' 7 Langkah Digitalisasi UMKM 2026, Saatnya Maju! - IDstar

7 Langkah Digitalisasi UMKM Indonesia Menghadapi Tantangan 2026

Ilustrasi 7 Langkah Digitalisasi UMKM 2026

IDstar, IT Consultant – Majunya teknologi telah banyak membuat perubahan pola perilaku dan kebiasaan di berbagai sektor, utamanya bisnis dan UMKM.

Perkembangan teknologi kini menuntut berbagai sektor melakuka transformasi digital, termasuk di dalamnya digitalisasi UMKM.

Sebuah penelitian dari Guo dkk. (2020), menggunakan data survei dari 518 UKM di China untuk meneliti hubungan antara digitalisasi dan respon krisis publik. Hasil empiris menunjukkan bahwa digitalisasi dapat membantu meningkatkan kinerja UKM.

Pada proses digitalisasi umkm, tindakan yang dilakukan tak terlepas dari bagaimana UMKM tersebut mengimplementasikan teknologi dalam proses bisnis hingga pemasarannya.

Agar lebih terbayang, artikel ini akan banyak membahas tentang pentingnya digitalisasi dalam UMKM serta bagaimana langkah-langkah yang perlu dilakukan agar UMKM sukses melakukan transformasi digitalnya.

Apa Itu Digitalisasi UMKM?

Digitalisasi UMKM adalah sebuah proses pemindahan cara kerja bisnis dari yang manual atau konvensional ke ranah digital. Alias, sebagian besar atau keseluruhan proses bisnisnya dilakukan di ranah digital.

Digitalisasi diperuntukkan agar meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing.

Proses ini mencakup penggunaan berbagai alat dan platform digital, seperti e-commerce, media sosial, sistem manajemen inventaris, pembayaran elektronik, dan aplikasi bisnis lainnya.

Digitalisasi memungkinkan UMKM untuk mengotomatisasi tugas-tugas rutin, mengakses data secara real-time, dan berinteraksi dengan pelanggan serta mitra bisnis secara lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Contoh Transformasi Digital di Berbagai Industri dan Dampaknya bagi Bisnis Anda

Pentingnya Digitalisasi UMKM

Digitalisasi merupakan sebuah keharusan untuk menjawab tantangan zaman. Sebab, mayoritas masyarakat Indonesia sudah aktif sebagai pengguna internet.

Nah, karena pengguna internet yang besar, maka peluang untuk memperkenalkan kehadiran UMKM di ranah digital tentu penting.

Pentingnya digitalisasi umkm atau bisnis dijelaskan pada salah satu riset di Malaysia mengatakan bahwa UMKM perlu mengadopsi perubahan, seperti memperbaiki proses bisnis dan pengalaman pelanggan, untuk tetap kompetitif.

Semakin sering target pelanggan melihat kehadiran UMKM kita di ranah digital, maka semakin terkenal UMKM kita, dan semakin besar potensi mereka menjadi pelanggan potensial.

Memang tidak mudah bagi UMKM untuk terjun ke ranah digital, tapi setidaknya, bisa dimulai dengan memahami bagaimana langkah-langkah dan proses untuk transformasi ke ranah digital. Salah satunya bisa menggunakan Robot as a Service dari Digital Worker by IDstar.

Berikut beberapa poin mengapa digitalisasi UMKM itu penting.

1. Peningkatan Jangkauan Pasar

Digitalisasi memungkinkan UMKM untuk memperluas jangkauan mereka jauh melampaui pasar lokal. Dengan kehadiran online, bisnis dapat menjangkau pelanggan di berbagai daerah bahkan negara, meningkatkan potensi penjualan dan pertumbuhan.

2. Efisiensi Operasional

Teknologi digital seperti perangkat lunak manajemen, otomatisasi proses bisnis, dan alat analitik dapat meningkatkan efisiensi operasional. Ini mengurangi waktu dan sumber daya yang dihabiskan untuk tugas-tugas administratif, memungkinkan UMKM untuk fokus pada aspek inti dari bisnis mereka.

3. Analitik dan Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Digitalisasi memberikan akses ke data dan analitik yang berharga, yang membantu pemilik UMKM dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan berbasis data. Hal ini mencakup pemahaman tren pasar, preferensi pelanggan, dan kinerja produk.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis Online

4. Peningkatan Interaksi dengan Pelanggan

Platform digital seperti media sosial dan website memungkinkan UMKM untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan mereka. Ini membantu dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan dan mendapatkan umpan balik langsung yang dapat digunakan untuk meningkatkan produk atau layanan.

