Software Tester: Tugas, Gaji, dan Potensi Karirnya

Software Tester: Gaji, Skill, dan Potensi Karirnya

IDStar, IT Consulting Jakarta – Pernah mendengar istilah software tester? Ya, tahu kah kamu bahwa software tester merupakan profesi yang menjadi incaran anak generasi milenial saat ini.

Mengapa tidak? Perkembangan teknologi memungkinkan para perusahaan berbondong-bondong mencari tenaga kerja IT yang banyak berurusan dengan perangkat lunak atau aplikasi. Di sinilah peran Software tester diperlukan.

Artikel ini akan menjelaskan secara tuntas terkait tugas seorang software tester, apa saja tools yang biasa digunakan, bagaimana cara menjadi software tester, hingga potensi karier dan gaji software tester.

Bagi kamu yang ingin tahu soal profesi ini, langsung saja baca artikel selengkapnya!

Pengertian Software Tester

apa itu software tester
apa itu software tester

Software tester adalah seorang profesional yang bertanggungjawab untuk menguji kelayakan software atau perangkat lunak sebelum diluncurkan menjadi sebuah produk jadi.

Pengujian tersebut dilakukan demi mengidentifikasi apakah software yang dikembangkan sudah sesuai dengan keinginan atau kelayakan yang telah ditentukan.

Aplikasi atau perangkat lunak yang dikembangkan bisa saja mengalami bug semasa pengembangan yang luput dari mata para software developer. Nah, di sinilah peran software engineer sebagai tester untuk meyakinkan apakah perangkat lunak atau aplikasi yang dibuat sudah oke.

Ingin berkarir menjadi software tester? Input CVmu lewat karir page IDStar. Kamu juga bisa langsung menghubungi contact us kami dan menanyakan ketersediaan lowongan kerja software tester, ya!

Potensi Karir Software Tester

potensi karir software tester
potensi karir software tester

Menurut U.S. Bureau of Labor Statistics, keseluruhan pekerjaan Software Development, Quality Assurance, dan  Softwre Tester diperkirakan akan tumbuh 25 persen dari tahun 2022 hingga 2032, jauh lebih cepat dari rata-rata untuk semua pekerjaan.

Diperkirakan akan ada sekitar 153.900 pembukaan untuk pengembang perangkat lunak, analis jaminan kualitas, dan tester setiap tahun, rata-rata, selama dekade tersebut​.

Baca juga: Gaji dan Potensi Karier Software Engineer di Indonesia

Tugas dan Tanggung Jawab Software Tester

Job desk software tester tentunya sangat beragam. Mungkin kamu membayangkan bahwa seorang software tester hanya bertugas menguji apa yang sudah dikerjakan software developer? Tidak salah memang, tapi ada detail pekerjaan yang ternyata dilakukan oleh software tester yang lain.

Dilansir dari salah satu Linkedin, pekerjaan software engineer adalah dijelaskan gambar berikut:

contoh tugas software tester
Contoh tugas software tester (Linkedin)

Melansir dari remotehub, berikut adalah beberapa tugas sebagai software tester:

  1. Berkolaborasi dengan tim proyek untuk menentukan lingkup pengujian, tujuan, dan strategi, serta membuat rencana pengujian yang rinci
  2. Bertanggung jawab untuk mendesain kasus uji yang memvalidasi fungsionalitas dan fitur perangkat lunak, serta mengeksekusi kasus uji tersebut
  3. Mendokumentasikan dan melaporkan defek yang ditemukan kepada tim pengembangan menggunakan alat pelacakan bug.
  4. Melakukan pengujian regresi untuk memastikan bahwa pembaruan baru tidak mempengaruhi fungsionalitas yang ada
  5. Menilai responsivitas, skalabilitas, dan stabilitas perangkat lunak di bawah berbagai beban kerja dan kondisi
  6. Menilai kompatibilitas perangkat lunak dengan sistem operasi, browser, perangkat, dan lingkungan jaringan yang berbeda
  7. Mengevaluasi resistensi perangkat lunak terhadap akses yang tidak sah, pelanggaran data, dan kerentanan keamanan potensial
  8. Melibatkan pengguna akhir untuk memastikan bahwa perangkat lunak memenuhi harapan dan persyaratan mereka
  9. Mempertahankan dokumentasi rinci dari semua kasus uji, hasil pengujian, dan defek
  10. Terus memperbarui keterampilan dan pengetahuan untuk tetap relevan di bidang yang terus berkembang ini.

