agent
×

Bagaimana Digital Risk Protection Menghadapi Ancaman Siber?

Home / All Articles / Cybersecurity / Bagaimana Digital Risk Protection Menghadapi Ancaman Siber?
Bagaimana Digital Risk Protection Menghadapi Ancaman Siber?

Di era digital, perusahaan perlu mengelola lebih banyak aset online, sekaligus juga menghadapi risiko yang muncul di lingkungan external. 

Website, domain, media sosial, aplikasi, hingga layanan digital dapat menjadi target penyalahgunaan seperti brand impersonation, fake website, phishing, dan data exposure.

Digital Risk Protection dapat membantu perusahaan memahami risiko tersebut dengan memberikan visibilitas terhadap ancaman eksternal serta mendukung tindakan mitigasi sebelum berdampak pada bisnis.

Apa Itu Digital Risk Protection?

Digital Risk Protection (DRP) adalah pendekatan cybersecurity yang membantu perusahaan mengidentifikasi, memantau, dan mengurangi risiko digital dari luar lingkungan internal organisasi.

Menurut OECD (2022), digital security risk mencakup proses mengidentifikasi, menilai, dan menangani risiko keamanan digital yang dapat memengaruhi aktivitas bisnis.

Dalam konteks ini, DRP membantu perusahaan meningkatkan visibilitas terhadap risiko eksternal seperti brand impersonation, fake domain, phishing, data exposure, dan aset digital berbahaya. 

Sehingga, perusahaan dapat memahami potensi ancaman di luar perimeter keamanan tradisional dan mengambil langkah mitigasi secara lebih proaktif.

Manfaat Digital Risk Protection bagi Perusahaan

Digital Risk Protection membantu perusahaan mengelola risiko digital secara lebih terstruktur melalui beberapa manfaat utama sebagai berikut:

1. Meningkatkan Visibilitas terhadap Risiko Digital

DRP membantu perusahaan memahami bagaimana aset digital dan identitas mereka muncul di luar lingkungan resmi.

Dengan visibilitas yang lebih baik, perusahaan dapat menemukan potensi risiko yang sebelumnya sulit terlihat melalui monitoring internal.

2. Mengurangi Risiko Brand Abuse

Brand impersonation, fake website, dan akun digital palsu dapat memengaruhi kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.

DRP membantu mendeteksi penyalahgunaan identitas digital sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan sebelum risiko berdampak lebih besar terhadap reputasi.

3. Mendukung Deteksi Ancaman Lebih Cepat

Risiko digital dapat berkembang dengan cepat, terutama ketika attacker menggunakan informasi publik atau aset digital palsu untuk menjalankan serangan.

Dengan monitoring berkelanjutan, DRP membantu perusahaan mengenali indikasi ancaman lebih awal.

4. Membantu Pengambilan Keputusan Keamanan

DRP dapat menemukan risiko hingga memberikan konteks mengenai potensi dampak dan relevansi ancaman.

Informasi tersebut membantu tim keamanan menentukan prioritas tindakan berdasarkan tingkat risiko.

Contoh Penerapan Digital Risk Protection 

Salah satu ancaman siber yang masih sering terjadi adalah phishing, yaitu serangan yang memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap brand untuk mencuri informasi atau melakukan tindakan berisiko.

Dilansir dari BBC (2026), pelanggan dari salah satu platform agen travel online (OTA) ternama, dijadikan target phishing oleh attacker dengan memanfaatkan akun akomodasi yang telah dikompromikan untuk mengirimkan pesan palsu yang terlihat terpercaya.

Kasus ini menunjukkan bahwa risiko digital dapat muncul dari penyalahgunaan identitas brand dan channel komunikasi yang dipercaya pelanggan.

Melalui Digital Risk Protection, perusahaan dapat mendeteksi potensi penyalahgunaan identitas digital, memahami risiko, dan menentukan langkah mitigasi yang tepat. 

Proses ini dilakukan melalui beberapa tahapan utama yang akan dijelaskan berikut ini.

Cara Kerja Digital Risk Protection

Digital Risk Protection menggabungkan monitoring, threat intelligence, dan analisis risiko untuk membantu perusahaan mengidentifikasi serta mengelola risiko digital, sebagai berikut:

1. Digital Asset Discovery

Tahap awal DRP dilakukan dengan menemukan aset digital yang berkaitan dengan perusahaan di internet.

Aset tersebut dapat mencakup domain, website, media sosial, aplikasi, dan sumber digital lainnya.

2. External Risk Monitoring

Setelah aset ditemukan, DRP melakukan monitoring terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menunjukkan penyalahgunaan.

Monitoring dapat mencakup fake domain, phishing campaign, brand impersonation, dan aktivitas mencurigakan lainnya.

3. Risk Analysis

Informasi yang ditemukan kemudian dianalisis untuk memahami tingkat risiko dan dampaknya terhadap perusahaan.

