Marketing Automation: Cara Kerja, Manfaat, dan Contohnya

marketing automation gambar

IDstar IT Consulting Jakarta – Sebagai pemilik bisnis atau tim marketing, kehadiran marketing automation tentu sangat membantu. Tugas-tugas yang dulunya dilakukan secara manual kini bisa dibantu dengan teknologi marketing automation.

Tentu saja, hadirnya teknologi ini bisa mengefisiensikan pekerjaan tim marketing dan memberikan dampak yang signifikan pada penjualan bisnis.

Artikel ini akan membahas pengertian marketing automation, bagaimana manfaat dan cara kerjanya, hingga contoh implementasi marketing automation pada bisnis. Baca artikelnya, yuk!

Apa itu Marketing Automation

Marketing automation atau otomatisasi pemasaran adalah proses mengotomatisasikan beberapa proses marketing yang dulunya dilakukan secara manual demi meningkatkan efisiensi dan penjualan.

Dilansir dari Hubspot dan Gartner, marketing automation diartikan software yang menjalankan proses otomatisasi bisnis yang meliputi membantu pemasar dengan segmentasi pelanggan, manajemen data pelanggan, dan kampanye.

Definisi ini menekankan aspek penting dari marketing automation, yaitu pengotomatisasi tugas pemasaran, manajemen data pelanggan, segmentasi, dan kemampuan untuk menjalankan kampanye yang ditargetkan dan efisien.

Manfaat Marketing Automation

Manfaat marketing automation bisnis
Manfaat marketing automation bisnis

Manfaat penerapan marketing automation pada bisnis cukup beragam dan signifikan, membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas strategi pemasaran secara keseluruhan. Berikut adalah penjelasan rinci terkait manfaatnya:

1. Peningkatan Efisiensi

Manfaat utama marketing automation adalah untuk meningkatkan efisiensi. Ya, dengan mengotomatisasi tugas-tugas rutin seperti pengiriman email, posting media sosial, dan segmentasi audiens, marketing automation membebaskan waktu tim pemasaran untuk fokus pada strategi dan kreativitas. Ini mengurangi beban kerja manual dan mempercepat proses pemasaran.

2. Personalisasi Pelanggan Tingkat Tinggi

Marketing pasti cerminannya adalah target pelanggan. Nah, dengan data yang dikumpulkan, bisnis dapat menyesuaikan pesan dan konten untuk masing-masing pelanggan spesifik. Dengan penyesuaian audiens, tentu saja akan meningkatkan relevansi dan resonansi kampanye dengan audiens target.

3. Lead Nurturing yang Lebih Efektif

Marketing automation memungkinkan bisnis untuk memelihara prospek/leads secara otomatis dengan memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat, memandu mereka melalui funnel penjualan.

Teknologi ini akan membantu membangun hubungan yang lebih kuat dengan prospek pelanggan dengan menyediakan informasi yang relevan dan tepat waktu, yang pada akhirnya dapat meningkatkan konversi mereka menjadi pelanggan.

4. Segmentasi Audiens yang Akurat

Memahami audiens dengan baik adalah tombak tim marketing untuk membuat konten, campaign, atau metode promosinya. Namun seringkali tim marketing tidak punya waktu atau kesulitan untuk membagi target audiensnya secara spesifik.

Nah, dengan marketing automation, proses segmentasi ini menjadi lebih mudah dan akurat, berkat kemampuan sistem untuk mengumpulkan dan menganalisis data besar tentang perilaku dan preferensi pelanggan.

Ingin menerapkan marketing automation dalam bisnis Anda? Konsultasikan segera pada Tim Kami. Kami akan memberikan rekomendasi teknologi paling tepat yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Klik di Sini untuk Terhubung.

5. Analitik dan Pelaporan yang Mendalam

Analitik dan pelaporan yang mendalam merupakan hal penting dalam marketing, dengan analitik yang baik, tim marketing bisa nengetahui seberapa efektif kampanye yang sudah dijalankan dan apa keputusan selanjutnya.

Nah, kemampuan analitik dan pelaporan yang mendalam yang disediakan oleh marketing automation tools memainkan peran penting dalam strategi pemasaran yang sukses, memungkinkan bisnis untuk mengukur, menganalisis, dan meningkatkan upaya pemasaran mereka secara berkelanjutan.

