Sebagai bagian dari operasional bisnis, perusahaan kini mengelola semakin banyak data melalui berbagai sistem digital. Namun, meningkatnya jumlah data tersebut juga memperbesar risiko kebocoran informasi sensitif seperti credential, data internal, maupun data pelanggan.
Dilansir dari IBM (2025), data breach masih menjadi salah satu risiko yang dapat memberikan dampak finansial dan operasional bagi perusahaan.
Karena itu, perusahaan membutuhkan dark web monitoring untuk meningkatkan visibilitas terhadap potensi data exposure yang dapat muncul dari sumber underground seperti dark web.
Apa Itu Dark Web Monitoring?
Dark web monitoring adalah pendekatan cybersecurity yang digunakan untuk memantau sumber underground seperti dark web, forum ilegal, dan marketplace tertentu guna menemukan informasi sensitif yang berkaitan dengan perusahaan.
Dilansir dari NIST (2024), kemampuan untuk mengidentifikasi dan mendeteksi potensi risiko menjadi bagian penting dalam membangun strategi cybersecurity yang proaktif.
Berbeda dengan monitoring sistem internal, dark web monitoring membantu perusahaan memperoleh visibilitas terhadap informasi yang telah tersebar di luar lingkungan resmi organisasi, seperti credential, data internal, maupun informasi pelanggan.
Pendekatan ini membantu perusahaan memahami potensi data exposure dan mengambil langkah mitigasi sebelum informasi tersebut dimanfaatkan oleh attacker.
Baca juga: Attack Surface Management: Cara Kerja, Manfaat, dan Kapan Perusahaan Membutuhkannya
Peran Dark Web Monitoring dalam Cybersecurity Perusahaan
Dark web monitoring membantu perusahaan mengidentifikasi potensi data exposure dari sumber underground, sebagai berikut:
1. Meningkatkan Visibilitas terhadap Data Exposure
Salah satu tantangan utama dalam cybersecurity adalah mengetahui apakah informasi perusahaan telah tersebar di luar kontrol organisasi.
Dark web monitoring membantu perusahaan mengidentifikasi potensi data exposure dengan memantau berbagai sumber underground.
Dengan visibility yang lebih baik, perusahaan dapat memahami informasi apa yang terekspos dan menentukan langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko.
2. Mengidentifikasi Credential Leak
Credential seperti email, username, dan password menjadi salah satu informasi yang sering menjadi target kebocoran data.
Apabila credential perusahaan tersebar di sumber underground, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengakses akun atau melakukan aktivitas yang merugikan.
Melalui dark web monitoring, perusahaan dapat mengetahui indikasi credential leak lebih awal dan mengambil tindakan seperti melakukan investigasi atau memperbarui security control.
3. Mendukung Respons Keamanan yang Lebih Proaktif
Tanpa monitoring yang tepat, perusahaan berpotensi mengetahui adanya kebocoran setelah informasi tersebut sudah dimanfaatkan oleh pihak lain.
Dark web monitoring membantu memberikan insight mengenai potensi risiko sehingga tim keamanan dapat melakukan langkah mitigasi lebih cepat.
Pendekatan ini membantu perusahaan beralih dari respons setelah insiden terjadi menjadi upaya pencegahan yang lebih proaktif.
Baca juga: Application Security: Strategi, Peran, dan Implementasi Keamanan Software Sepanjang Lifecycle
Cara Kerja Dark Web Monitoring
Dark web monitoring memanfaatkan threat intelligence dan analisis data untuk menemukan informasi terkait perusahaan di sumber underground melalui tiga tahapan utama sebagai berikut:
1. Monitoring Sumber Underground
Tahap awal dilakukan dengan memantau berbagai sumber yang berpotensi mengandung informasi sensitif, seperti dark web, forum underground, dan sumber data lainnya.
Monitoring ini bertujuan untuk menemukan indikasi informasi yang berkaitan dengan perusahaan, karyawan, maupun pelanggan.