Analisis membantu perusahaan menentukan ancaman mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih dahulu.

4. Mitigation Support

Setelah risiko ditemukan, perusahaan dapat mengambil tindakan seperti investigasi, penghapusan aset palsu, atau koordinasi dengan pihak terkait.

Baca juga: External Attack Surface Management: Fungsi, Manfaat, dan Contohnya

Perbandingan Digital Risk Protection dan Solusi Cybersecurity Lainnya

Setiap solusi cybersecurity memiliki fokus perlindungan yang berbeda. Perbandingan antara Digital Risk Protection dan pendekatan lainnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Pendekatan Fokus Utama Risiko yang Dipantau Peran
Digital Risk Protection Risiko digital eksternal secara menyeluruh Brand abuse, phishing, fake domain, data exposure Memberikan visibilitas terhadap external digital risk
Brand Protection Perlindungan identitas brand Brand impersonation, fake website, fake account Menjaga reputasi dan kepercayaan terhadap brand
Dark Web Monitoring Risiko dari sumber underground Credential leak, data exposure Menemukan informasi sensitif yang tersebar
External Attack Surface Management Aset digital yang terlihat dari internet Internet-facing assets, exposed services Memahami external exposure
Cyber Threat Intelligence Threat landscape dan aktivitas attacker Threat actor, attack pattern, indicators Memberikan konteks ancaman
Application Security Keamanan aplikasi Vulnerability aplikasi dan API Mengurangi risiko pada aplikasi

 

Pada tabel tersebut, Digital Risk Protection berperan untuk melengkapi solusi cybersecurity lain dengan memperluas visibilitas terhadap risiko digital eksternal. 

Kombinasi berbagai pendekatan cybersecurity dapat membantu perusahaan memahami ancaman secara lebih menyeluruh.

Baca juga: Cyber Threat Intelligence Platform: Peran dan Manfaatnya untuk Melindungi Aset Digital Perusahaan

Cyble Digital Risk Protection untuk Mengelola Risiko Digital Perusahaan

Perusahaan membutuhkan visibilitas yang lebih luas untuk memahami bagaimana brand, data, dan aset digital mereka digunakan di luar lingkungan resmi.

Sebagai partner resmi Cyble, IDstar dapat membantu perusahaan melalui Cyble Digital Risk Protection untuk mendeteksi, menganalisis, dan mengelola risiko digital eksternal.

Melalui solusi ini, perusahaan dapat:

  • mendeteksi brand impersonation, fake domain, dan phishing
  • memantau potensi digital exposure
  • memperoleh threat intelligence mengenai risiko digital
  • menentukan langkah mitigasi berdasarkan konteks ancaman

Didukung oleh 7+ tahun pengalaman, 400+ proses bisnis yang berhasil diotomatisasi, serta sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001, IDstar siap membantu perusahaan Anda memperkuat perlindungan identitas digital melalui Digital Risk Protection dari Cyble.

References:

BBC. “Booking.com customers warned of ‘reservation hijacking’ after hack.” 2026.

Cyble. Brand Monitoring, Intelligence, & Protection Solutions.

OECD. “Recommendation of the Council on Digital Security of Critical Activities.” 2022.

FAQ

1. Apa itu Digital Risk Protection (DRP)?

Digital Risk Protection (DRP) adalah pendekatan cybersecurity yang membantu perusahaan mengidentifikasi, memantau, dan mengurangi risiko digital dari luar lingkungan internal, seperti brand impersonation, fake domain, phishing, dan data exposure.

2. Mengapa perusahaan membutuhkan Digital Risk Protection?

Perusahaan membutuhkan DRP untuk meningkatkan visibilitas terhadap risiko digital eksternal, mendeteksi potensi ancaman lebih awal, melindungi identitas brand, serta mengambil tindakan mitigasi sebelum risiko berdampak pada bisnis.

3. Apa saja risiko yang dapat dicegah dengan Digital Risk Protection?

Digital Risk Protection membantu perusahaan menghadapi risiko seperti brand impersonation, fake website, phishing, fake domain, data exposure, dan penyalahgunaan aset digital yang dapat memengaruhi keamanan maupun reputasi perusahaan.

4. Bagaimana cara kerja Digital Risk Protection?

DRP bekerja melalui proses digital asset discovery, external risk monitoring, risk analysis, dan mitigation support untuk menemukan aset digital, memantau potensi penyalahgunaan, menganalisis risiko, serta membantu menentukan tindakan mitigasi.

5. Apa perbedaan Digital Risk Protection dan Brand Protection?

Digital Risk Protection memiliki cakupan yang lebih luas dengan memantau berbagai risiko digital eksternal seperti phishing, fake domain, data exposure, dan brand abuse. Sementara itu, brand protection lebih berfokus pada perlindungan identitas brand dari penyalahgunaan seperti website atau akun palsu.

Share:
IDstar insights