IDstar, IT Consultant Indonesia – Perkembangan AI kini menjadi buah bibir yang tak lagi asing, ada banyak tren AI (Artificial Intelligence) yang terjadi belakangan ini dan akan menjadi tren berkelanjutan di masa yang akan datang.
PwC melaporkan bahwa AI berpotensi meningkatkan produk domestik bruto (PDB) global hingga 14% pada tahun 2030, yang setara dengan tambahan $15,7 triliun, dengan perusahaan yang mengadopsi AI memperoleh keuntungan dari peningkatan produktivitas dan konsumsi.
Artikel ini membahas tentang tujuh tren utama dalam otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk tahun 2025.
Apa Saja Tren AI yang akan Berlangsung di Tahun 2026?
1. AI dalam Dunia Medis
AI kini tidak lagi sekadar fitur pendukung, tetapi menjadi alat kritis di ranah medis yang membantu tenaga kesehatan membuat keputusan lebih cepat dan akurat.
Dengan pertumbuhan data klinis yang sangat besar, AI digunakan untuk menganalisis citra medis, memprediksi diagnosis, serta mengotomatisasi dokumentasi pasien, sehingga memungkinkan tenaga medis fokus pada perawatan (Wolters Kluwer, 2026).
Contohnya, beberapa rumah sakit dan klinik kini memakai machine learning untuk mendeteksi tanda awal penyakit kronis dari ratusan ribu rekam medis pasien, membantu mempercepat penanganan dan meningkatkan outcome perawatan
Agar tidak tertinggal, bagi Anda yang berkecimpung di dunia medis, ada baiknya segera beradaptasi dengan cara:
- Tenaga medis harus terbuka dengan teknologi AI dan terus belajar mengoperasikan alat berbasis AI.
- Pasien perlu memahami bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti dokter.
Baca juga: Bagaimana AI Mengubah Dunia Pada Tahun 2030
2. AI dalam Industri Retail
AI membantu bisnis ritel dan platform e-commerce memahami perilaku pelanggan untuk memberikan rekomendasi produk yang lebih relevan dan pengalaman belanja yang personal.
Menurut data tren AI bisnis 2026, lebih dari 70% peritel global menyatakan bahwa AI dipandang sebagai teknologi esensial untuk pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi (Neontri, 2025). Oleh karena itu:
- Bisnis retail perlu memanfaatkan analisis data AI untuk memahami pola pembelian pelanggan.
- Platform e-commerce harus meningkatkan fitur rekomendasi produk berbasis AI.
Contoh penerapannya, AI dapat menganalisis riwayat belanja Anda dan merekomendasikan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.
Baca juga: Automation Testing: Cara Kerja dan Manfaatnya untuk Bisnis
3. AI di Industri Pendidikan
Di tahun 2025 dan tahun-tahun mendatang, AI akan menyesuaikan materi pembelajaran dengan kecepatan dan gaya belajar siswa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menarik.
Seperti memiliki tutor pribadi yang tahu kapan Anda butuh penjelasan tambahan dan kapan Anda siap untuk naik ke level berikutnya.
Bagaimana kita harus beradaptasi? Setidaknya:
- Sekolah dan Universitas: Menggunakan platform pembelajaran berbasis AI untuk membantu siswa yang kesulitan.
- Guru: Memahami cara menggunakan data dari sistem AI untuk meningkatkan metode pengajaran.
- Siswa: Menggunakan aplikasi pembelajaran yang memanfaatkan AI untuk belajar mandiri.
Beberapa contoh bagaimana mengimplementasi AI di industri pendidikan:
- Platform Pembelajaran Online: Seperti Duolingo dan Khan Academy yang menyesuaikan konten dengan kemajuan siswa.
- Analisis Performa Siswa: AI membantu guru menganalisis data untuk memahami kekuatan dan kelemahan setiap siswa.
Baca juga: 10 Jenis AI Selain ChatGPT yang Mengubah Dunia
4. Tren AI di Industri Keuangan
Di sektor keuangan, AI berperan penting dalam mendeteksi anomali transaksi, mengoptimalkan layanan pelanggan, dan mempercepat proses internal seperti underwriting atau pemrosesan pinjaman secara otomatis.
Bank besar di dunia melaporkan bahwa produktivitas bisa meningkat 2x lipat dengan bantuan AI dalam operasi harian seperti analitik transaksi dan dukungan pelanggan real-time (Reuters, 2025).