6. Peningkatan Keterlibatan Pelanggan

Dengan komunikasi yang relevan dan tepat waktu, pelanggan merasa lebih terhubung dengan brand kita, yang dapat meningkatkan loyalitas dan nilai seumur hidup pelanggan.

Dengan adanya marketing automation, memungkinkan brand kita lebih terlibat aktif kepada pelanggan melalui komunikasi yang relevan, personal, dan tepat waktu, yang dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

7. Pengelolaan Lead yang Efisien

Marketing automation membantu dalam mengidentifikasi dan mengelola prospek yang berkualitas, memastikan upaya pemasaran difokuskan pada prospek yang paling mungkin untuk dikonversi.

8. Pengurangan Biaya

Dengan meningkatkan efisiensi dan mengurangi kebutuhan untuk sumber daya manual, marketing automation dapat mengurangi biaya operasional secara keseluruhan.

Alat-alat ini memungkinkan bisnis untuk meningkatkan upaya pemasaran mereka tanpa perlu meningkatkan secara proporsional jumlah tim.

9. Memperkuat Kolaborasi Tim

Dengan menyatukan data pemasaran dan penjualan, marketing automation memperkuat kolaborasi antar tim, yang mengarah pada upaya pemasaran yang lebih terkoordinasi dan efektif.

Baca juga: 9 Teknologi Meningkatkan Produktivitas Kerja, Cocok untuk Bisnis

Cara Kerja Marketing Automation

Cara kerja marketing automation
Cara kerja marketing automation

Cara kerja marketing automation melibatkan beberapa langkah dan komponen utama untuk mengotomatisasi dan mengoptimalkan berbagai aspek pemasaran. Berikut adalah gambaran umum dari prosesnya:

Pengumpulan Data

Sistem marketing automation mulai dengan mengumpulkan data tentang prospek dan pelanggan. Ini termasuk data demografis, perilaku online, interaksi dengan email, dan sebagainya. Data ini sering dikumpulkan melalui berbagai saluran seperti website, email, media sosial, dan CRM.

Integrasi dengan Platform Lain

Marketing automation sering diintegrasikan dengan sistem lain seperti CRM, platform media sosial, dan alat analitik. Ini memungkinkan pertukaran data yang mulus dan memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang pelanggan.

Segmentasi Audiens

Berdasarkan data yang dikumpulkan, sistem dapat membagi audiens ke dalam segmen berdasarkan kriteria tertentu seperti usia, lokasi, perilaku pembelian, dll. Pembagian segmen ini membantu tim marketing dalam menargetkan komunikasi pemasaran secara lebih efektif.

Pembuatan Kampanye

Pengguna sistem dapat membuat kampanye otomatis, yang dapat berupa email, pesan media sosial, iklan online, dan lain-lain. Kampanye ini dapat dipersonalisasi berdasarkan data yang dikumpulkan dan segmen audiens.

Namun, perlu diingat untuk tetap melakukan pemantauan selama pembuata kampanye menggunakan teknologi demi menghindari kesalahan penyampaian poin kampanye.

Trigger dan Workflow

Kampanye biasanya diatur berdasarkan ‘triggers’ atau kondisi tertentu. Misalnya, seorang pengunjung website yang mengisi formulir mungkin secara otomatis menerima serangkaian email tertentu. Workflow otomatis ini menjalankan tugas berdasarkan logika if-then (jika ini terjadi, maka lakukan itu).

Pelacakan dan Analisis

Setelah kampanye diluncurkan, sistem melacak interaksi pelanggan dengan kampanye tersebut, seperti membuka email, mengklik tautan, dan mengunjungi halaman web. Data ini kemudian dianalisis untuk menilai efektivitas kampanye.

Optimisasi

Berdasarkan analisis, pemasar dapat melakukan penyesuaian pada kampanye untuk meningkatkan kinerja. Ini dapat termasuk mengubah isi pesan, waktu pengiriman, atau segmen audiens.

Pengelolaan Lead dan Nurturing

Sistem juga membantu dalam mengelola prospek (leads) dan memelihara mereka melalui funnel penjualan dengan memberikan konten yang relevan dan tepat waktu untuk mendorong mereka menjadi pelanggan.