Cara Menjadi Software Tester

gambar cara menjadi software tester
cara menjadi software tester

Apa yang harus dilakukan untuk berkarir sebagai software tester?

1. Memiliki pengetahuan soal software development

Jika kamu masih bersekolah di jenjang SMA, langkah terbaik adalah mengambil kuliah atau pendidikan formal untuk jurusan IT. Kamu akan dihadapkan dengan berbagai macam proses sehingga akhirnya memiliki pemahaman kuat soal software development.

Namun, jika kamu adalah seorang fresh graduate yang tidak memiliki background IT tapi ingin menjadi software tester, maka kamu bisa menempuh berbagai cara.

  • Belajar otodidak, ada banyak platform yang bisa kamu manfaatkan seperti Youtube untuk belajar soal software development
  • Mencari mentor, kamu perlu banyak bergaul dan memperluas koneksi. Mencari mentor yang bisa membimbingmu bisa membuat kamu paham dengan cepat soal software development. Kamu bisa mencari mentor di ADPList.

2. Paham dasar pemrograman dan algoritma

Paham bagaimana dasar pemrograman dan algoritma adalah langkah penting untuk menjadi software tester. Mengapa? Meskipun tidak semua perusahaan mengharuskan, tapi dengan mengetahui bahasa pemrograman, kamu memiliki nilai plus di mata perusahaan.

Tak hanya sekedar mengetes software, kamu akan tahu apa penyebabnya dan bagaimana langkah solvingnya. Sehingga, kamu bisa lebih lancar berkomunikasi dengan tim software developer.

3. Mengikuti pelatihan sertifikasi

Pelatihan dan sertifikasi itu penting. Dengan mengikuti pelatihan seperti bootcamp, kamu tidak hanya memiliki pengetahuan yang kamu tahu sebelumnya. Kamu akan mendapatkan berbagai pandangan dari mentor dan peserta pelatihan lainnya.

Nah, meskipun misalnya kamu sudah sarjana atau mengenyam pendidikan formal IT, tidak ada salahnya untuk tetap rutin mengikuti pelatihan agar wawasan kamu bertambah seiring berjalan waktu.

4. Miliki portofolio yang relevan

Bisa kah yang tidak memiliki background IT menjadi software engineer? Bagiamana cara mendapatkan portofolionya? Tenang saja, portfoloio di sini tidak harus yang berkaitan dengan software tester, kok. Kamu cukup mengetahui bidang atau flow bisnis.

Misalnya, kamu berpengalaman kerja di bidang investasi, kamu paham bisnis flow-nya, pahami bagaimana cara kerja aplikasi di bidang tersebut. Jika sudah paham seluk-beluknya, kamu jadi lebih mudah untuk memetakan portofolionya.

Misalnya, kamu menemukan bug dalam aplikasi, kamu bisa mendokumentasikan bug tersebut ke dalam dokumen disertai penjelasan bug-nya serta solusinya seperti apa. Ya, sesimpel itu.

Kamu pun bisa melakukan testing manual untuk aplikasi perusahaan lain, seperti aplikasi Gojek, carilah bug yang ada, dokumentasikan, dan jadikan portfolio.

5. Pelajari berbagai tools pendukung

Nah, untuk membantumu menjadi seorang software tester, kamu bisa mempelajari beberapa tools penting yang digunakan oleh penguji perangkat lunak. Kamu bisa menggunakan tools seperti automation testing, test management tools, dan lainnya.

Di bawah tulisan ini akan kami jelaskan beberapa tools penting pendukung pekerjaan seorang software tester. Tidak perlu menguasai semuanya, cukup beberapa yang kamu bisa jadikan acuan untuk memulai karir software tester. Pelajari tools tersebut melalui tutorial di Youtube atau coba-coba sendiri.

Baca juga: Peluang Karir QA Engineer Serta Gaji & Tugasnya

Tools Software Tester

Sebagai seorang software tester, Anda mungkin akan menggunakan berbagai tools untuk membantu dalam proses pengujian. Beberapa tools yang umum dan penting dalam dunia software testing meliputi:

1. Automation testing tools

Selenium: Alat open-source yang banyak digunakan untuk otomatisasi browser web.

