Perbedaan UI UX Designer, Skill, Tugas, hingga Tips Berkarier

perbedaan ui dan ux

Pekerjaan UI UX Designer tentu sudah tidak asing di telinga. UI UX Designer adalah profesi yang saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan. Beberapa perusahaan utamanya yang bergerak di bidang teknologi, pasti membutuhkan yang namanya UI UX Design.

Namun, banyak yang menduga bahwa UI UX Designer adalah satu kesatuan profesi. Padahal, jelas ada perbedaan UI dan UX.

Di sini kami akan menjelaskan perbedaan antara UI dan UX Design, bagaimana tugas dan tanggung jawabnya, prospek karier dan gaji UI UX Designer, hingga tips berkariernya.

Perbedaan UI UX Designer

ui dan ux
Pexels

Namanya saja sudah berbeda, antara User Interface (UI) dan User Experience (UX). Perbedaan UI UX yang mendasar ada pada proses kerjanya. Sesuai namanya, User Interface berfokus pada tampilan, sedangkan User Experience berfokus pada pengalaman. Bagaimana maksudnya?

Seorang UI Designer akan fokus pada bagaimana tampilan dari suatu aplikasi atau website agar enak dipandang. UI Designer akan banyak berurusan dengan tampilan produk seperti coloring, visualisasi, dan lainnya.

Berbeda dengan UX Design, UX Design akan fokus pada bagaimana pembuatan produk tersebut agar tampilannya lebih mudah dipahami oleh pengguna. UX Design memastikan bahwa langkah demi langkah dalam produk terlihat lebih jelas, logic, dan mudah dipahami oleh pengguna.

Berikut penjelasan detail soal perbedaan UI UX Designer:

1. Fokus Pekerjaan

  • UI Designer: Berfokus pada aspek visual dari suatu aplikasi atau website, termasuk pemilihan warna, layout, dan tipografi. Tujuan utamanya adalah memastikan tampilan produk menarik dan konsisten.
  • UX Designer: Lebih berfokus pada bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk. Tujuan utamanya adalah memastikan produk intuitif dan mudah digunakan, sehingga menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna

2. Sasaran:

Perbedaan UI UX designer yang kedua adalah sasaran mereka.

  • UI: Berfokus pada produk atau layanan itu sendiri. Menargetkan estetika dan presentasi visual dari produk.
  • UX: Menargetkan pengguna dan bagaimana mereka merasakan saat menggunakan produk atau layanan

3. Tujuan Desain:

  • UI: Menciptakan tampilan yang menarik mata, memastikan produk terlihat bagus dan sesuai dengan branding perusahaan.
  • UX: Memastikan kepuasan pengguna saat berinteraksi dengan produk, termasuk kemudahan navigasi dan pemecahan masalah yang mungkin dihadapi pengguna

4. Proses Kerja:

  • UX: Melibatkan riset, pemetaan pengalaman pengguna, dan pengujian untuk meningkatkan kepuasan pengguna.
  • UI: Melibatkan pemilihan elemen desain, penciptaan mockup, dan prototyping visual

5. Ruang Lingkup

Salah satu perbedaan UI UX designer adalah bahwa UX memiliki ruang lingkup yang lebih luas daripada UI.

  • UI: Secara khusus berkutat pada desain visual produk.
  • UX: Memiliki cakupan lebih luas, mulai dari riset awal, desain, hingga pengujian dan iterasi berdasarkan feedback pengguna

6. Interaksi

  • UI: Menentukan bagaimana elemen-elemen pada produk diatur dan bagaimana tampilannya.
  • UX: Menilai dan mengoptimalkan cara pengguna berinteraksi dengan elemen-elemen tersebut.

7. Pendekatan

  • UI: Pendekatan yang lebih teknis, dengan fokus pada elemen visual seperti warna, ikon, gambar, dan lainnya.
  • UX: Pendekatan yang lebih holistik, mempertimbangkan aspek psikologi pengguna, kebutuhan, dan harapannya dalam menggunakan produk.

Bagaimana? Sudah paham soal perbedaan UI UX Designer? Yuk, kita cari tahu seperti apa tugas dan tanggung jawab UI UX Design.

Tugas dan Tanggung Jawab UI UX Designer

Meski berbeda, seorang UI dan UX harus bisa bekerja bersama. Sebab, keduanya jelas merupakan tombak dari bagaimana pengguna berinteraksi dengan aplikasi atau situs yang dibuat.

