IT outsourcing kini bisa menjadi strategi penting bagi perusahaan energi yang menghadapi tantangan kompleks, mulai dari aplikasi lama yang tidak scalable hingga kesulitan integrasi antar sistem.
Banyak perusahaan energi masih mengandalkan sistem legacy yang tidak lagi mendukung kebutuhan skalabilitas, keamanan, dan integrasi dengan teknologi modern.
Ketergantungan pada sistem lama ini bukan hanya menyulitkan otomatisasi dan integrasi data, tetapi juga sering membuat tim IT Anda menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk sekadar menjaga sistem tetap berjalan tanpa ada kemajuan nyata.
Dengan IT outsourcing, Anda dapat mempercepat proses reengineering sistem tanpa mengganggu operasi sehari-hari, sekaligus fokus pada core business di era transformasi digital.
Kenapa Perusahaan Energi Harus Modernisasi Legacy System?
Saat ini, modernisasi system legacy bukan lagi sekadar pilihan teknis, tetapi kebutuhan strategis. Banyak sistem klasik yang dirancang puluhan tahun lalu tidak dibuat untuk kebutuhan aplikasi cloud, data real-time, atau otomasi canggih yang menjadi standar kompetitif di sektor energi modern. Modernisasi membantu perusahaan mencapai beberapa hal berikut.
1. Akses Keahlian Spesialis Modernisasi Legacy System
Dalam layanan IT outsourcing, perusahaan energi mendapatkan akses langsung ke tim ahli yang terampil dalam reengineering, refactoring, dan migrasi sistem warisan ke platform modern tanpa harus membangun tim internal dari nol.
Mitra IT outsourcing sering menguasai best practices dan metode efisiensi yang terbukti mampu menyelesaikan proyek lebih cepat dan dengan risiko lebih rendah.
Keunggulan akses keahlian ini memungkinkan perusahaan energi mempercepat modernisasi tanpa mengorbankan kualitas atau mengganggu layanan operasional yang sedang berjalan.
2. Fokus pada Core Business Tanpa Mengganggu Operasional
Menangani proyek besar seperti modernisasi legacy system bisa menyita banyak sumber daya internal, dari waktu hingga biaya.
IT outsourcing perusahaan energi membuat tim Anda tetap fokus pada tugas inti seperti distribusi energi, pemantauan aset, dan produktivitas operasi.
Selain itu, IT Outsourcing juga menangani kompleksitas teknis di belakang layar, sementara tim internal dapat tetap menjaga alur kerja utama, tanpa downtime yang tidak perlu.
Pendekatan ini sering kali membebaskan sumber daya internal dari tugas pemeliharaan rutin dan memberi ruang untuk inovasi yang lebih strategis.
Baca juga: 5 Risiko Umum IT Outsourcing dan Bagaimana IDstar Menyelesaikannya
3. Efisiensi Biaya & Percepatan Waktu ke Hasil
Biaya membangun tim internal, termasuk rekrutmen, pelatihan, dan infrastruktur teknologi, sering kali jauh lebih tinggi daripada menggunakan IT outsourcing.
Layanan IT outsourcing menyediakan struktur biaya yang fleksibel dan terukur sesuai skala proyek, sehingga Anda hanya membayar untuk layanan yang dibutuhkan.
Ini juga berarti waktu eksekusi bisa dipercepat, karena tim IT outsourcing sudah siap pakai dan memiliki proses yang mapan.
Survei menunjukkan sekitar 63% perusahaan memilih IT outsourcing untuk mengurangi biaya atau mengontrolnya dan 65% untuk mencapai tujuan bisnis secara lebih efektif.
Efisiensi biaya ini menjadi penting terutama ketika perusahaan energi ingin cepat bereaksi terhadap perubahan pasar atau persyaratan regulasi baru tanpa membebani anggaran jangka panjang.
4. Skalabilitas untuk Era Energi Terbarukan
Perusahaan energi modern, termasuk perusahaan energi terbarukan di Indonesia, menghadapi tuntutan skala yang berbeda dibanding masa lalu, dari prediksi beban grid berbasis data real-time hingga integrasi energi terdistribusi.
IT outsourcing memungkinkan Anda untuk dengan cepat menambah atau mengurangi kapasitas tim IT sejalan kebutuhan proyek, tanpa proses rekrutmen panjang.
Dengan tim IT outsourcing, inisiatif modernisasi dapat disesuaikan dengan fase perkembangan strategi energi Anda, misalnya saat memigrasi sistem dari fossil-based infrastructure ke platform yang lebih adaptif dan ramah energi terbarukan.
5. Mitigasi Risiko dan Kepatuhan Teknologi
Legacy systems sering menjadi target ancaman keamanan karena pembaruan yang jarang dan kompatibilitas yang buruk dengan alat keamanan modern.
