20 Februari 2026, IDstar – Pernahkah Anda merasa sudah posting lowongan IT berkali-kali, tetapi kandidat terbaik tetap tidak datang? Atau sudah melakukan interview berkali-kali dan akhirnya kandidat drop di akhir proses?
Kalau iya, Anda bukan sendirian. Faktanya, banyak perusahaan di seluruh dunia melaporkan tantangan yang sama saat mencari talent IT berkualitas.
Akibatnya, hambatan seperti time-to-hire yang panjang, shortage kandidat yang tepat, dan proses yang tidak efisien membuat tim HR dan hiring manager harus bekerja ekstra untuk menarik, menilai, dan mempertahankan kandidat terbaik.
Selain itu, hal tersebut diperkuat melalui laporan industri terbaru yang menunjukkan bahwa sekitar 74 % perusahaan mengaku mengalami kesulitan menemukan kandidat yang memenuhi kriteria teknis yang dibutuhkan.
Oleh karena itu mereka perlu memperluas pencarian dan mengubah strategi rekrutmen mereka untuk tetap kompetitif di pasar talent global (iMocha, 2026).
Dalam webinar IDstar yang dimoderatori oleh Hanif Taftazani, Employer Branding IDstar, beberapa waktu lalu, topik ini dibahas secara menyeluruh dari pengalaman speaker dan kasus-kasus nyata di lapangan.
Untuk itu, tulisan ini merangkum insight terpenting untuk membantu Anda membangun proses hiring IT yang efektif, khususnya untuk perusahaan dengan skala besar atau tim engineering yang kritikal.
Baca juga: 7 Kesalahan Umum dalam Rekrutmen Karyawan IT
Mengapa Proses Hiring IT Selalu Jadi Tantangan?
Menurut pembahasan dalam webinar tanggal 19 Februari tersebut, kesalahan paling umum yang sering terjadi adalah saat tahap awal, planning dan profiling role.
Akibatnya, banyak perusahaan tidak memiliki kebutuhan role yang benar-benar terdefinisi, sehingga tim recruiter bingung saat menyusun shortlist atau mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan pengguna (hiring manager).
Menurut Andreas Doli, TA Specialist IDstar sekaligus pembicara, “Seringkali job description & kriteria belum jelas dari awal, salary range yang tidak realistis, dan interview yang tidak terstruktur membuat kandidat bagus akhirnya drop atau pergi ke kompetitor.”
Kalimat ini sangat dipahami oleh banyak hiring manager karena menggambarkan pengalaman yang hampir semua pengambil keputusan pernah rasakan di organisasi mereka sendiri.
Baca juga: Kenapa Hiring IT Selalu Gagal di Banyak Perusahaan dan Cara Mengatasinya
Tiga Tantangan Terbesar dalam Hiring IT dari Insight Webinar
Dalam sesi webinar yang kami adakan, tiga tantangan utama yang paling sering muncul adalah:
1. Job Requirement yang Belum Benar-Benar Jelas
Menentukan tanggung jawab, keahlian teknis, hingga ekspektasi deliverable yang ingin dicapai oleh role tersebut seringkali belum final sebelum proses dimulai.
Akibatnya, recruiter kesulitan menyusun screening, sedangkan hiring manager merasa banyak kandidat yang tidak sesuai ekspektasi.
2. Shortlist Candidate yang Tidak Terkurasi dengan Baik
Banyak CV yang masuk hanya berupa daftar project tanpa detail tanggung jawab, timeline, atau konteks teknis pekerjaan. Kandidat seperti ini membuat proses screening dan interview jadi panjang tanpa hasil yang berarti.
Akibatnya, waktu tim hiring terbuang untuk mengevaluasi kandidat yang sejak awal sebenarnya tidak memenuhi kriteria utama.
3. Proses Interview yang Tidak Terstruktur
Interview tanpa rubrik yang konsisten sering membuat keputusan yang diambil menjadi subyektif dan berbeda antar pewawancara. Akibatnya, kandidat yang sebenarnya cocok pun berakhir ditolak karena tidak ada alignment dalam penilaian.
Baca juga: Dampak Buruk Salah Rekrut terhadap Kinerja Tim dan Proyek
4 Tahapan Hiring IT yang Efektif Berdasarkan Webinar IDstar
Dalam webinar, pembahasan kemudian beralih ke sistematisasi proses hiring agar lebih cepat dan hasilnya lebih tepat. Empat tahapan yang ditekankan adalah:
-
Role Discovery & Profiling, dengan menyusun job requirement yang akurat dan realistis sejak awal.
-
Screening Berbasis Kriteria Valid, yaitu menggunakan indikator yang jelas untuk memfilter kandidat sehingga shortlist yang dikirim ke user relevan.
-
Structured Interview dengan SLA Feedback, dengan Mengatur durasi interview, mekanisme feedback cepat, dan rubrik penilaian yang sama untuk semua kandidat.
-
Alignment Sebelum Offer untuk memastikan ekspektasi kandidat dan perusahaan sinkron sebelum offer resmi disampaikan.
Insight ini bukan hanya teori. Best practices internasional juga menekankan bahwa proses seleksi yang terencana dengan baik dan konsisten adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hire serta pengalaman kandidat secara keseluruhan.
