Transformasi Digital di Bidang Kesehatan, Apa Saja?

contoh transformasi digital kesehatan

IDstar, IT Consulting Indonesia: Transformasi digital saat ini sudah merambah ke berbagai bidang, terutama di industri kesehatan. Ya, hal ini diungkap oleh Kementerian Kesehatan yang saat ini sedang progresif untuk melakukan transformasi digital dengan mengadopsi teknologi terkini demi efisiensi di bidang kesehatan.

Nah, artikel ini akan menjadi referensi tambahan yang menyajikan informasi tentang apa itu transformasi digital di bidang kesehatan, dan apa saja contoh teknologi yang sudah diadopsi di bidang kesehatan saat ini.

Kami juga akan memberikan saran untuk menerapkan teknologi RPA (robotic process automation) untuk membantu mengotomatisasi berbagai tugas yang sifatnya rutin demi meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelayanan.

Apa Itu Transformasi Digital di Bidang Kesehatan?

Transformasi digital di bidang kesehatan adalah proses mengintegrasikan teknologi digital ke dalam semua aspek layanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas perawatan, dan pengalaman pasien.

Proses ini melibatkan perubahan yang signifikan dari sistem tradisional atau manual ke solusi yang lebih berbasis teknologi. Dengan melakukan transformasi digital di bidang kesehatan bisa mengubah cara layanan kesehatan disampaikan dan dikelola.

Beberapa manfaat yang pasti akan dirasakan jika mengimplementasikan teknologi di bidang kesehatan adalah:

1. Peningkatan Akses:

Dengan transformasi digital, akses ke layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan cepat, sangat membantu bagi mereka yang berada di daerah pedesaan atau terisolasi.

2. Kualitas Perawatan Lebih Tinggi:

Penggunaan teknologi digital memungkinkan para profesional kesehatan menyediakan perawatan yang lebih akurat, responsif, dan disesuaikan dengan kebutuhan individu.

3. Efisiensi yang Lebih Besar:

Adopsi teknologi digital berkontribusi pada peningkatan efisiensi dalam penyediaan layanan kesehatan, mengurangi waktu menunggu dan biaya operasional.

4. Kolaborasi yang lebih masif:

Transformasi digital mendukung kolaborasi yang lebih erat dan efektif antara anggota tim kesehatan, memfasilitasi pertukaran informasi dan koordinasi dalam penanganan pasien.

Baca juga: Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan

Penerapan Teknologi di Bidang Kesehatan

transformasi digital kesehatan

Contoh teknologi di bidang kesehatan lumayan banyak. Saat ini, beberapa pelayanan kesehatan telah banyak mengadopsi teknologi demi memperlancar proses transformasi digitalnya.

Berikut kami berikan contoh dan penjelasan mengenai teknologi di bidang kesehatan yang dilansir dari sumber terpercaya Kementerian Kesehatan dan dipadukan dengan sumber lainnya:

1. Implementasi AI dan Machine Learning

AI dan Machine Learning menjadi topik perbincangan utama dalam dunia kedokteran modern. Melalui AI, proses diagnosa penyakit menjadi lebih akurat dan cepat. Misalnya, AI bisa menganalisis citra radiologi untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker.

Begitu juga dalam pengembangan obat-obatan, AI bak ilmuwan yang rajin, menelusuri perpustakaan data kimia dan biologis untuk menemukan kombinasi yang mungkin berhasil untuk menemukan formula obat yang baru.

Tak hanya itu, personalisasi perawatan medis menjadi lebih mudah berkat kehadiran AI. Bagaikan penasihat kesehatan pribadi, menyesuaikan terapi berdasarkan profil genetik dan kebutuhan individu pasien. Misalnya, dalam perawatan kanker, AI bisa merekomendasikan kombinasi obat yang paling efektif untuk jenis kanker tertentu berdasarkan profil genetik tumor.

2. Elektronic Health Records (EHR)

Sistem Rekam Medis Elektronik (EHR) adalah sebuah evolusi besar dalam cara kita menyimpan data kesehatan. EHR memastikan bahwa informasi kesehatan pasien tersedia dengan cepat dan akurat. Seperti memiliki perpustakaan medis digital di ujung jari, di mana setiap catatan pasien dapat diakses dalam hitungan detik.

Keberadaan EHR membuat koordinasi perawatan antara dokter dan pasien menjadi lebih lancar. Bayangkan saja, seorang dokter dapat dengan mudah mengakses riwayat medis lengkap pasien sebelum menentukan langkah perawatan. Ini tidak hanya menghemat waktu tetapi juga meningkatkan keselamatan pasien, mengurangi risiko kesalahan medis.

Pemantauan kesehatan jangka panjang juga menjadi lebih efisien dengan EHR. Misalnya, dalam pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes, dokter dapat dengan mudah melacak perubahan kondisi pasien dari waktu ke waktu, membantu dalam menyesuaikan perawatan yang diperlukan.