Dengan layanan IT outsourcing yang tepat, perusahaan energi dapat memanfaatkan risk management dan kepatuhan teknologi terkini yang disediakan oleh vendor.
Selain itu, vendor IT outsourcing bertanggung jawab terhadap kualitas, SLA, dan pemeliharaan performa sistem modern yang telah dibangun.
Penggabungan praktik terbaik keamanan karena modernisasi dan kemitraan IT outsourcing membantu perusahaan mengurangi risiko operasional sekaligus memperkuat postur keamanan teknologi mereka.
Baca juga: Pembaruan Sistem Legacy: Kunci Skalabilitas Perusahaan Besar
Mengapa IDstar adalah Partner IT Outsourcing Tepat untuk Perusahaan Anda?
Setelah memahami tantangan yang dihadapi perusahaan energi dalam modernisasi legacy system, mulai dari keterbatasan skalabilitas hingga integrasi yang kompleks, pertanyaan kunci selanjutnya adalah, siapa yang dapat membantu Anda mengeksekusinya dengan risiko minimal dan outcome yang jelas?
Di sinilah pentingnya memilih partner IT outsourcing yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memahami konteks industri dan tujuan strategis Anda. Berikut kami jabarkan bagaimana solusi-solusi yang kami miliki bisa mengatasi permasalahan bisnis Anda sehari-hari.
1. Automation Terintegrasi untuk Proses Bisnis yang Kompleks
IDstar membantu mengotomatisasi proses bisnis end-to-end dengan menggabungkan RPA, Machine Learning, dan workflow management, sehingga proses lintas fungsi lebih cepat, akurat, dan scalable.
Di IDstar, RPA kini sudah berkembang menjadi Agentic AI, sehingga dapat membantu memprioritaskan tugas serta memberikan rekomendasi berbasis data historis dan kondisi operasional, tanpa menggantikan sistem inti yang sudah ada.
Selain itu, kami juga memiliki Intelligent Document Processing. Melalui otomatisasi proses dokumen, Anda dapat dengan mudah mengekstrak dan memverifikasi data dokumen sebelum diproses ke alur berikutnya.
Pendekatan ini relevan untuk organisasi atau perusahaan seperti perusahaan Anda yang punya proses panjang dan data dokumen tinggi (seperti invoice, PO, kontrak).
2. Akses Tim Spesialis Siap Kerja Tanpa Beban Rekrutmen Panjang
IDstar menyediakan 900+ IT talent ready untuk deploy dengan model outsourcing fleksibel (dedicated atau project-based), sehingga perusahaan bisa scale lebih cepat dan menekan risiko hiring.
Tim dapat mencakup RPA Developer/AI Engineer untuk otomasi, Odoo Developer untuk kebutuhan ERP customization, serta peran delivery seperti Business Analyst, System Analyst, Project Manager, dan Quality Assurance untuk memastikan implementasi lebih terkontrol.
Dengan menggunakan IT talent ready dari IDstar, Anda bisa mendapatkan tim IT Anda dengan cepat dalam 7 hari atau kurang.
3. Skalabilitas Tim Fleksibel untuk Mengikuti Ritme Proyek
IDstar menyediakan model IT outsourcing yang fleksibel (dedicated maupun project-based) sehingga tim bisa ditambah atau disesuaikan mengikuti fase proyek, serta menyesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis perusahaan Anda. Hasilnya, perusahaan dapat mempercepat delivery tanpa menambah beban hiring risk dan biaya tetap yang kaku.
4. Operasional Teknologi Lebih Stabil dan Terkelola
Untuk area Technology/IT, IDstar dapat otomatisasi proses seperti routine system checks, end of day/end of month (EOD/EOM), hingga IT service management, membantu operasional lebih konsisten dan mengurangi human error.
Jika dibutuhkan, IDstar juga menyediakan DevOps/Infrastructure Engineer untuk mendukung reliability (CI/CD, uptime, scalability) selama delivery dan fase run.
Baca juga: 7 Tanda Bisnis Anda Perlu Jasa IT Outsourcing Terbaik
Case Study Automasi untuk Optimasi Proses Bisnis Menggunakan Layanan IDstar
Kini otomatisasi dapat diterapkan segera pada perusahaan Anda. Berikut kami perkuat lagi mengapa layanan IT Outsourcing dari IDstar dapat mempermudah proses bisnis Anda dengan menggunakan case study.
1. Finance – BFI Finance
Pain Point
BFI Finance menghadapi tantangan operasional yang berat karena banyaknya tugas manual dan repetitif di fungsi finance dan operasi. Tim harus menangani pekerjaan seperti:
- Ekstraksi dan rekonsiliasi data mutasi bank secara manual
- Penyusunan laporan pajak dan potongan gaji/incentive secara manual
- Alokasi angsuran debitur yang memakan waktu
- Input biaya kontrak debitur tanpa otomatisasi
- Proses pendaftaran debitur yang lambat dan tidak efisien
Hal ini menyita waktu tim, mengurangi fokus pada analisis strategis, dan meningkatkan risiko kesalahan manusia dalam proses yang berjalan tinggi volumenya.