Meski berbeda flow kerja, tugas dan tanggung jawab UI UX tentu saling berkaitan. Berikut penjelasannya:

1. Melakukan riset pengguna

UI/UX Designer harus memahami kebutuhan dan preferensi pengguna. Mereka melakukan penelitian pengguna dengan wawancara, survei, dan observasi untuk memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk.

2. Membuat wireframe dan prototipe

UI/UX Designer menggunakan wireframe dan prototipe untuk menguji ide desain mereka. Wireframe adalah representasi visual kasar dari antarmuka pengguna, sedangkan prototipe adalah versi yang lebih canggih dari wireframe yang dapat digunakan untuk pengujian pengguna.

3. Menciptakan desain UI

 UI/UX Designer bertanggung jawab untuk menciptakan desain UI yang menarik dan mudah digunakan. Mereka menggunakan prinsip-prinsip desain dan estetika untuk menciptakan antarmuka pengguna yang menyenangkan dan mudah dinavigasi.

4. Menciptakan desain UX

 UI/UX Designer juga bertanggung jawab untuk menciptakan desain UX yang efisien dan efektif. Mereka menggunakan prinsip-prinsip desain UX untuk menciptakan pengalaman pengguna yang lancar dan memuaskan.

5. Melakukan pengujian pengguna

UI/UX Designer bekerja sama dengan pengguna untuk mendapatkan umpan balik tentang desain mereka. Mereka menggunakan pengujian pengguna untuk mengidentifikasi masalah dan meningkatkan desain mereka.

6. Berkolaborasi dengan tim pengembangan produk

UI/UX Designer bekerja sama dengan tim pengembangan produk untuk memastikan bahwa desain mereka dapat diimplementasikan dengan sukses. Mereka berkomunikasi secara efektif dengan tim pengembangan produk untuk memastikan bahwa desain mereka memenuhi persyaratan teknis.

Skill yang Harus Dimiliki UI dan UX Designer

skill ui ux designer
Pexels

Menjadi seorang UI UX Designer memang tidak perlu membutuhkan pendidikan khusus. UI UX bisa kamu pelajari secara otodidak asalkan ada keinginan yang kaut. Berikut beberapa skill yang bisa kamu asah sebelum terjun menjadi UI UX Designer.

  • Keterampilan desain: UI/UX Designer harus memiliki keterampilan desain yang kuat, termasuk pengetahuan tentang tipografi, warna, tata letak, dan elemen desain lainnya.
  • Keterampilan riset pengguna: UI/UX Designer harus memiliki keterampilan riset pengguna yang kuat untuk memahami kebutuhan dan preferensi pengguna.
  • Keterampilan pemecahan masalah: UI/UX Designer harus memiliki keterampilan pemecahan masalah yang kuat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah desain.
  • Keterampilan komunikasi: UI/UX Designer harus memiliki keterampilan komunikasi yang kuat untuk berkomunikasi dengan tim pengembangan produk dan pengguna.
  • Keterampilan kerja sama: UI/UX Designer harus memiliki keterampilan kerja sama yang kuat untuk bekerja sama dengan tim pengembangan produk dan pengguna.

Prospek Karier dan Gaji UI UX Design

Melansir Bootcamp.ux.designer, dengan munculnya teknologi baru seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), permintaan akan desainer UI/UX akan semakin meningkat. Ketika bisnis terus mengalihkan fokus mereka ke saluran digital, kebutuhan akan desainer UI/UX akan menjadi semakin penting. Bisa disimpulkan, prospek karir akan UI dan UX designer tetap menjadi primadona.

Menurut data dari Indeed.com, rata-rata gaji tahunan untuk UI/UX Designer di Indonesia adalah Rp120 juta. Gaji ini dapat bervariasi tergantung pada pengalaman, keterampilan, dan lokasi.