5. Pemasaran yang Lebih Efektif

Digitalisasi memungkinkan UMKM untuk memanfaatkan strategi pemasaran digital yang biayanya lebih efektif dibandingkan dengan metode tradisional. Teknik seperti SEO, pemasaran media sosial, dan iklan online dapat meningkatkan visibilitas merek dan menarik pelanggan baru.

6. Ketahanan Bisnis

Dalam situasi seperti pandemi COVID-19, bisnis yang telah digitalisasi lebih mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar. Misalnya, beralih ke penjualan online saat pembatasan fisik diberlakukan.

7. Akses ke Pasar Global

Digitalisasi membuka peluang bagi UMKM untuk bersaing di pasar global. Platform e-commerce dan solusi logistik digital memudahkan mereka untuk menjual produk atau layanan ke pelanggan di seluruh dunia.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Bisnis dengan Bantuan RPA

Langkah-langkah Digitalisasi UMKM

Di bawah ini, kami jelaskan langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan untuk digitalisasi bisnis Anda.

tips digitalisasi umkm

1. Kembali Riset Pasar dan Kompetitor

Dalam langkah awal digitalisasi, UMKM perlu melakukan riset pasar dan kompetitor untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan saat ini, serta untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh pesaing.

Riset ini membantu dalam menyesuaikan penawaran produk atau layanan agar lebih relevan dan menarik di pasar digital, serta dalam menentukan posisi pasar yang tepat.

Baca juga: 25 Ide Bisnis Digital Menjanjikan di Tahun 2026

2. Coba Terjun Pemasaran Digital

UMKM harus mulai memanfaatkan pemasaran digital untuk meningkatkan visibilitas dan jangkauan mereka. Ini melibatkan penggunaan alat dan strategi seperti media sosial, SEO, iklan online, dan email marketing.

Dengan pemasaran digital, UMKM dapat menjangkau audiens yang lebih luas dengan biaya yang lebih efisien, membangun kesadaran merek, dan meningkatkan penjualan.

3. Kembangkan Model Bisnis

Pengembangan model bisnis adalah tentang memodifikasi atau mengganti model bisnis tradisional dengan yang lebih sesuai untuk lingkungan digital.

Ini bisa berarti menambahkan saluran penjualan online, mengadopsi model berlangganan, atau menyediakan layanan berbasis digital. Perubahan ini membantu UMKM tetap relevan dan kompetitif dalam pasar yang terus berubah.

4. Kolaborasi dan Kemitraan

Membangun kolaborasi dan kemitraan dengan bisnis lain, terutama yang berbasis digital, dapat membantu UMKM dalam memperluas jangkauan dan kemampuan mereka.

Kemitraan ini bisa berupa kerjasama pemasaran, berbagi sumber daya teknologi, atau kemitraan strategis untuk menjangkau pasar baru atau mengembangkan produk baru.

5. Implementasi Otomasi Proses Bisnis

UMKM harus mengadopsi otomasi untuk memperbaiki efisiensi operasional. Ini mencakup otomatisasi manajemen inventaris, akuntansi, layanan pelanggan, dan proses lainnya.

Otomasi membantu mengurangi beban kerja manual, meminimalkan kesalahan, dan meningkatkan produktivitas keseluruhan.

Salah satu teknologi otomasi proses bisnis yang paling terkenal adalah RPA. RPA (robotic process automation) merupakan robot yang dibuat berbasis perangkat lunak untuk membantu mengotomatisasikan tugas-tugas berulang yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

RPA tidak hanya digunakan untuk bisnis skala besar tapi juga berguna untuk bisnis skala kecil seperti UMKM. Beberapa proses yang bisa diadaptasi oleh RPA untuk UMKM seperti, pelayanan pelanggan otomatis, proses input data, dan lain sebagainya.

6. Adaptasi dan Inovasi

UMKM harus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tren pasar. Ini termasuk mengadopsi teknologi baru, bereksperimen dengan ide-ide inovatif, dan menyesuaikan produk atau layanan mereka sesuai dengan kebutuhan pasar.

Adaptasi dan inovasi terus-menerus ini penting untuk memastikan bahwa UMKM tetap relevan dan dapat bersaing di pasar yang dinamis.

7. Evaluasi dan Penyesuaian

Langkah terakhir dalam proses digitalisasi adalah evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian strategi. UMKM perlu secara rutin menilai efektivitas upaya digitalisasi mereka, menganalisis data kinerja, dan membuat penyesuaian yang diperlukan.

