DevOps Engineer adalah peran strategis dalam tim IT yang bertanggung jawab menyatukan proses software development dan IT operations agar berjalan lebih cepat, stabil, dan efisien.
Di era transformasi digital dan industri 4.0, perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan developer atau tim IT biasa. Mereka membutuhkan sistem kerja yang mampu mempercepat deployment, meminimalkan error, dan memastikan aplikasi selalu siap digunakan. Di sinilah peran DevOps Engineer menjadi sangat krusial.
Artikel ini akan membahas secara lengkap:
-
Apa itu DevOps
-
Apa itu DevOps Engineer
-
Tugas dan tanggung jawabnya
-
Perbedaan DevOps Engineer dan DevOps Outsourcing
-
Manfaat DevOps untuk bisnis
Apa Itu DevOps?
DevOps adalah kombinasi dari kata Development (Dev) dan Operations (Ops).
Menurut TechTarget, DevOps merupakan pendekatan kolaboratif antara tim pengembang software dan tim operasional IT yang sebelumnya bekerja secara terpisah. DevOps bertujuan untuk meningkatkan kecepatan delivery aplikasi dengan tetap menjaga stabilitas dan keamanan sistem.
Secara sederhana, DevOps adalah metode kerja yang:
-
Menghilangkan silo antar tim
-
Mengotomatisasi proses deployment
-
Mempercepat siklus pengembangan
-
Mengurangi risiko kegagalan sistem
Dengan DevOps, perusahaan bisa merilis fitur atau produk lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas.
Baca: Prospek Karir DevOps Engineer, Tugas, dan Skillnya
Apa Itu DevOps Engineer?
DevOps Engineer adalah profesional IT yang bertugas mengimplementasikan praktik DevOps dalam sebuah organisasi.
Mereka tidak hanya menulis kode, tetapi juga:
-
Mengelola infrastruktur
-
Mengatur pipeline CI/CD
-
Mengotomatisasi proses deployment
-
Memantau performa sistem
-
Mengelola environment cloud
DevOps Engineer bekerja di seluruh siklus hidup software, mulai dari tahap coding, testing, deployment, hingga maintenance.
Singkatnya, mereka adalah penghubung antara developer dan tim operasional.
Tugas dan Tanggung Jawab DevOps Engineer
Berikut adalah tanggung jawab utama DevOps Engineer:
1. Mengelola CI/CD Pipeline
DevOps Engineer membangun dan mengelola Continuous Integration dan Continuous Deployment agar proses rilis aplikasi berjalan otomatis dan minim error.
2. Automasi Infrastruktur
Menggunakan tools seperti Terraform atau Ansible untuk memastikan infrastruktur dapat dibuat dan dikonfigurasi secara otomatis.
3. Monitoring dan Troubleshooting
Memastikan sistem berjalan stabil serta cepat dalam mendeteksi dan memperbaiki gangguan.
4. Cloud Management
Banyak DevOps Engineer bekerja dengan AWS, Azure, atau Google Cloud untuk mengelola environment berbasis cloud.
5. Kolaborasi Lintas Tim
Mereka memastikan komunikasi antara tim developer dan tim operasional berjalan lancar.
Apa Itu DevOps Outsourcing?
DevOps Outsourcing adalah layanan penyediaan DevOps Engineer oleh perusahaan IT Outsourcing.
Alih-alih merekrut internal, perusahaan dapat bekerja sama dengan vendor yang menyediakan:
-
DevOps Engineer siap deploy
-
Setup cloud migration
-
Infrastruktur automation
-
Implementasi DevOps as a Service
Model ini sering dipilih karena:
-
Lebih cepat mendapatkan talent
-
Tidak perlu proses rekrut panjang
-
Fleksibel sesuai kebutuhan proyek
-
Biaya lebih terkontrol
Baca: Pekerjaan IT Paling Dicari 2026 & Skill yang Perlu Kamu Siapkan Mulai Sekarang
Manfaat DevOps Engineering untuk Perusahaan
Implementasi DevOps terbukti memberikan dampak signifikan terhadap performa bisnis.
Berdasarkan laporan Accelerate State of DevOps 2021, organisasi dengan performa DevOps tinggi mengalami:
-
Deployment 206 kali lebih sering
-
Recovery dari insiden 2.604 kali lebih cepat
-
Change failure rate 7 kali lebih rendah
Artinya, perusahaan bisa:
-
Merilis produk lebih cepat
-
Mengurangi downtime
-
Menghemat biaya operasional
-
Meningkatkan produktivitas tim
Selain itu, DevOps sangat cocok untuk tim remote atau hybrid karena sistemnya berbasis kolaborasi dan automasi.
Mengapa DevOps Engineer Semakin Dibutuhkan?
Beberapa alasan mengapa peran ini semakin krusial:
-
Transformasi digital yang masif
-
Migrasi besar-besaran ke cloud
-
Kebutuhan release produk lebih cepat
-
Tingginya ekspektasi user terhadap stabilitas aplikasi
Tanpa DevOps Engineer, proses deployment bisa lambat, rawan error, dan sulit diskalakan.
Baca: 8 Pekerjaan Masa Depan Yang Membutuhkan Skill Python OOP
Kesimpulan
DevOps Engineer adalah peran penting yang menjembatani tim development dan operations agar proses pengembangan software menjadi lebih cepat, stabil, dan efisien.
Dengan pendekatan DevOps, perusahaan dapat:
-
Mempercepat time-to-market
-
Mengurangi risiko kegagalan sistem
-
Meningkatkan kolaborasi tim
-
Mengoptimalkan infrastruktur cloud
Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, memiliki DevOps Engineer bukan lagi opsi tambahan, tetapi kebutuhan strategis.



Chat Us