Solusi IDstar:
Untuk mengatasi tantangan ini, IDstar mengimplementasikan teknologi Robotic Process Automation (RPA) guna mengotomatisasi proses-proses high-volume di workflow finance dan operasi BFI Finance. Solusi mencakup:
- Automated extraction & reconciliation data mutasi bank
- Automated generation laporan pajak dan statement potongan gaji
- Otomatisasi alokasi pembayaran angsuran debitur
- Charging contract fees secara otomatis berdasarkan aturan bisnis
- Otomatisasi pendaftaran debitur ke dalam sistem internal perusahaan
Hasil
Implementasi solusi dari IDstar membawa hasil nyata dalam efisiensi operasi:
- Efisiensi tenaga kerja meningkat, karena proses repetitif kini ditangani otomatis sehingga tim bisa fokus ke tugas lebih strategis
- Penghematan biaya operasional, berkat berkurangnya pekerjaan manual dan percepatan proses
- Standarisasi dan konsistensi hasil kerja lebih tinggi dengan automasi dibanding cara manual sebelumnya
Hal ini memungkinkan BFI Finance mengefisienkan workflow finance dan operasi sekaligus meningkatkan kualitas output bisnis secara keseluruhan.
2. Invoice Management – Nutrifood
Pain Point
Tim finance Nutrifood menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan invoice dan outstanding payment karena proses yang masih manual, repetitif, dan memakan waktu.
Aktivitas seperti pengiriman faktur, pemrosesan data invoice, dan transfer catatan ke platform B2B supplier memerlukan perhatian penuh dan akurasi tinggi, sehingga sumber daya tim sulit dialokasikan untuk tugas yang lebih strategis.
Solusi
IDstar membantu Nutrifood mengatasi tantangan ini dengan menerapkan Robotic Process Automation (RPA) yang mampu mengotomatisasi delapan proses penting terkait pengelolaan invoice secara end-to-end. Solusi otomatisasi ini mencakup:
- Pengiriman invoice otomatis
- Pemrosesan data outstanding invoice
- Transfer financial record dari sistem inti perusahaan ke platform B2B suppliers
Pendekatan ini memastikan setiap tahapan invoice berjalan tanpa intervensi manual yang berlebihan.
Hasil
Implementasi otomasi end-to-end membawa hasil nyata bagi Nutrifood, antara lain:
- 100% proses invoice otomatis, mengeliminasi intervensi manual sepenuhnya
- 33% penurunan beban kerja (FTE), sehingga tim dapat dialihkan ke tugas bernilai tambah
- 646,81% peningkatan kecepatan pemrosesan invoice secara keseluruhan
- Hemat ±12 jam per hari dalam waktu kerja, memungkinkan alokasi waktu tim yang lebih strategis
Testimoni klien menekankan bagaimana beban kerja tim terasa jauh lebih ringan dan proses menjadi jauh lebih efisien setelah otomatisasi ini diterapkan.
Baca juga: Mitos IT Outsourcing Indonesia: Kenapa IDstar Berbeda?
Konsultasikan Kebutuhan Perusahaan Anda dengan IDstar Sekarang!
Modernisasi legacy system di perusahaan energi menuntut kecepatan tanpa mengorbankan stabilitas operasional. Sistem lama harus dibuat lebih scalable dan terintegrasi dengan teknologi modern, sementara bisnis tetap berjalan tanpa gangguan.
Di sinilah IT outsourcing menjadi solusi paling realistis, model yang fleksibel dan terukur mempercepat reengineering tanpa menambah beban tim internal maupun menumpuk technical debt.
Melalui Robotic Process Automation (RPA), tugas-tugas manual dapat diotomatisasi sehingga tim Anda bebas fokus pada prioritas strategis.
Ditambah lagi, Agentic AI dari IDstar berperan sebagai lapisan orkestrasi cerdas yang membantu mengkoordinasikan otomasi dan rekomendasi berbasis data, memperkuat respons operasional di tengah kompleksitas sistem.
Bersama IDstar, modernisasi dapat dijalankan secara bertahap, aman, dan terukur, dari otomasi proses hingga peningkatan kecerdasan alur kerja.
Konsultasikan kebutuhan Anda hari ini untuk memulai transformasi tanpa risiko yang tidak perlu. Digital Transformation? #IDstarinAja
Referensi Kredibel:
- Pragma.co. (2024). IT outsourcing: How to use it to update legacy systems. https://dreamix.eu/insights/in-house-vs-outsourcing-software-development/
- Innowise.com. (2025). The pros and cons of IT outsourcing and offshoring services. https://innowise.com/blog/the-pros-and-cons-of-it-outsourcing-and-offshoring-services



Chat Us