2. Identifikasi Informasi yang Berisiko
Setelah informasi ditemukan, dark web monitoring membantu menganalisis konteks dan tingkat risikonya. Analisis dilakukan dengan melihat jenis data yang terekspos, sumber informasi, keterkaitannya dengan perusahaan, serta potensi dampak yang dapat ditimbulkan.
Dengan memahami konteks tersebut, perusahaan dapat menentukan prioritas risiko secara lebih akurat.
3. Memberikan Insight untuk Mitigasi
Informasi yang ditemukan melalui dark web monitoring dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk menentukan tindakan mitigasi yang diperlukan.
Langkah yang dapat dilakukan meliputi investigasi internal, pembaruan credential, penguatan security control, maupun peningkatan awareness terhadap potensi risiko.
Dark Web Monitoring dan Brand Protection sebagai Pendekatan Cybersecurity
Dark web monitoring memberikan visibilitas di sumber underground, sedangkan brand protection membantu memantau penyalahgunaan identitas perusahaan di berbagai platform digital. Beberapa aspek yang dimiliki oleh kedua sistem tersebut saling berkaitan, sebagai berikut:
| Aspek | Dark Web Monitoring | Brand Protection |
| Fokus | Menemukan informasi sensitif yang tersebar di sumber underground | Mendeteksi penyalahgunaan identitas brand di platform digital |
| Area pemantauan | Dark web, forum underground, dan sumber data berisiko | Website, domain, social media, dan aset digital lainnya |
| Risiko yang ditemukan | Credential leak, data exposure, dan informasi internal yang bocor | Brand impersonation, fake domain, dan aset digital palsu |
| Tujuan | Memberikan insight terhadap potensi risiko dari data yang terekspos | Membantu melindungi reputasi dan kepercayaan terhadap brand |
Data yang ditemukan melalui dark web monitoring dapat membantu perusahaan memahami potensi risiko lanjutan.
Dalam hal ini, dark web monitoring membantu menemukan sumber risiko, sementara brand protection membantu mendeteksi penyalahgunaan identitas brand di surface web.
Baca juga: Brand Intelligence: Cara Melindungi Identitas Digital Perusahaan dari Ancaman Siber
Manfaat Dark Web Monitoring bagi Perusahaan
Dark web monitoring dapat membantu perusahaan memahami risiko yang muncul di luar perimeter internal, sebagai berikut:
1. Mengurangi Risiko Akibat Data Exposure
Dengan mengetahui informasi apa yang berpotensi tersebar, perusahaan dapat mengambil langkah mitigasi sebelum risiko berkembang menjadi insiden yang lebih besar.
2. Mendukung Pengambilan Keputusan Keamanan
Informasi dari dark web monitoring memberikan konteks tambahan bagi tim keamanan untuk menentukan prioritas tindakan.
3. Memperkuat Pendekatan Cybersecurity Proaktif
Dark web monitoring membantu perusahaan tidak hanya bereaksi terhadap insiden, tetapi juga memahami potensi risiko sejak tahap awal.
Cyble Dark Web Monitoring untuk Meningkatkan Visibilitas Risiko Digital Risk
Perusahaan membutuhkan visibility yang lebih luas untuk memahami apakah terdapat informasi sensitif yang muncul di sumber underground.
Melalui Cyble Dark Web Monitoring, IDstar membantu perusahaan memantau potensi data exposure, credential leak, dan risiko digital lainnya melalui threat intelligence.
Solusi ini membantu perusahaan untuk:
- Menemukan informasi sensitif yang berkaitan dengan organisasi
- Memahami potensi risiko dari data yang terekspos
- Memperoleh insight untuk menentukan langkah mitigasi
Dengan dukungan Cyble melalui IDstar, perusahaan dapat membangun pendekatan cybersecurity yang lebih proaktif sesuai kebutuhan bisnis.
References:
Cyble. “Brand Monitoring, Intelligence, & Protection Solutions.”
Cyble. “Dark Web Monitoring.”
IBM. “Cost of a Data Breach Report.” 2026.
NIST. “The NIST Cybersecurity Framework 2.0.” 2024