Selain itu, EHR menjadi sumber data berharga untuk pengambilan keputusan berbasis data. Dengan analisis data dari EHR, para profesional kesehatan dapat mengidentifikasi tren kesehatan, mengevaluasi efektivitas perawatan, dan membuat keputusan terinformasi untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan.

3. Wearable Health Technology

Wearable Health Technology, membuka babak baru dalam pemantauan kesehatan sehari-hari. Perangkat seperti smartwatch dan fitness trackers bukan lagi sekadar alat untuk melacak aktivitas fisik atau memberikan notifikasi pesan. Kini, teknologi ini berfungsi sebagai asisten kesehatan pribadi yang terus menerus memonitor indikator kesehatan vital seperti detak jantung, tekanan darah, dan tingkat oksigen dalam darah.

Dengan perkembangan teknologi ini, individu dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjaga kesehatan mereka. Misalnya, seseorang dengan kondisi jantung dapat memantau detak jantungnya selama berolahraga untuk memastikan mereka berada dalam zona aman.

Lebih lanjut, data yang dikumpulkan oleh perangkat ini bisa sangat berguna bagi profesional kesehatan. Dokter dapat melihat data historis pasien, memberikan mereka wawasan mendalam tentang kesehatan jangka panjang pasien, yang membantu dalam merancang rencana perawatan yang lebih efektif dan personal.

4. Kehadiran VR dan AR

VR dan AR sangat membantu untuk pelatihan dan simulasi medis, teknologi ini memberikan pengalaman belajar yang mendalam bagi para profesional kesehatan. Teknologi ini menciptakan lingkungan imersif yang memungkinkan para dokter, perawat, dan profesional kesehatan lainnya untuk berlatih dan mengalami skenario medis nyata dalam setting virtual.

Bayangkan saja, VR memungkinkan para dokter untuk berlatih prosedur bedah kompleks tanpa risiko terhadap pasien nyata. Ini bukan hanya tentang melihat dan mendengar apa yang terjadi di sekitar, tetapi juga tentang merasakan pengalaman itu – dari memegang instrumen bedah hingga merasakan tekanan saat melakukan sayatan.

5. Internet of Medical Things

Bagi yang baru dengar, teknologi ini memang bekerja hampir menyerupai AI dan Machine Learning. Teknologi ini akan mengirimkan sinyal keterbacaan secara real time kepada dokter dan memungkinkan dapat menganalisa lebih dalam.

Misalnya, sebuah alat pengukur tekanan darah di rumah pasien dapat secara otomatis mengirimkan bacaan ke rekam medis elektronik mereka. Tentu hal ini mempermudah dokter untuk memantau kondisi pasien secara jarak jauh, memberikan feedback, atau menyesuaikan pengobatan tanpa memerlukan kunjungan fisik. Sangat efisien, bukan?

Di rumah sakit misalnya, IoMT memungkinkan alat pemantauan pasien memberikan update kondisi pasien secara real-time kepada tim medis. Hal ini tentunya mempercepat respons dalam situasi darurat dan meningkatkan manajemen perawatan pasien secara menyeluruh.

6. Telemedisin dan Konsultasi Online

Jika dulunya kita harus mengunjungi rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, sekarang tidak perlu lagi. Ya, dengan kehadiran telemedisin memungkinkan kita untuk melakukan konsultasi online kepada dokter untuk mengetahui apakah memerlukan perawatan lebih lanjut atau cukup di rumah saja.

Hal ini tentunya memberikan efisiensi yang sangat tinggi untuk pasien dan juga dokter. Teknologi memudahkan pekerjaan dan memberikan kepuasan bagi kedua pihak. Dan, di Indonesia sendiri sudah banyak telemedisin dan konsultasi online yang bisa didapatkan secara gratis maupun berbayar.

Penutup

Implementasi teknologi di bidang kesehatan sangat diperlukan saat ini. Namun, masih banyak dari industri kesehatan yang belum tersentuh oleh perkembangan modern ini. Kami akan memperkenalkan salah satu teknologi menarik yang bisa membantu proses transformasi digital di bidang kesehata yakni RPA (robotic process automation).

RPA dapat membantu mengotomatisasi tugas-tugas rutin dan mengeliminasi kesalahan yang biasa dilakukan oleh tenaga kerja manusia. Alhasil, tenaga kerja manusia bisa dialihkan ke hal yang sifatnya lebih strategis demi kemajuan industri ini.

Kami telah banyak membantu menemukan solusi digital di banyak industri di Indonesia maupun mancanegara. Beberapa industri yang berhasil kami bantu antara lain, telekomunikasi, kesehatan, otomotif, pendidikan, perbankan, dan masih banyak lagi.

Apabila Anda tertarik untuk mengadopsi solusi digital untuk efisiensi Anda, bisa langsung menghubungi kami untuk berkonsultasi langsung dan kami akan memberikan solusi digital terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.

Yuk, cari tahu bagaimana IDStar dapat membantu bisnis Anda.

Hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan Anda, sekarang juga!

contact us
Rate this post

Share

Chat Us