Setidaknya, untuk beradaptasi, beberapa entitas harus mulai untuk:
- Bank dan Perusahaan Fintech: Menggunakan AI untuk meningkatkan keamanan transaksi.
- Nasabah: Mengetahui bagaimana AI membantu melindungi transaksi digital.
- Investor: Memanfaatkan AI untuk menganalisis tren pasar dan membuat keputusan investasi lebih baik.
Baca juga: Transformasi Digital: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya, Lengkap
5. AI di Industri Logistik dan Transportasi
AI akan membantu merencanakan rute paling efisien, memantau kondisi kendaraan, dan bahkan mendukung pengembangan mobil tanpa pengemudi.
Analoginya, AI seperti Google Maps super canggih yang tidak hanya menunjukkan rute tercepat tetapi juga memprediksi hambatan di masa depan.
Jika menilik implementasinya, setidaknya, kita harus mulai melihat AI untuk:
- Perusahaan Logistik menggunakan AI untuk perencanaan rute dan manajemen gudang.
- Pengemudi melakukan pelatihan untuk memahami sistem bantuan berbasis AI.
6. AI di Industri Manufaktur
Perkembangan AI sangat berdampak pada industri manufaktur, utamanya dalam efisiensi. AI akan memantau proses produksi, memprediksi kapan mesin perlu perawatan, dan meningkatkan efisiensi operasional pabrik.
Analoginya, AI akan seperti mandor pabrik yang bisa bekerja 24/7 tanpa lelah dan selalu tahu kapan harus memperbaiki mesin.
Contoh yang bisa dikerjakan AI termasuk dalam otomatisasi, seperti:
- Quality Control Otomatis: AI memeriksa setiap produk untuk memastikan tidak ada yang cacat.
- Maintenance Prediktif: Mesin yang otomatis memesan suku cadang saat mendeteksi masalah.
7. AI dalam Hiburan
Industri hiburan adalah salah satu sektor yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi AI. AI kini tidak hanya digunakan untuk menghasilkan efek visual yang memukau dalam film atau menciptakan karakter dalam video game, tetapi juga untuk membuat konten yang interaktif dan dinamis.
AI membantu memahami preferensi audiens dengan menganalisis data tontonan, perilaku pemain, dan umpan balik penonton. Hasilnya? Pengalaman hiburan yang disesuaikan dengan keinginan pengguna.
8. Tren AI dalam Dunia Marketing
AI telah menjadi tulang punggung strategi digital marketing modern, terutama dalam personalisasi pengalaman konsumen dan targeting iklan.
Di 2026, teknologi seperti AI-driven shopping assistants diprediksi menjadi arus utama, di mana sekitar 24% pengguna mengandalkan alat AI untuk rekomendasi produk dan interaksi saat berbelanja.
Hal ini menandakan bahwa pendekatan marketing kini tak lagi generik: kampanye lebih responsif terhadap perilaku konsumen real-time dan adaptif terhadap pola preferensi individu, sehingga meningkatkan konversi dan keterlibatan tanpa perlu intervensi manusia setiap saat (Marketing.co.id, 2025).
Baca juga: Marketing Automation: Cari Tahu Manfaatnya dan Cara Penggunaannya
9. Industri Pertanian
Beberapa waktu lalu, saya melihat postingan di sosial media tentang pernyataan beberapa netizen yang katanya tidak akan berdampak ke AI.
Katanya, AI tidak akan menembus ke industri pertanian. Apakah benar? Padahal, kemajuan tren AI akan berdampak ke berbagai aspek, tak terkecuali industri pertanian.
AI membantu petani memantau kondisi tanaman, memprediksi cuaca, dan meningkatkan hasil. Menggunakan AI seperti punya penasihat pertanian yang tahu kapan harus menyiram, memupuk, dan memanen.
Maka dari itu:
- Petani perlu memanfaatkan aplikasi AI untuk memantau kondisi lahan.
- Pemerintah bisa mendukung program AI di sektor pertanian.
10. Industri Energi
Industri energi secara aktif mengeksplorasi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan teknis yang kompleks.
Misalnya, kerja sama antara perusahaan energi besar dan penyedia teknologi AI menunjukkan bahwa algoritma cerdas dapat digunakan untuk mempercepat analisis data eksplorasi, optimasi produksi, dan pemantauan kondisi aset secara real-time.
Solusi semacam ini juga membuka jalan bagi agentic AI yang dapat mengusulkan rekomendasi teknis kepada insinyur energi berdasarkan pola data historis dan kondisi lapangan terbaru, sehingga meningkatkan kinerja operasional dan pengambilan keputusan strategis (Reuters, 2025).
