Perbedaan antara DevOps dan Cloud Engineer sering menjadi pertanyaan ketika perusahaan mulai mengadopsi cloud dan mempercepat digital transformation.
Banyak tim IT merasa keduanya terlihat mirip, bahkan sering overlap, sehingga sulit menentukan mana yang sebenarnya dibutuhkan.
Di sisi lain, tekanan bisnis terus meningkat. Perusahaan dituntut untuk deploy lebih cepat, menjaga sistem tetap stabil, dan sekaligus efisien dari sisi biaya.
Dalam kondisi ini, memahami peran DevOps dan Cloud Engineer bukan lagi sekadar pengetahuan teknis, tetapi bagian dari strategi bisnis.
Menurut Google (2020), DevOps bertujuan menyatukan development dan operations untuk mempercepat delivery software dan meningkatkan kolaborasi tim.
Sementara itu, Cloud Engineer menjadi fondasi dalam membangun infrastruktur yang scalable dan fleksibel. Lalu, di mana sebenarnya perbedaannya?
Peran DevOps dan Cloud Engineer
Sebelum masuk ke perbandingan, penting untuk memahami bahwa keduanya bekerja di ekosistem yang sama, yaitu cloud dan software delivery. Namun, fokus dan tujuan akhirnya berbeda. Kami merangkumnya menjadi tabel dan penjelasan di bawah ini.
| Aspek | DevOps Engineer | Cloud Engineer |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Proses development & deployment | Infrastruktur cloud |
| Tujuan | Mempercepat delivery software | Membangun sistem yang scalable & stabil |
| Area Kerja | CI/CD, automation, pipeline | Server, network, storage |
| Tools Utama | Jenkins, GitLab CI/CD, Docker, Kubernetes | AWS, Azure, GCP, Terraform |
| Output | Deployment cepat & minim error | Infrastruktur efisien & reliable |
| Peran dalam Tim | Menjembatani dev & ops | Membangun fondasi sistem |
1. Apa Itu DevOps?
DevOps adalah pendekatan yang menggabungkan tim development dan operations untuk mempercepat proses pengembangan hingga deployment software. Fokus utamanya adalah kolaborasi, automation, dan continuous delivery.
Menurut Google (2020), tujuan DevOps adalah mempercepat time-to-market dengan mengintegrasikan proses, tools, dan tim secara end-to-end. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat merilis produk lebih cepat dan mengurangi error operasional.
2. Apa Itu Cloud Engineer?
Cloud Engineer adalah profesional yang bertanggung jawab dalam merancang, membangun, dan mengelola infrastruktur berbasis cloud. Mereka memastikan sistem dapat berjalan stabil, scalable, dan efisien.
Peran ini menjadi krusial karena menurut data dari lebih dari Edge Delta (2024), 94% perusahaan global telah menggunakan cloud dalam operasionalnya. Artinya, cloud engineer menjadi fondasi utama dari sistem digital modern.
Baca juga: DevOps Engineer untuk Efisiensi Transformasi Digital
Perbedaan Fokus Utama DevOps dan Cloud Engineer
Perbedaan DevOps dan Cloud Engineer paling terlihat dari fokus kerjanya. Cloud Engineer fokus pada infrastruktur seperti server, network, dan resource cloud.
Sementara itu, DevOps Engineer fokus pada proses delivery software seperti CI/CD, automation, dan deployment pipeline.
Cloud Engineer lebih berperan dalam membangun fondasi sistem, sedangkan DevOps memastikan sistem tersebut berjalan efisien dalam siklus pengembangan.
Tools yang Digunakan
Keduanya menggunakan tools yang sering terlihat sama, tetapi dengan tujuan berbeda. Cloud Engineer banyak menggunakan platform seperti:
- AWS
- Azure
- Google Cloud untuk mengelola resource
- Terraform untuk infrastructure provisioning.
Di sisi lain, DevOps Engineer lebih fokus pada tools seperti:
- Jenkins
- GitLab CI/CD
- Docker
- Kubernetes untuk automation dan deployment pipeline.
Baca juga: Pengertian Cloud Engineer, Tugas, dan Skill yang Dibutuhkan
Tujuan Akhir Pekerjaan
Tujuan akhir keduanya juga berbeda secara fundamental. Cloud Engineer bertujuan membangun sistem yang stabil, scalable, dan cost-efficient.
Sementara itu, DevOps Engineer bertujuan memastikan software dapat dirilis lebih cepat, konsisten, dan minim error.
Dengan kata lain, Cloud Engineer membangun “fondasi”, sedangkan DevOps mempercepat “perjalanan” aplikasi di atasnya.
Kesamaan Skill yang Dimiliki
Meskipun berbeda, keduanya memiliki banyak kesamaan skill. Keduanya membutuhkan pemahaman tentang cloud platform, automation, scripting, dan containerization.
