak aman.
Beberapa worm memanfaatkan kelemahan pada sistem atau aplikasi untuk mendapatkan akses tanpa memerlukan tindakan pengguna.
2. Menggandakan Diri
Setelah berhasil masuk, worm membuat salinan dirinya sendiri. Proses ini menjadi karakteristik utama yang membedakannya dari banyak jenis malware lainnya.
3. Mencari Perangkat Lain
Worm kemudian dapat mencari perangkat atau sistem lain yang dapat menjadi target.
Pada jaringan perusahaan, proses ini memungkinkan malware berpindah dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
4. Menyebar dan Menjalankan Payload
Setelah menemukan target, worm dapat menyebar kembali dan menjalankan aktivitas tertentu.
Selain mereplikasi diri, beberapa worm dapat membawa malware lain, mencuri data, membuat backdoor, atau mengganggu jaringan.
Baca juga: Phishing Detection: Cara Mendeteksi, Mencegah, dan Melindungi Aset Digital
Jenis-Jenis Computer Worm
Computer worm dapat dikategorikan berdasarkan media atau lingkungan yang digunakan untuk menyebar. Beberapa jenisnya adalah sebagai berikut:
1. Network Worm
Network worm menyebar melalui jaringan dengan memanfaatkan vulnerability atau layanan yang terekspos.
Misalnya, worm dapat mengeksploitasi kelemahan pada satu server dan kemudian mencari perangkat lain yang memiliki kelemahan serupa.
2. Email Worm
Email worm menyebar melalui email dengan mengirimkan attachment atau tautan berbahaya.
Misalnya, akun yang telah terinfeksi dapat mengirimkan email berisi file berbahaya kepada kontak lain.
3. File-Sharing Worm
File-sharing worm memanfaatkan file yang dibagikan melalui jaringan atau platform berbagi file. Pengguna dapat terinfeksi ketika mengunduh atau menjalankan file yang telah disisipi worm.
4. Instant Messaging Worm
Instant messaging worm menyebar melalui aplikasi pesan dengan mengirimkan tautan atau file berbahaya kepada pengguna lain.
Apabila file atau tautan tersebut dibuka, worm dapat melanjutkan penyebarannya.
5. Cryptoworm
Cryptoworm merupakan worm yang dapat mengenkripsi data pada perangkat yang terinfeksi.
Jenis ini dapat dikaitkan dengan serangan ransomware karena menggabungkan kemampuan menyebar dengan aktivitas mengenkripsi data.
Baca juga: Apa Itu Typosquatting? Dampak dan Risiko Fake Domain bagi Brand
Apa Perbedaan Computer Worm dan Virus?
Computer worm dan virus sama-sama merupakan malware, tetapi keduanya memiliki perbedaan dalam cara menyebar. Perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut.
| Aspek | Computer Worm | Virus |
| Cara menyebar | Dapat menyebar secara otomatis | Umumnya membutuhkan interaksi pengguna |
| Ketergantungan | Tidak membutuhkan host file | Membutuhkan file atau program sebagai host |
| Penyebaran | Dapat berpindah antar perangkat melalui jaringan | Menyebar melalui file atau program yang terinfeksi |
| Kecepatan penyebaran | Dapat menyebar dengan cepat di jaringan | Bergantung pada penyebaran file yang terinfeksi |
Dengan demikian, perbedaan utama worm dan virus terletak pada cara penyebarannya.
Worm dapat menggandakan diri dan berpindah antar perangkat secara mandiri, sedangkan virus umumnya membutuhkan file atau program sebagai media penyebaran.
Dampak Computer Worm bagi Perusahaan
Computer worm dapat memberikan dampak yang lebih luas ketika berhasil menyebar di lingkungan perusahaan. Beberapa dampaknya adalah sebagai berikut:
1. Gangguan Jaringan
Worm dapat menggunakan bandwidth ketika menggandakan diri dan mencari perangkat lain. Aktivitas tersebut dapat memperlambat koneksi dan mengganggu akses ke sistem perusahaan.
2. Penyebaran Malware
Beberapa worm dapat membawa atau memasang malware lain, seperti spyware atau ransomware.
Akibatnya, satu infeksi dapat berkembang menjadi insiden keamanan yang lebih luas.
3. Kebocoran Data
Worm tertentu dapat mencuri informasi seperti password atau data pribadi. Jika perangkat terhubung dengan sistem perusahaan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terbukanya informasi bisnis.
4. Gangguan Operasional
Penyebaran worm dapat membuat perangkat atau aplikasi tidak bekerja secara normal.
Kondisi ini dapat menghambat pekerjaan karyawan dan proses bisnis yang bergantung pada sistem terdampak.
5. Biaya Pemulihan
Gangguan akibat computer worm dapat membuat perusahaan mengeluarkan biaya tambahan untuk memulihkan sistem dan mengembalikan operasional.
Biaya tersebut dapat mencakup isolasi perangkat, pemulihan sistem dan data, investigasi insiden, hingga penguatan keamanan setelah serangan.