Proses ini memastikan bahwa bisnis terus berkembang dan mengoptimalkan pendekatan digital mereka untuk hasil terbaik.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Konsultan IT Bagi Bisnis

Strategi Tambahan untuk Menghadapi Ekosistem Digital 2026

Di luar langkah dasar digitalisasi, UMKM yang ingin unggul di era 2026 perlu mengadopsi strategi lanjutan yang mencakup peningkatan kapabilitas internal, penggunaan teknologi yang tepat sasaran, serta kolaborasi strategis.

Riset menunjukkan bahwa UMKM yang mengembangkan kompetensi digital dan pelatihan internal lebih mampu bertahan dan tumbuh di lingkungan digital yang kompetitif (Aliyef, 2025).

1. Meningkatkan Literasi dan Kemampuan Digital Tim

Peningkatan keterampilan digital bukan sekadar pelatihan alat, tetapi juga pemahaman penggunaan teknologi dalam bisnis sehari-hari, seperti digital marketing, sistem pembayaran, dan manajemen data.

Menurut literatur, UMKM kerap tertinggal dalam transformasi digital karena keterbatasan pemahaman dan kemampuan teknologi yang dimiliki pemilik dan tim (Aliyef, 2025).

2. Mengadopsi Model Pemasaran Digital yang Efektif

Strategi pemasaran digital seperti penggunaan media sosial, SEO, dan kampanye online terbukti meningkatkan visibilitas dan penjualan UMKM secara signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa UMKM yang memanfaatkan pemasaran digital mampu menjangkau audiens lebih luas dan memperkuat posisi merek di pasar digital (Sari dkk., 2025).

3. Kolaborasi dengan Ekosistem Digital

Kolaborasi dengan platform digital, komunitas bisnis, dan penyedia layanan teknologi memberikan UMKM akses ke sumber daya dan peluang yang lebih besar, terutama dalam hal dukungan teknis, promosi, dan ekspansi pasar.

Rekomendasi kebijakan global juga menekankan pentingnya ekosistem yang inklusif untuk mendorong keberhasilan digitalisasi UMKM (OECD, 2021).

Baca juga: Panduan Langkah Transformasi Digital 2026 untuk Bisnis di Indonesia

Tantangan Digitalisasi UMKM dan Cara Mengatasinya

Digitalisasi memberikan peluang besar, tetapi di banyak UMKM tantangan masih cukup kompleks, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga rendahnya literasi digital.

Mengidentifikasi tantangan secara jelas membantu merancang solusi yang tepat sasaran (Anabuni dkk., 2025).

1. Rendahnya Literasi Teknologi

Banyak pelaku UMKM menghadapi kesulitan dalam memahami teknologi karena keterbatasan pengalaman dan pendidikan digital.

Hal ini menghambat adopsi teknologi secara efektif dalam bisnis mereka, sehingga perlu pelatihan yang aplikatif dan sistematis untuk meningkatkan kapasitas digital (Anabuni dkk., 2025).

2. Keterbatasan Infrastruktur Digital

Akses terhadap jaringan internet dan perangkat digital yang memadai masih menjadi kendala di beberapa wilayah, terutama daerah tertinggal atau rural.

Untuk menjawab tantangan ini, UMKM perlu memanfaatkan fasilitas publik seperti digital hub atau bekerja sama dengan penyedia layanan internet yang menawarkan paket usaha (Anabuni dkk., 2025).

3. Pembiayaan dan Akses Modal

Biaya awal implementasi teknologi dan investasi infrastruktur seringkali menjadi beban berat bagi UMKM. Solusi praktis termasuk memulai dengan tools yang efisien biaya dan mencari dukungan pendanaan atau subsidi dari program pemerintah maupun lembaga pendukung UMKM (Sitorus dkk., 2025).

Baca juga: Bagaimana AI Meningkatkan Produktivitas Bisnis?

Solusi dan Tools Digital yang Direkomendasikan untuk UMKM 2026

Agar strategi digitalisasi berjalan efektif, UMKM perlu mengadopsi tools yang tepat sesuai kebutuhan operasional dan pemasaran mereka.

Digital tools yang dipilih harus mampu meningkatkan efisiensi sekaligus membantu pertumbuhan bisnis secara nyata.

1. Marketplace dan E-Commerce sebagai Media Penjualan

Platform jual beli online memberikan UMKM akses ke audiens lebih luas dengan biaya operasional relatif rendah. UMKM yang aktif di e-commerce sering kali melaporkan peningkatan penetrasi pasar dan pendapatan penjualan secara keseluruhan.

2. Digital Marketing & Tools Analisis

Alat pemasaran digital seperti manajemen media sosial, SEO, serta pelacakan analytics membantu UMKM mengetahui perilaku pelanggan dan mengoptimalkan kampanye promosi.

Strategi ini terbukti memberi dampak positif pada kinerja penjualan dan brand awareness UMKM yang menerapkannya dengan konsisten (Sari dkk., 2025).