Menurut PayScale, gaji rata-rata untuk seorang UX Designer di Indonesia pada tahun 2023 adalah Rp 99,282,165. Kisaran gaji dasar berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 180 juta, dengan bonus tambahan dari Rp 979 ribu hingga Rp 28 juta, sehingga total pendapatan bisa mencapai antara Rp 7 juta hingga Rp 366 juta

Tips Berkarier sebagai UI UX Design

tips berkarier ui ux designer
Pexels

Bagi kamu yang ingin berkarier secara otodidak sebagai UI UX Design, berikut langkah-langkah yang kamu bisa lakukan:

1. Pahami prinsip kerjaj UI UX Designer

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk berkarier sebagai UI/UX Designer adalah memahami prinsip-prinsip kerja UI/UX Designer. Prinsip-prinsip ini akan membantu Kamu memahami peran dan tanggung jawab UI/UX Designer, serta keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk sukses dalam karier ini.

Beberapa prinsip dasar UI/UX Design meliputi:

  • User-centered design: UI/UX Designer harus selalu berfokus pada pengguna. Mereka perlu memahami kebutuhan dan preferensi pengguna untuk menciptakan desain yang efektif dan bermanfaat.
  • Usability: UI/UX Designer harus memastikan bahwa desain mereka mudah digunakan dan efisien. Pengguna harus dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka cari dan menyelesaikan tugas yang mereka inginkan.
  • Aesthetics: UI/UX Designer juga perlu memperhatikan aspek estetika dalam desain mereka. Desain harus menarik dan menyenangkan untuk dilihat.

2. Pahami flow pengerjaan atau proses kreatif UI UX

Setelah memahami prinsip-prinsip dasar UI/UX Design, Kamu perlu memahami flow pengerjaan atau proses kreatif UI UX. Proses ini terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

  • Riset pengguna: UI/UX Designer harus melakukan riset pengguna untuk memahami kebutuhan dan preferensi pengguna.
  • Analisis data: UI/UX Designer perlu menganalisis data yang dikumpulkan dari riset pengguna untuk mengidentifikasi masalah dan peluang.
  • Ideasi dan prototipe: UI/UX Designer kemudian akan mengembangkan ide-ide desain dan membuat prototipe untuk menguji ide-ide tersebut.
  • Pengujian pengguna: UI/UX Designer perlu melakukan pengujian pengguna untuk mendapatkan umpan balik tentang desain mereka.
  • Implementasi: Setelah desain disetujui, UI/UX Designer akan bekerja sama dengan tim pengembangan produk untuk mengimplementasikan desain tersebut.

3. Pelajari dan kuasai tools pendukung kerja UI UX

Selain memahami prinsip dan proses kerja UI/UX, Anda juga perlu mempelajari dan menguasai tools pendukung kerja UI/UX. Tools ini akan membantu Anda dalam proses desain, seperti:

  • Software desain: Software desain yang umum digunakan untuk UI/UX Design meliputi Adobe XD, Figma, dan Sketch.
  • Tools prototyping: Tools prototyping digunakan untuk membuat prototipe desain, seperti InVision, Axure RP, dan Proto.io.
  • Tools wireframing: Tools wireframing digunakan untuk membuat wireframe desain, seperti Balsamiq Mockups, Moqups, dan UXPin.

4. Perbanyak mencari referensi

Untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang UI/UX Design, kamu perlu memperbanyak mencari referensi. Kamu bisa membaca buku, artikel, dan blog tentang UI/UX Design.

5. Bergabung ke forum diskusi

Bergabung ke forum diskusi adalah cara yang bagus untuk belajar dari pengalaman orang lain. Kamu bisa bertemu dengan UI/UX Designer dari berbagai latar belakang dan berbagi pengalaman.

6. Ikut kelas dan webinar UI UX

Kelas dan webinar UI/UX adalah cara yang bagus untuk mempelajari keterampilan dan pengetahuan baru tentang UI/UX Design. Kelas dan webinar biasanya dipandu oleh ahli UI/UX Design yang dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka.

7. Buat portfolio / fake project

Portfolio adalah hal yang penting untuk UI/UX Designer. Portfolio adalah cara untuk menampilkan karya kamu kepada calon klien dan pemberi kerja. Kamu bisa membuat portfolio dengan mengumpulkan desain yang telah kamu buat atau membuat desain fiktif.

UI UX designer adalah salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan di masa depan. Itulah perbedaan antara UI dan UX, bagaimana prospek karier dan gaji, serta tips bagi kamu yang ingin berkarier sebagai UI dan UX Design. Ingin berkarier di UI UX? Submit CV kamu di IDStar Karier.

Share

IDStar Insights

Related Insights

Send Message
Chat with us
Hi IDstar! I want to know more about your services