QTP/UFT: Alat otomatisasi komersial dari Micro Focus yang mendukung berbagai lingkungan.

TestComplete: Alat otomatisasi GUI yang mendukung berbagai scripting languages dan aplikasi web.

2. Performance testing tools

LoadRunner: Alat komersial untuk pengujian kinerja dan beban.

JMeter: Alat open-source untuk pengujian performa dan beban, lebih banyak digunakan untuk aplikasi web.

Gatling: Alat pengujian beban berbasis Scala.

3. Test management tools

TestRail: Alat manajemen tes yang menyediakan pelacakan untuk pengujian manual dan otomatis.

JIRA: Meskipun lebih dikenal sebagai alat pelacakan isu, JIRA juga sering digunakan untuk manajemen tes.

qTest: Platform manajemen tes yang menyediakan integrasi dengan alat otomatisasi lain.

4. Bug tracking tools

Bugzilla: Alat pelacakan bug open-source yang populer.

MantisBT: Sistem pelacakan masalah berbasis web lainnya.

Redmine: Alat manajemen proyek dan pelacakan isu.

5. API testing tools

Postman: Alat populer untuk pengujian API.

SoapUI: Alat khusus untuk pengujian layanan web SOAP dan REST.

6. Security testing tools

OWASP ZAP: Alat pengujian keamanan aplikasi web open-source.

Nessus: Alat pemindaian kerentanan.

Wireshark: Alat analisis jaringan yang juga dapat digunakan untuk pengujian keamanan.

7. Mobile testing tools

Appium: Alat otomatisasi pengujian untuk aplikasi seluler.

Espresso: Kerangka kerja pengujian UI untuk aplikasi Android.

XCTest: Kerangka kerja pengujian untuk aplikasi iOS.

8. Continuous integration/continuous deployment tools

Jenkins: Alat CI/CD open-source yang banyak digunakan.

Travis CI: Layanan CI/CD yang terintegrasi dengan GitHub.

GitLab CI/CD: Sistem CI/CD yang terintegrasi dengan GitLab.

9. Cross-browser testing tools

Sauce Labs: Menyediakan platform untuk pengujian browser lintas-platform.

BrowserStack: Alat pengujian lintas-browser dan lintas-platform.

10. Version control systems

Git: Sistem kontrol versi yang banyak digunakan.

SVN: Apache Subversion, sistem kontrol versi lainnya.

Ada banyak tools yang digunakan seperti yang dijelaskan di atas. Namun, tidak semua tools harus dikuasai, kok. Semua tergantung kebutuhan dan kebijakan perusahaan. Bagi yang belum mengetahui salah satu di atas, kamu bisa belajar otodidak dengan mencoba versi trial-nya atau melihat tutorialnya di Youtube.

Gaji Software Tester Indonesia

gaji software tester
gaji software tester

Mungkin kamu bertanya-tanya, dari tugas dan tanggungjawab yang begitu banyak, berapa gaji software tester di Indonesia? Nah, berdasarkan informasi yang dilansir dari Glasdoor, estimasi gaji software tester di Indonesia berada di rentang Rp11.000.000 hingga Rp33.000.000.

Nah, nominal pasti dari rentang gaji tersebut akan disesuaikan dengan banyak faktor, seperti pengalaman kandidat, industri, lokasi, hingga kemampuan perusahaan.

Itulah penjelasan mengenai software tester, bagaimana potensi karirnya, tools apa yang sering digunakan, cara meraih karirnya, potensi hingga prospek gajinya. Kebayang kan? Bagi kamu yang ingin menjadi software tester, kamu bisa menghubungi kami dan menanyakan ketersediaan lowongan kerja software tester.

Cari Tempat Kerja sekaligus Tempat Berkembang?

Yuk, cari lowongan IT sesuai dengan minat dan bakatmu dan jadilah bagian dari Star Talent bersama IDstar!

pexels-photo-3182812-1024x683_11zon

Share

IDStar Insights

Related Insights

Send Message
Chat with us
Hi IDstar! I want to know more about your services