3. Aplikasi Keuangan dan Transaksi Digital

Tools digital untuk akuntansi dan transaksi seperti aplikasi pencatatan keuangan membantu UMKM memastikan pembukuan yang rapi dan memudahkan pemantauan arus kas secara real-time.

Selain itu, pembayaran digital seperti QRIS dan dompet digital mempercepat proses transaksi dan meningkatkan kenyamanan pelanggan.

4. Manfaatkan IT Outsourcing Terbaik

Bagi UMKM yang ingin fokus pada bisnis inti tanpa terbebani aspek teknis, IT outsourcing menjadi solusi praktis untuk mengeksekusi digitalisasi secara lebih cepat dan terarah.

Melalui pendekatan ini, UMKM dapat mengakses keahlian teknologi seperti pengembangan website, integrasi sistem, otomasi proses, hingga dukungan digital tanpa harus merekrut tim IT internal.

Dengan dukungan partner seperti IDstar, implementasi tools digital dapat berjalan lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan dan skala bisnis UMKM.

Pelajari lebih lanjut: 7 Tanda Bisnis Anda Perlu Jasa IT Outsourcing Terbaik

Kesimpulan

Digitalisasi UMKM di Indonesia bukan lagi pilihan, tetapi langkah strategis agar bisnis tetap relevan dan kompetitif di era 2026.

Tantangan seperti literasi digital, pemasaran online, dan efisiensi operasional dapat diatasi dengan strategi dan tools yang tepat jika dijalankan secara terarah.

Jika Anda ingin menjadikan digitalisasi sebagai penggerak pertumbuhan bisnis, kami siap membantu menyusun roadmap digital yang realistis dan sesuai kebutuhan UMKM Anda.

Hubungi tim IDstar untuk konsultasi digitalisasi UMKM dan mulai langkah transformasi bisnis Anda hari ini. Digital Transformation? #IDstarinAja


Referensi Kredibel:

  1. Aliyev, V. 2025. Digital Transformation Strategies and Challenges in Small and Medium Enterprises (SMEs): A Systematic Review and Future Directions. https://www.researchgate.net/publication/392512122_Digital_Transformation_Strategies_ and_Challenges_in_Small_and_Medium_Enterprises_SMEs_A_Systematic_Review_and_Future_Directions
  2. Anabuni, A. U. T., Dewiaty, I. L., Kellen, M. S. L., Himpi, P. jono karjo, & Mooy, D. (2025). Peluang Dan Tantangan Umkm Di Era Digital: Solusi Praktis Untuk Masyarakat Amanuban Barat: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan3(4), 2133–2138. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.728
  3. Guo, H., Yang, Z., Huang, R. et al. The digitalization and public crisis responses of small and medium enterprises: Implications from a COVID-19 survey. Front. Bus. Res. China 14, 19 (2020). https://doi.org/10.1186/s11782-020-00087-1
  4. Ji, G. Z., & Singh, J. (2023). Digitalization and its impact on small and medium-sized enterprises (SMES): An exploratory study of challenges and proposed solutions. International Journal of Business and Technology Management5(4), 238-255. https://www.researchgate.net/publication/377063398_Digitalization_And_Its_Impact_on_Small_and_ Medium-Sized_Enterprises_SMEs_An_Exploratory_Study_of_Challenges_and_Proposed_Solutions
  5. Kergroach, S. (2021). SMEs going digital: policy challenges and recommendations (No. 15). OECD Publishing. https://www.oecd.org/content/dam/oecd/en/publications/reports/2021/08/smes-going-digital_3b1e76c1/c91088a4-en.pdf
  6. Sari, N., Syari, R. L., & Pandi, A. (2025). Strategi Pemasaran yang Efektif untuk UMKM di Era Digital. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial4(1), 21-29. https://www.putrapublisher.org/ojs/index.php/jipsi/article/download/787/964
  7. Sitorus, O. F. ., Ningsih, R. A., Andini, A., Rahmawati, N. A., & Alfarisi, M. Y. (2025). Mengatasi Tantangan Transformasi Digital Umkm: Tantangan Dan Solusi Melalui Kegiatan Pendampingan di Jakarta dan Bekasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia4(6), 939-948. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.2768

Saatnya Bisnis Anda Bergerak Lebih Cepat

Tinggalkan proses manual.
Gunakan Agentic Automation dan IT Outsourcing dari IDstar untuk kerja lebih cepat, efisien, dan scalable.

Alongside with 7000+ Subscribers

Get the latest news about IT industry from IDstar directly to your email





We value your data safety. View Privacy Policy

agent Chat Us
×