Bahkan, penggunaan Infrastructure as Code (IaC) seperti Terraform sering digunakan oleh kedua peran ini. Hal ini membuat batas antara DevOps dan Cloud Engineer menjadi semakin tipis di banyak perusahaan.
Mengapa Keduanya Beririsan?
Overlap antara DevOps dan Cloud Engineer terjadi karena keduanya bekerja di ekosistem yang sama, yaitu cloud-based system.
Menurut Telkom University (2023), keduanya sama-sama bertanggung jawab memastikan sistem berjalan efektif, aman, dan efisien.
Dalam praktiknya, DevOps juga sering mengelola infrastruktur, sementara Cloud Engineer mulai menggunakan automation. Inilah alasan kenapa banyak perusahaan melihat kedua peran ini sebagai satu kesatuan, bukan terpisah.
Baca juga: Pengertian Cloud Computing, Cara Kerja, dan Manfaatnya
Bagaimana DevOps dan Cloud Engineer Berkolaborasi?
Dalam proyek nyata, DevOps dan Cloud Engineer tidak berjalan sendiri. Perhatikan tabel kolaborasi antara keduanya di bawah ini.
| Tahapan | Cloud Engineer | DevOps Engineer |
|---|---|---|
| Setup Infrastruktur | Menyiapkan cloud environment | – |
| Deployment Setup | – | Membuat pipeline CI/CD |
| Automation | Support infra automation | Mengelola automation pipeline |
| Monitoring | Monitoring resource cloud | Monitoring aplikasi & pipeline |
Dari tabel tersebut, dapat dipahami bahwa Cloud Engineer biasanya merancang dan menyiapkan infrastruktur cloud sesuai kebutuhan bisnis.
Setelah itu, DevOps Engineer akan membangun pipeline automation agar aplikasi dapat berjalan dan di-deploy secara efisien.
Kolaborasi ini penting karena tanpa infrastruktur yang tepat, automation tidak akan optimal. Sebaliknya, tanpa automation, infrastruktur hanya akan menjadi sistem yang sulit dikembangkan.
Kesimpulan
Perbedaan DevOps dan Cloud Engineer terletak pada fokus utama mereka. Cloud Engineer membangun dan mengelola infrastruktur, sementara DevOps Engineer memastikan proses pengembangan dan deployment berjalan cepat dan efisien.
Namun dalam praktiknya, keduanya saling melengkapi dan sering beririsan. Inilah alasan mengapa perusahaan tidak hanya membutuhkan salah satu, tetapi kombinasi skill yang tepat sesuai kebutuhan bisnis.
Di sinilah tantangan muncul. Tidak semua perusahaan memiliki waktu dan resource untuk mencari talenta dengan kombinasi skill tersebut.
IDstar hadir melalui layanan IT Headhunter untuk membantu perusahaan menemukan DevOps maupun Cloud Engineer yang sesuai kebutuhan.
Dengan akses ke 1.200+ talenta IT terkurasi secara end-to-end, proses hiring menjadi lebih cepat dan tepat, dengan penawaran mulai dari Rp7,5 juta per headcount.
Dengan tim yang tepat, transformasi digital tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi bisnis Anda. Digital Transformation? #IDstarinAja
FAQ Seputar DevOps dan Cloud Engineer
1. Apa perbedaan DevOps dan Cloud Engineer?
DevOps fokus pada automation dan proses delivery software, sedangkan Cloud Engineer fokus pada infrastruktur cloud. Keduanya saling melengkapi dalam sistem modern.
2. Apakah DevOps dan Cloud Engineer bisa dilakukan oleh satu orang?
Bisa, terutama di perusahaan kecil. Namun, di perusahaan besar biasanya dipisahkan karena kompleksitas sistem yang lebih tinggi.
3. Mana yang lebih dibutuhkan perusahaan?
Keduanya sama pentingnya. Cloud Engineer membangun fondasi, sementara DevOps memastikan sistem berjalan efisien dan scalable.
4. Apakah skill DevOps dan Cloud Engineer sama?
Sebagian besar sama, terutama dalam cloud, automation, dan scripting. Namun fokus penggunaannya berbeda.
5. Bagaimana cara memilih antara DevOps dan Cloud Engineer?
Tergantung kebutuhan bisnis. Jika fokus pada infrastruktur, pilih Cloud Engineer. Jika fokus pada deployment dan automation, pilih DevOps.
Referensi Kredibel
- Digital Skola. (2025). Cloud Engineer vs DevOps Engineer: Apa Perbedaannya?
- EdgeDelta. (2024). How Many Companies Use Cloud Computing in 2025?
- Google Cloud. (2020). What is DevOps?
- LinkedIn. (2026). DevOps vs. Cloud Engineering: Which High-Paying Tech Role Suits You?
- Telkom University. (2023). Perbedaan Profesi Cloud Engineer vs DevOps Engineer
- MSBU. (2025). Cloud Architect vs DevOps Engineer: Perbedaan dan Kolaborasinya



Chat Us