Personalisasi

Tingkat lanjut dari marketing automation melibatkan personalisasi yang sangat terfokus, di mana setiap prospek atau pelanggan menerima komunikasi yang sangat relevan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan minat mereka.

Pengulangan dan Skalabilitas

Setelah sistem diatur, ia dapat diulang dan diskalakan, memungkinkan bisnis untuk secara efisien menjangkau audiens yang lebih besar tanpa peningkatan signifikan dalam sumber daya atau tenaga kerja.

Baca juga: Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan Ampuh

Contoh Marketing Automation

Contoh marketing automation
Contoh marketing automation

Setelah mengetahui apa saja manfaat dan bagaimana cara kerjanya, sekarang kita bahas soal contoh penerapan marketing automation pada bisnis.

E-commerce – Email Abandoned Cart

Dalam e-commerce, marketing automation sering digunakan untuk mengirimkan email kepada pelanggan yang telah menambahkan produk ke keranjang belanja tetapi belum menyelesaikan pembelian.

Email ini dapat dikirim secara otomatis beberapa jam atau hari setelah keranjang ditinggalkan, seringkali dengan penawaran khusus atau pengingat tentang produk yang ditinggalkan.

B2B (Business-to-Business) – Lead Nurturing

Perusahaan B2B menggunakan marketing automation untuk memelihara prospek melalui funnel penjualan. Misalnya, setelah calon pelanggan mengisi formulir di situs web, mereka menerima serangkaian email yang menyediakan informasi berguna dan relevan tentang produk atau layanan, seringkali disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mereka yang teridentifikasi melalui interaksi mereka dengan website.

Media Sosial – Posting Otomatis dan Interaksi

Alat otomatisasi memungkinkan bisnis untuk menjadwalkan dan menerbitkan posting di berbagai platform media sosial. Ini menghemat waktu dan memastikan konsistensi dalam pemasaran online. Beberapa sistem juga dapat menanggapi komentar atau pertanyaan dasar secara otomatis.

Pemasaran Konten – Distribusi dan Promosi

Marketing automation dapat digunakan untuk mendistribusikan konten secara otomatis ke audiens yang relevan. Misalnya, ketika sebuah artikel baru diposting di blog perusahaan, sistem dapat secara otomatis mengirimkan pemberitahuan melalui email kepada pelanggan atau memposting tautan di media sosial.

Personalisasi Website

Sistem otomatisasi dapat menyesuaikan konten yang ditampilkan di situs web berdasarkan data pengunjung. Misalnya, jika seorang pengunjung telah menunjukkan minat dalam produk tertentu, situs web dapat secara otomatis menampilkan konten atau rekomendasi produk yang terkait saat mereka mengunjungi lagi.

Segmentasi Email Marketing

Berdasarkan data perilaku dan preferensi pelanggan, bisnis dapat menggunakan marketing automation untuk mengirim email yang sangat disegmentasi. Ini berarti pelanggan atau prospek menerima komunikasi yang disesuaikan dengan minat dan perilaku pembelian mereka.

Pengukuran dan Optimasi Kampanye

Alat ini menyediakan analitik canggih yang memungkinkan bisnis untuk mengukur kinerja kampanye mereka secara real-time dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas.

Pengelolaan Ulasan dan Testimoni

Otomatisasi dapat digunakan untuk meminta ulasan atau testimoni dari pelanggan setelah pembelian atau interaksi layanan, membantu dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas online.

Event Marketing

Untuk acara seperti webinar atau konferensi, marketing automation dapat digunakan untuk mengelola pendaftaran, pengiriman email pengingat, dan tindak lanjut pasca-acara.

Up-selling dan Cross-selling

Sistem ini dapat mengidentifikasi peluang untuk up-selling atau cross-selling berdasarkan riwayat pembelian pelanggan dan perilaku browsing, mengirimkan tawaran yang relevan pada waktu yang tepat.

Yuk, cari tahu bagaimana IDStar dapat membantu bisnis Anda.

Hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan Anda, sekarang juga!

pexels-photo-3182812-1024x683_11zon

Share

IDStar Insights

Related Insights

Send Message
Chat with us
Hi IDstar! I want to know more about your services