Dengan demikian, structured recruitment yang mencakup interview yang terstruktur, standar penilaian yang konsisten, dan pengalaman kandidat yang baik menjadi bagian dari praktik terbaik dalam rekrutmen global (Assess Candidates, 2026).
Baca juga: Rekrut Sendiri vs Pakai Headhunter, Mana Lebih Efisien?
Dampak Positif dari Proses Hiring IT yang Efektif
Ketika perusahaan berhasil mengubah proses hiring menjadi lebih terstruktur dan efektif, dampaknya bisa terasa pada beberapa hal berikut:
-
Waktu hire yang lebih cepat, sehingga tim Anda tidak menunggu terlalu lama untuk peran penting.
-
Kandidat berkualitas bertahan lebih lama karena pengalaman proses yang profesional dan cepat.
-
Reputasi employer brand meningkat, yang menarik lebih banyak talenta berkualitas di masa depan.
Prinsip ini sejalan dengan tren HR global di mana candidate experience dan struktur seleksi menjadi faktor penting dalam memenangkan talent war.
Solusi Praktis IDstar sebagai IT Headhunter
Di akhir webinar, tim Talent Acquisition IDstar menegaskan bahwa proses hiring yang efektif tidak cukup hanya dengan memperbaiki internal workflow.
Selain itu, perusahaan juga membutuhkan partner yang mampu mengkurasi kandidat secara presisi dan cepat. Di sinilah IDstar hadir sebagai IT headhunter terbaik Indonesia serta pendekatan berbeda.
1. AI Interview dan Kurasi Kandidat secara Ketat
Seperti disampaikan dalam sesi tersebut, Putri Sion, TA Lead IDstar sekaligus pembicara mengatakan, “Kita punya cara unggul yang kita gaungkan untuk kurasi kandidat yang kita punya. Jadi, 1.200 talent yang kita punya ini secara proses kita punya yang namanya AI Interview ataupun AI Preliminary Interview, Bapak Ibu.”
Proses interview dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah AI Interview untuk memetakan kemampuan teknis kandidat sesuai kebutuhan role.
Setelah itu, hasil AI interview dikurasi kembali sebelum masuk ke sesi interview lanjutan oleh tim IDstar. Pendekatan ini memastikan kandidat yang direkomendasikan bukan sekadar CV, tetapi sudah tervalidasi skill dan kesesuaiannya dengan kebutuhan user.
Dengan talent pool lebih dari 1.200 profesional IT yang telah melalui proses kurasi dan AI Interview, IDstar mampu menghadirkan shortlist yang lebih relevan dan siap dibahas oleh hiring manager.
Baca juga: Pahami Cara Kerja Headhunter
2. Rapid Hiring dan Skema Biaya yang Transparan
Selain presisi, kecepatan juga menjadi fokus utama IT Headhunter IDstar. Dalam webinar disampaikan bahwa proses headhunting IDstar dirancang untuk mendukung rapid hiring, dengan target penyampaian kandidat mulai dari 7 hari kerja tergantung kompleksitas role.
Dari sisi biaya, IDstar menawarkan skema flat fee mulai dari Rp7,5 juta per headcount tanpa retainer. Struktur biaya ini membantu perusahaan mengontrol anggaran secara lebih transparan dan minim risiko.
Melalui kombinasi AI Interview, validasi human assessment, kecepatan proses, dan skema biaya yang jelas, IDstar memposisikan diri sebagai partner strategis dalam membangun proses hiring IT yang efektif bagi perusahaan besar.
Insight dan strategi inilah yang kami bahas secara mendalam dalam sesi webinar tersebut. Bagi Anda yang telah mendaftar tetapi belum sempat mengikuti sesi webinar secara langsung, kami memastikan Anda tetap dapat mengakses seluruh pembahasannya.
Rekaman webinar akan dikirimkan melalui email terdaftar, sehingga Anda dapat menontonnya kembali bersama tim dan mendalami strategi yang paling relevan untuk kebutuhan hiring di perusahaan Anda.
Baca juga: 10 Rekomendasi Headhunter Terbaik di Indonesia
Hiring Lebih Cepat, Lebih Tepat, Lebih Terukur
Proses hiring IT yang efektif membutuhkan sistem yang presisi. Melalui layanan IT Headhunter, IDstar menggabungkan AI Interview dan validasi langsung oleh tim Talent Acquisition untuk memastikan kandidat benar-benar sesuai kebutuhan teknis Anda.
Dengan lebih dari 1.200 talent pool yang telah dikurasi, rapid hiring mulai 7 hari kerja, serta flat fee mulai dari Rp7,5 juta per headcount, perusahaan dapat mempercepat keputusan tanpa kehilangan kualitas.
Oleh karena itu, sebagai IT Headhunter, IDstar siap menjadi partner strategis dalam membangun tim teknologi Anda. Siap mempercepat hiring Anda? Digital Transformation? #IDstarinAja.
Pelajari lebih lanjut mengenai Kapan Perusahaan Wajib Menggunakan Headhunter dalam Proses Rekrutmen?
Referensi Kredibel:
- Assess Candidates. (2026). The 7 Stages of Recruitment: From Hiring to Onboarding.
- iMocha. (2026). 100 Key Hiring Statistics to Improve Recruitment in 2026



Chat Us