' Berapa Biaya Jasa Headhunter di Indonesia?

Berapa Biaya Jasa Headhunter di Indonesia?

Berapa Biaya Jasa Headhunter di Indonesia

Berapa biaya jasa headhunter di Indonesia sering menjadi pertanyaan yang menentukan apakah sebuah perusahaan berani menggunakan jasa ini atau tidak. Banyak yang mengira biayanya selalu puluhan juta.

Padahal, melalui IT Headhunter IDstar, perusahaan bisa mendapatkan kandidat IT terkurasi hanya dengan fee Rp7,5 juta per kandidat.

Angka ini jauh lebih rendah dari praktik pasar, tanpa mengorbankan profesionalisme, kualitas seleksi, maupun pemahaman teknis.

Lalu, bagaimana sebenarnya gambaran harga headhunter di Indonesia dan apa saja yang membuat biayanya bisa mahal?

Standar Umum Biaya Headhunter di Indonesia

Di pasar Indonesia, mayoritas headhunter masih menggunakan model persentase dari gaji tahunan kandidat. Kisaran yang paling umum adalah:

  • 20% – 30% dari total gaji tahun pertama

Contohnya:

  • Gaji kandidat: Rp25 juta per bulan

  • Gaji tahunan: Rp300 juta

  • Fee headhunter 20–30%: Rp60–90 juta

Untuk role IT seperti senior developer, tech lead, atau IT manager, angka ini sangat umum ditemui.

Baca juga: Ciri-Ciri Headhunter Profesional dan Berkualitas

Kenapa Biaya Headhunter Bisa Setinggi Itu

Banyak perusahaan kaget melihat besarnya fee, tetapi biaya tersebut mencerminkan berbagai faktor di balik layar. Berikut faktor-faktor utama yang membuat harga jasa headhunter berbeda-beda:

1. Tingkat Senioritas dan Kompleksitas Role

Semakin senior dan strategis sebuah posisi, semakin besar risikonya jika salah rekrut. Posisi seperti:

  • Tech Lead

  • IT Manager

  • Data Architect

  • Head of Engineering

membutuhkan proses pencarian, validasi, dan pendekatan kandidat yang jauh lebih intens dibanding role junior.

2. Kelangkaan Skill di Pasar

Skill seperti:

  • Cloud & DevOps

  • Data Engineering

  • Cybersecurity

  • ERP dan sistem legacy enterprise

tidak banyak tersedia. Semakin langka skill, semakin mahal effort sourcing dan semakin tinggi fee.

3. Urgensi dan Tekanan Waktu

Jika perusahaan butuh orang “segera”, headhunter harus:

  • Mengaktifkan network lebih agresif

  • Melakukan pendekatan langsung (headhunting aktif)

  • Memprioritaskan satu klien di atas yang lain

Ini menaikkan biaya karena effort dan opportunity cost mereka ikut naik.

4. Metode Pencarian Kandidat

Ada perbedaan besar antara:

  • Hanya menunggu lamaran masuk

  • Dengan aktif mencari, menghubungi, dan meyakinkan kandidat yang sudah bekerja

Headhunting aktif jauh lebih mahal, tetapi juga jauh lebih efektif untuk mendapatkan talent berkualitas.

5. Kedalaman Proses Screening

Vendor yang hanya menyaring CV tentu lebih murah dibanding yang melakukan:

  • Technical screening

  • Interview mendalam

  • Validasi motivasi dan kesiapan pindah

Semakin dalam proses, semakin besar biaya operasionalnya.

6. Garansi dan Risiko Replacement

Semakin panjang dan kuat garansi replacement yang diberikan, semakin besar risiko yang ditanggung headhunter. Ini biasanya tercermin pada fee.

7. Reputasi dan Spesialisasi Vendor

Headhunter yang:

  • punya spesialisasi IT

  • punya network kuat

  • dan punya rekam jejak placement

akan dihargai lebih tinggi dibanding vendor generalis.

Baca juga: Bagaimana Cara Memilih Headhunter yang Baik?

Masalahnya, Model Persentase Membuat Hiring IT Terasa Terlalu Mahal

Untuk role IT dengan gaji tinggi, model 20–30% membuat biaya membengkak. Padahal:

  • Belum tentu shortlist relevan

  • Belum tentu kandidat siap kerja

  • Belum tentu cocok dengan budaya tim

Perusahaan membayar mahal, tetapi risikonya masih tinggi.

Model IDstar: Fee Tetap Rp7,5 Juta, Tapi Tetap Profesional

IDstar memilih pendekatan berbeda. Alih-alih berbasis persentase gaji, IDstar menggunakan fee tetap Rp7,5 juta per kandidat.

Mengapa bisa jauh lebih rendah tanpa menurunkan kualitas?

Karena IDstar tidak memulai dari nol setiap kali. IDstar membangun dan merawat:

  • Network 1.200+ talent IT dan digital yang sudah terkurasi

  • Data skill, pengalaman, dan kesiapan kerja

  • Proses screening yang sudah berjalan bertahun-tahun

Selain itu, IDstar fokus pada IT dan digital roles, sehingga memahami bahasa teknis, kebutuhan user, dan dinamika pasar talent.

Baca juga: Perbedaan Headhunter dan Recruiter yang Sering Disalahpahami

Perbandingan Sederhana

Aspek Headhunter Konvensional IT Headhunter IDstar
Model biaya 20–30% gaji tahunan Fee tetap Rp7,5 juta
Contoh gaji Rp25 jt/bln Rp60–90 juta Rp7,5 juta
Fokus Umum Spesialis IT
Talent pool Ad-hoc 1.200+ terkurasi
Screening teknis Bervariasi Ada
Risiko salah rekrut Tinggi Lebih rendah

Yang Harus Dibandingkan Bukan Hanya Fee, Tapi Total Risiko

Biaya headhunter tidak boleh dilihat hanya dari angka di invoice. Yang jauh lebih penting adalah:

  • Seberapa cepat posisi terisi

  • Seberapa relevan kandidatnya

  • Seberapa kecil risiko salah rekrut

Model seperti IDstar dirancang untuk memaksimalkan tiga hal itu dengan biaya yang jauh lebih rasional.

Ingin Hiring IT Tanpa Bakar Puluhan Juta? Kenalan dengan IDstar

Dengan fee Rp7,5 juta per kandidat, 1.200+ talent IT siap kerja, dan pengalaman bertahun-tahun sebagai pionir IT headhunter di Indonesia, IDstar membantu perusahaan mendapatkan talent yang tepat tanpa mengikuti skema mahal berbasis persentase gaji.

Kalau Anda sedang membuka posisi IT dan ingin tahu berapa cepat dan efektif kami bisa membantu, tim IDstar siap berdiskusi.

Digital Transformation? #IDstarinAja

Saatnya Bisnis Anda Bergerak Lebih Cepat

Tinggalkan proses manual.
Gunakan Agentic Automation dan IT Outsourcing dari IDstar untuk kerja lebih cepat, efisien, dan scalable.

Alongside with 7000+ Subscribers

Get the latest news about IT industry from IDstar directly to your email





We value your data safety. View Privacy Policy

agent Chat Us
×