Use Case Perusahaan Besar dalam Menggunakan AI di Berbagai Bidang
1. Mastercard (Penggunaan di Bidang Finance)
Mastercard menggunakan generative AI untuk memindai data transaksi dari jutaan merchant untuk mendeteksi aktivitas penipuan secara otomatis.
AI membantu menggandakan tingkat deteksi transaksi compromised dan mempercepat respons hingga tiga kali lipat dibanding sistem tradisional (AI Multiple, 2025).
Hal ini menunjukkan bahwa AI bisa secara dramatis meningkatkan ketahanan finansial dan keamanan transaksi digital di institusi jasa keuangan global.
2. Unilever (Penggunaan di Bidang HR)
Unilever menggunakan AI untuk menyaring CV, mengelola tes awal, bahkan menilai video wawancara calon karyawan.
Penggunaan AI ini mempercepat proses seleksi dan mengurangi bias, sehingga tim HR bisa fokus ke keputusan strategis lebih tinggi (Pasar Trainer, 2025).
3. Omega Healthcare (Penggunaan di Bidang Operasional)
Omega Healthcare Management Services, penyedia manajemen siklus pendapatan untuk ratusan organisasi medis, mengintegrasikan automasi AI untuk pemrosesan klaim asuransi, penagihan medis, serta peninjauan dokumen.
Hasilnya termasuk pengurangan waktu kerja manual 15.000 jam per bulan, waktu proses dokumen turun 40%, serta akurasi hingga 99,5%, yang menghasilkan ROI signifikan bagi klien (Business Insider, 2025).
AI 2026 sebagai Fondasi Transformasi Bisnis
Perkembangan artificial intelligence sekarang telah melampaui fase eksperimental dan berubah menjadi fondasi operasional yang esensial bagi bisnis di 2026.
Tren global menunjukkan bahwa hampir seluruh sektor, mulai dari medis, ritel, keuangan, logistik, hingga energi, kini tidak hanya “mengadopsi AI”, tetapi mengintegrasikan AI dalam strategi inti bisnis untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi (bertahan sekaligus tumbuh di era kompetitif).
Dengan memahami tren AI yang sudah diuji di berbagai industri dan menggabungkannya ke dalam strategi bisnis Anda, perusahaan tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi memanfaatkan AI sebagai pendorong inovasi, efisiensi, dan daya saing jangka panjang.
IDstar, sebagai mitra transformasi digital, siap membantu bisnis Anda mengimplementasikan solusi AI cerdas, mulai dari audit kebutuhan, pengembangan workflow otomatis, hingga agentic AI yang mampu menangani tugas kompleks secara otonom.
AI bukan hanya masa depan. AI adalah realitas bisnis 2026 yang harus diintegrasikan sekarang. Digital Transformation? #IDstarinAja
Referensi Kredibel:
- AIMultiple. (2025). Top 25 Generative AI Finance Use Cases & Case Studies. https://research.aimultiple.com/generative-ai-finance/
- Business Insider. (2025). Omega Healthcare is using AI to process health transactions faster. https://www.businessinsider.com/omega-healthcare-uipath-ai-document-processing-health-transactions-2025-6
- Marketing.co.id. (2025). 10 Tren marketing 2026: Era baru kreativitas, teknologi, dan koneksi manusia. https://marketing.co.id/10-tren-marketing-2026-era-baru-kreativitas-teknologi-dan-koneksi-manusia/
- Neontri.com. (2025). AI Trends 2026: What’s next for banking, fintech, and e-commerce. https://neontri.com/blog/ai-trends/
- PasarTrainer.com. (2025). Penggunaan AI dalam HR: Manfaat, cara, dan contohnya. https://pasartrainer.com/blog/penggunaan-ai-dalam-hr-manfaat-cara-dan-contohnya
- Reuters. (2025). US bank executives say AI will boost productivity, cut jobs. https://www.reuters.com/business/finance/us-bank-executives-say-ai-will-boost-productivity-cut-jobs-2025-12-09/
- Shopify. (2025). 10 Applications of AI in Business: 2026 Guide. https://www.shopify.com/id/blog/applications-of-ai-in-business
- Wolters Kluwer. (2025). 2026 healthcare AI trends: Insights from experts. https://www.wolterskluwer.com/en/expert-insights/2026-healthcare-ai-trends-insights-from-experts




Chat Us