Ciri-Ciri Perangkat yang Terinfeksi Computer Worm
Computer worm dapat berjalan tanpa diketahui pengguna. Berikut beberapa ciri yang perlu diperhatikan:
1. Performa Perangkat Menurun
Perangkat dapat menjadi lebih lambat karena worm menggunakan resource sistem untuk menggandakan diri atau menjalankan aktivitas lainnya.
2. Aktivitas Jaringan Tidak Wajar
Penggunaan jaringan yang meningkat tanpa aktivitas pengguna yang sesuai dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa.
Misalnya, perangkat terus mengirimkan traffic meskipun tidak sedang digunakan untuk aktivitas berat.
3. Muncul File atau Program Tidak Dikenal
Worm dapat membuat file atau program tertentu pada perangkat. Kemunculan file atau aplikasi yang tidak dikenali dapat menjadi salah satu indikasi adanya malware.
4. Aplikasi Sering Mengalami Gangguan
Perangkat yang terinfeksi dapat mengalami aplikasi yang crash, sistem yang tidak stabil, atau aktivitas program yang berjalan tanpa perintah pengguna.
5. Perangkat Lain Ikut Mengalami Gangguan
Apabila beberapa perangkat dalam jaringan mengalami masalah serupa dalam waktu berdekatan, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya malware yang menyebar melalui jaringan.
Cara Mencegah Computer Worm
Mencegah computer worm membutuhkan kombinasi antara perlindungan perangkat dan pemantauan ancaman. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan:
1. Perbarui Sistem dan Aplikasi
Perusahaan perlu memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala untuk mengurangi risiko vulnerability yang dapat dimanfaatkan worm.
Patch keamanan sebaiknya diterapkan terutama pada sistem yang terhubung ke jaringan.
2. Gunakan Proteksi Endpoint
Antivirus dan solusi endpoint security dapat membantu mendeteksi serta menangani aktivitas malware pada perangkat.
Untuk lingkungan perusahaan, perlindungan endpoint juga dapat membantu tim security mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan.
3. Amankan Jaringan
Pengamanan jaringan dapat membantu membatasi penyebaran malware antar perangkat.
Perusahaan dapat menerapkan firewall, segmentasi jaringan, dan kontrol akses sesuai kebutuhan.
4. Tingkatkan Awareness Karyawan
Perusahaan perlu memberikan kewaspadaan kepada karyawan terkait risiko attachment, tautan, dan file yang tidak dikenal.
Pemahaman tersebut dapat membantu karyawan mengenali aktivitas mencurigakan dan mengurangi peluang malware masuk melalui aktivitas pengguna.
5. Batasi Hak Akses
Hak akses sebaiknya diberikan sesuai kebutuhan pengguna dan perangkat. Pembatasan ini dapat membantu mengurangi dampak jika satu akun atau perangkat berhasil dikompromikan.
6. Lakukan Backup Secara Berkala
Backup membantu perusahaan memulihkan data jika worm menyebabkan kerusakan atau kehilangan data.
Backup juga perlu diuji secara berkala untuk memastikan data dapat dipulihkan ketika dibutuhkan.
7. Terapkan Cyber Threat Intelligence (CTI)
Perusahaan dapat menerapkan Cyber Threat Intelligence (CTI) untuk memahami perkembangan malware, vulnerability, dan aktivitas threat actor yang berpotensi menargetkan lingkungan perusahaan.
Informasi tersebut membantu tim security mengidentifikasi risiko dan menentukan langkah mitigasi yang lebih tepat.
Baca juga: Cyber Threat Intelligence Platform: Peran dan Manfaatnya untuk Melindungi Aset Digital Perusahaan
Cyber Threat Intelligence untuk Mengantisipasi Computer Worm
Computer worm dapat memanfaatkan vulnerability dan berbagai jalur penyebaran untuk menjangkau perangkat lain.
Perusahaan perlu melindungi endpoint dan jaringan sekaligus memahami malware, threat actor, vulnerability, dan perkembangan ancaman yang relevan dengan Cyber Threat Intelligence (CTI).
IDstar menyediakan solusi CTI oleh Cyble untuk memberikan visibilitas terhadap ancaman dari surface, deep, hingga dark web.
Dengan Cyble CTI, perusahaan dapat:
- Memantau malware dan perkembangan ancaman.
- Memantau threat actor dan aktivitas adversary.
- Mengidentifikasi emerging threats yang berpotensi berdampak pada bisnis.
- Memperoleh actionable intelligence untuk mendukung keputusan keamanan.
Telah dipercaya oleh 80+ perusahaan, serta dukungan sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001, IDstar siap membantu perusahaan memperkuat keamanan digital melalui kemitraan resmi Cyble.
References:
Cyble. “What Is A Computer Worm?”
Guan et. al. “AI Agents Enable Adaptive Computer Worms.” 2026.
Scientific American. “Scientists just built a powerful AI computer worm that learns as it spreads.” 2026.




